Ayub terjebak tanpa hikmat

Ayub 6:13

Keputusasaan Ayub di Tengah Penderitaan

Bukankah tidak ada pertolongan dalam diriku, dan hikmat telah undur dariku?

Ayub 6:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 6:13?

Ayub merasa tidak punya kekuatan atau harapan untuk bertahan; dia merasa kosong dan tanpa hikmat, seolah-olah semua sumber daya batinnya telah hilang.

Latar belakang

Ayub merasa tak berdaya

Ayub berkata bahwa di dalam dirinya tidak ada lagi pertolongan, dan hikmat telah pergi. Ini adalah keluhan yang menunjukkan betapa dalam keputusasaannya, merasa kehilangan segala sumber kekuatan.

Di mana

Tanah Uz

di tempat abu, di luar kampung

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian anak-anak Ayub
Ayub diuji lebih berat
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang kaya, kini menderita

E

Kepada

Elifas, Bildad, dan Zofar

tiga sahabat yang datang menghibur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֶזְרָה

ezrah · pertolongan

bantuan atau dukungan dari luar

חָכְמָה

chokmah · hikmat

kebijaksanaan atau kemampuan untuk hidup benar

נָדַד

nadad · undur

pergi jauh, melarikan diri, meninggalkan

Ketiga kata ini menggambarkan keterasingan total: tidak ada bantuan dari luar, tidak ada kebijaksanaan di dalam, dan semua terasa pergi menjauh. Ini menunjukkan Ayub merasa benar-benar ditinggalkan oleh segala sumber daya.

Tahukah kamu

Hikmat yang hilang

Dalam bahasa Ibrani, 'hikmat' di sini (chokmah) sering merujuk pada keterampilan hidup atau kebijaksanaan praktis, bukan sekadar pengetahuan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 6:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 6:13

✕  Sering dikira

Ayub kehilangan imannya kepada Allah

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru masih berbicara kepada Allah, tetapi merasa Allah tidak menolongnya saat itu

✕  Sering dikira

Ayub sedang menyerah total

✓  Yang sebenarnya

Ia masih mencari jawaban dan berharap, hanya saja merasa tidak ada jalan keluar

Renungan

Renungan Singkat Ayub 6:13

Kita semua mengalami momen ketika merasa tidak mampu menghadapi hidup. Saat itu, jangan malu untuk mengakui kelemahan; justru di situlah kita bisa belajar bersandar kepada Tuhan.

Tuhan, saat aku merasa lemah dan tanpa harapan, ingatkanlah aku bahwa kekuatan-Mu cukup bagiku. Amin.