Malu karena pengharapan palsu

Ayub 6:20

Ayub: Kesusahan dan Pertanyaan

Mereka malu karena mereka percaya diri; mereka tiba di sana, dan mereka kecewa.

Ayub 6:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 6:20?

Ayub menggambarkan kafilah-kafilah yang menaruh harapan pada sungai yang kering, tetapi malu dan kecewa karena air tidak ada. Ini adalah gambaran dari teman-temannya yang mengecewakan dia.

Latar belakang

Kekecewaan karena percaya pada yang tak pasti

Ayub menggambarkan bagaimana kafilah itu percaya diri menemukan air, tetapi saat tiba mereka malu dan kecewa. Ini menjadi metafora tentang teman-temannya yang diharapkan memberi penghiburan tetapi gagal.

Di mana

Tanah Us

melanjutkan perumpamaan tentang kafilah

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Ayub diuji oleh Tuhan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, kehilangan segalanya

E

Kepada

Elifas dan kawan-kawan

teman yang datang menghibur tapi malah menyalahkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בֹּשׁוּ

boshu · malu

dipermalukan, kecewa karena harapan gagal

בָּטְחוּ

bat'chu · percaya diri

merasa aman, mengandalkan sesuatu

חָפֵר

chafar · kecewa

dipermalukan, menjadi malu

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kepercayaan yang salah berujung pada rasa malu dan kekecewaan. Ini menjadi teguran halus kepada sahabat yang diharap Ayub.

Tahukah kamu

Rasa malu dalam budaya timur

Dalam dunia kuno, malu sangat terkait dengan kehormatan. Gagal dalam ekspektasi publik bisa membawa aib besar. Ayub memakai ini untuk menunjuk kekecewaan total.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 6:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 6:20

✕  Sering dikira

Ayub mengejek kafilah karena bodoh.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru memakai mereka untuk menunjukkan bahwa kekecewaan adalah pengalaman manusiawi yang bisa terjadi pada siapa pun.

✕  Sering dikira

Ayub berkata bahwa semua harapan akan berujung malu.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak sedang berbicara tentang harapan secara umum, tetapi tentang harapan yang salah tempat kepada teman yang tidak setia.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 6:20

Terkadang kita menaruh harapan pada orang lain, tetapi mereka tidak bisa menolong. Belajarlah untuk mengandalkan Allah yang tidak pernah mengecewakan, dan jadilah sahabat yang setia bagi orang yang membutuhkan.

Ya Allah, jadikan aku sahabat yang dapat diandalkan, dan ajarlah aku untuk berharap kepada-Mu. Amin.