Ayub Membuka Mulut di Tengah Abu
Ayub 6:1-30
Ayub Kecewa terhadap Sahabat-Sahabatnya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Penderitaan yang Tak Tertahankan
Ayub berada di tengah penderitaan yang luar biasa, setelah kehilangan anak-anak dan kekayaannya. Kawan-kawannya datang untuk menghibur, tetapi malah menuduhnya bersalah. Ayub akhirnya mulai menjawab Elifas yang baru saja berbicara panjang lebar.
Di mana
Tanah Us
Di tempat pembuangan, duduk di antara abu
Kapan
~1550 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Seorang kaya yang saleh, kehilangan segalanya
Kepada
Elifas, Bildad, dan Zofar
Tiga sahabat yang datang menghibur, malah menyalahkan
Arti tiap ayat
Penjelasan Ayub 6:1-30 Ayat per Ayat
Ayub 6:1
Ayub menanggapi tuduhan Elifas dengan pembelaan yang emosional. Dia merasa bahwa penderitaannya tidak terbayangkan dan dia ingin mengungkapkan kepedihannya secara terbuka, meskipun kata-katanya terdengar gegabah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:2
Ayub mengandaikan bahwa penderitaannya dapat ditimbang dan diukur secara nyata. Dia ingin agar orang lain memahami betapa beratnya bebannya, yang baginya melebihi pasir di laut.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:3
Ayub menjelaskan bahwa kata-katanya yang kasar dan tidak terkontrol adalah akibat dari penderitaan yang luar biasa. Dia membandingkan berat penderitaannya dengan pasir di laut yang tidak dapat dihitung, sehingga tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:4
Ayub merasa bahwa Allah sendiri yang menyerangnya dengan panah-panah yang menyebabkan racun memenuhi rohnya. Dia merasa dikelilingi oleh kengerian yang datang dari Allah, sehingga ia merasa tidak ada jalan keluar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:5
Ayub menggunakan gambaran hewan seperti keledai liar yang tidak meringkik tanpa alasan. Dengan cara yang sama, dia berseru bukan tanpa sebab, melainkan karena penderitaan yang nyata.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:6
Ayub mengumpamakan nasihat sahabat-sahabatnya seperti makanan yang hambar dan tidak berguna. Sama seperti makanan yang tidak berasa tidak memuaskan, begitu juga kata-kata mereka yang kaku tidak menghibur atau menolong…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:7
Ayub menggambarkan penderitaannya sebagai makanan yang menjijikkan. Jiwanya menolak untuk menyentuhnya, karena rasa sakitnya begitu parah sehingga membuatnya kehilangan nafsu dan keinginan untuk hidup. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:8
Ayub sangat menderita sehingga dia hanya ingin mati. Dia berharap agar permintaannya dikabulkan, yaitu agar Allah mengakhiri hidupnya. Ini adalah doa yang lahir dari keputusasaan total, ketika hidup terasa tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:9
Ayub meminta Allah untuk 'meremukkannya' dan 'membunuhnya' sebagai bentuk belas kasihan. Ini menunjukkan betapa beratnya penderitaannya; dia menganggap kematian sebagai jalan keluar yang lebih baik daripada terus hidup…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:10
Meskipun ingin mati, Ayub masih memiliki keyakinan bahwa dia tidak pernah menyangkali firman Allah. Kematian bahkan akan menjadi penghiburan baginya, karena dia akan terbebas dari penderitaan dan tetap memegang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:11
Ayub mempertanyakan kekuatannya untuk terus berharap dan bersabar. Dia merasa tidak punya alasan untuk berharap atau bertahan, karena kekuatannya tidak cukup dan masa depannya tidak jelas. Ini adalah pertanyaan retoris…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:12
Ayub menggunakan metafora batu dan tembaga untuk menekankan bahwa dia tidak sekuat itu. Dia bukan makhluk yang tidak bisa merasakan sakit; dia manusia biasa yang rapuh. Ini menunjukkan keterbatasannya dalam menghadapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:13
Ayub merasa tidak punya kekuatan atau harapan untuk bertahan; dia merasa kosong dan tanpa hikmat, seolah-olah semua sumber daya batinnya telah hilang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:14
Ayub menegaskan bahwa orang yang sedang putus asa seharusnya tetap dikasihani oleh teman-temannya, meskipun mereka mungkin telah meninggalkan rasa takut akan Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:15
Ayub menyamakan sahabat-sahabatnya dengan sungai yang mudah kering atau aliran air yang tidak bisa diandalkan, tidak setia saat dibutuhkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:16
Ayub melanjutkan metafora: sahabat-sahabatnya seperti sungai yang gelap karena es, sementara salju menutupi keberadaan mereka; mereka tampak kuat tetapi tidak bisa diandalkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:17
Ketika musim panas tiba, sungai-sungai itu menguap dan lenyap; demikianlah sahabat-sahabat Ayub, mereka menghilang saat keadaan menjadi sulit.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:18
Ayub menggambarkan bagaimana kafilah atau pengembara tersesat karena mengikuti sungai-sungai kering itu dan akhirnya binasa di padang gurun; demikianlah harapan yang sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:19
Ayub menunjuk pada kafilah-kafilah dari Tema dan Syeba yang menantikan sungai-sungai kering di musim panas, lalu kecewa. Ini adalah perumpamaan tentang teman-temannya yang tidak dapat diandalkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:20
Ayub menggambarkan kafilah-kafilah yang menaruh harapan pada sungai yang kering, tetapi malu dan kecewa karena air tidak ada. Ini adalah gambaran dari teman-temannya yang mengecewakan dia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:21
Ayub berkata bahwa teman-temannya justru menjadi seperti sungai kering yang mengecewakan. Mereka melihat kesusahan Ayub dan menjadi takut, sehingga mereka tidak memberikan pertolongan yang dia butuhkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:22
Ayub mempertanyakan apakah dia pernah meminta sesuatu kepada teman-temannya, seperti uang suap atau tebusan, sehingga mereka berhak untuk mengecewakannya. Dia menegaskan bahwa dia tidak meminta hal yang tidak masuk akal.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:23
Ayub melanjutkan daftar permintaan yang tidak pernah dia ajukan: meminta dibebaskan dari musuh atau ditebus dari penindas. Dia tidak meminta hal-hal yang berlebihan, hanya meminta pengertian dan kasih sayang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:24
Ayub menantang teman-temannya untuk mengajarnya jika mereka benar, dan menunjukkan kesalahannya. Dia berjanji akan diam jika mereka dapat menunjukkan di mana dia tersesat. Ini menunjukkan keterbukaan Ayub untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:25
Ayub menegaskan bahwa perkataan yang jujur itu kuat dan meyakinkan, tetapi teguran dari sahabat-sahabatnya tidak terbukti dan tidak berguna. Dia mempertanyakan apa yang sebenarnya mereka buktikan dengan kritikan mereka.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:26
Ayub merasa bahwa sahabat-sahabatnya hanya menganggap perkataannya sebagai angin lalu, tidak serius mendengarkan atau memahami keputusasaannya. Mereka menegur kata-katanya seolah-olah itu tidak berarti.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:27
Ayub menuduh sahabat-sahabatnya berlaku kejam: mereka membuang undi atas anak yatim dan memperdagangkan sahabat, artinya mereka tidak peduli dan bahkan memanfaatkan situasi sulit orang lain untuk kepentingan sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:28
Ayub meminta sahabat-sahabatnya untuk benar-benar melihat keadaannya, karena dia menegaskan bahwa dia tidak akan berbohong di hadapan mereka. Dia ingin mereka percaya bahwa penderitaannya nyata dan ucapannya jujur.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:29
Ayub memohon agar sahabat-sahabatnya berbalik dari sikap mereka yang tidak adil dan tidak terus menyalahkannya. Dia merasa kebenarannya terancam oleh tuduhan-tuduhan mereka yang keliru.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 6:30
Ayub menyatakan bahwa lidahnya tidak bersalah dan mulutnya mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dia menegaskan bahwa perkataannya bukanlah dusta atau tipu daya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →