Penolakan Makanan yang Menjijikkan

Ayub 6:7

Ayub Merindukan Kematian

Jiwaku menolak menyentuhnya; semua itu makanan yang menjijikkan bagiku.

Ayub 6:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 6:7?

Ayub menggambarkan penderitaannya sebagai makanan yang menjijikkan. Jiwanya menolak untuk menyentuhnya, karena rasa sakitnya begitu parah sehingga membuatnya kehilangan nafsu dan keinginan untuk hidup. Ini menunjukkan kedalaman keputusasaannya.

Latar belakang

Makanan yang Tak Berasa

Ayub menggambarkan penderitaannya seperti makanan yang hambar dan menjijikkan. Ia merasa hidupnya tidak lagi memiliki makna atau kenikmatan, sehingga ia menolak segala sesuatu yang ditawarkan kepadanya.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan sampah di luar kota, duduk di antara pecahan periuk

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian anak-anak Ayub
Kesembuhan dan pemulihan Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita hebat, ~60 tahun

E

Kepada

Elifas, Bildad, dan Zofar

tiga sahabat Ayub yang datang menghibur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָאַס

ma'as · menolak

menolak dengan rasa jijik atau muak.

נָגַע

naga' · menyentuh

menyentuh atau meraba; sering digunakan untuk kontak fisik yang bermakna.

דָּוָה

davah · menjijikkan

menjadi najis, tidak layak, atau memuakkan.

Ketiga kata ini menunjukkan penolakan total Ayub terhadap hidupnya sendiri, bukan sekadar tidak suka, tetapi rasa muak yang mendalam. Ini bukan sekadar kehilangan selera, tetapi kehilangan semangat hidup.

Tahukah kamu

Putih Telur

Dalam bahasa Ibrani, 'putih telur' (chelmon) bisa juga merujuk pada lendir atau getah tanaman. Ayub menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan sesuatu yang tidak berasa dan tidak berguna.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 6:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 6:7

✕  Sering dikira

Ayub berbicara tentang makanan secara harfiah, bahwa ia tidak suka makanan yang tidak bergaram.

✓  Yang sebenarnya

Gambaran ini adalah metafora untuk penderitaannya yang terasa tidak ada artinya, bukan tentang selera makan.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap hidupnya menjijikkan karena ia tidak setia kepada Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tetap setia, tetapi ia menggambarkan betapa pahitnya hidupnya saat itu.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 6:7

Mungkin kita pernah merasa 'muak' dengan kehidupan atau situasi yang kita hadapi. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa perasaan ini wajar dan bisa dibawa kepada Tuhan dalam doa. Jangan menekan perasaan tersebut, tetapi akui di hadapan-Nya.

Tuhan, saat aku merasa muak dan putus asa, tolong aku untuk tetap berpegang pada-Mu dan tidak menyerah. Amin.