Pertanyaan retoris tentang lidah

Ayub 6:30

Ayub Mempertanyakan Kata-katanya di Hadapan Para Sahabat

PerikopAyub Kecewa terhadap Sahabat-Sahabatnya · Ayub 6:1-30 →
“Adakah kesalahan pada lidahku? Tidak bisakah mulutku membedakan penyebab malapetaka?””

Ayub 6:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 6:30?

Ayub menyatakan bahwa lidahnya tidak bersalah dan mulutnya mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dia menegaskan bahwa perkataannya bukanlah dusta atau tipu daya.

Latar belakang

Ayub membela kejujuran kata-katanya

Ayub menegaskan bahwa dirinya bukan pembohong. Pertanyaan retorisnya menantang siapa pun untuk menunjukkan kesalahan dalam ucapannya, karena mulutnya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Di mana

Tanah Uz

Tempat peristirahatan yang sepi, di tengah abu dan perkabungan

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub mempertahankan diri
Elifas menuduh lagi dengan keras
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang yang hidupnya hancur, tetap bertahan pada iman

E

Kepada

Elifas dan dua sahabatnya

Para penasihat yang terus menekan Ayub dengan tuduhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לשון

lashon · lidah

Lidah, bahasa, perkataan

עולה

avlah · kebengkokan

Ketidakadilan, kebengkokan, kefasikan

בל

bal · menanggung

Membawa, menanggung, memahami

Ayub menekankan bahwa lidahnya tidak berbicara dengan 'kebengkokan' atau ketidakbenaran. Dia mampu merasakan kepahitan akibat tuduhan teman-temannya, tetapi dia tetap berpegang pada integritas kata-katanya.

Tahukah kamu

Lidah dalam sastra hikmat

Dalam kitab Amsal, lidah sering digambarkan sebagai sumber kehidupan atau kehancuran. Ayub menggunakan sindiran ini untuk menegaskan bahwa kata-katanya tidak mengandung tipu daya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 6:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 6:30

✕  Sering dikira

Ayub berkata bahwa dia sering berbohong dan tidak bisa membedakan mana yang benar.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru menyatakan bahwa lidahnya tidak memihak pada kesalahan, dan mulutnya mampu memilih yang benar.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap dirinya sempurna dan tidak pernah berdosa.

✓  Yang sebenarnya

Ayub hanya mempertahankan bahwa dalam perdebatan ini, dia tidak berbohong atau memutarbalikkan fakta, bukan mengklaim tanpa dosa.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 6:30

Kita perlu memiliki hati yang bersih dan mulut yang jujur, sehingga ketika kita berbicara, orang dapat mempercayai kita. Menjaga integritas dalam perkataan adalah bukti karakter yang teguh di hadapan Allah dan manusia.

Tuhan, jagalah lidahku agar selalu berkata benar dan bijaksana, dan jadikanlah mulutku alat untuk membela keadilan dan kebenaran. Amin.