Awan Murka Menutupi Sion
Ratapan 2:1-22
Murka TUHAN terhadap Sion
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Murka yang Menutupi Kemuliaan
Penulis menggambarkan Tuhan bertindak seperti musuh, menyebabkan kehancuran total Yerusalem. Kemuliaan Israel dibuang dari tempat kudus, dan Tuhan tidak lagi mengingat tumpuan kaki-Nya.
Di mana
Yerusalem
Kota yang hancur, puing-puing
Kapan
~586 SM
Kehancuran Bait Suci dan Pembuangan Babel
Yang berbicara
Penulis Ratapan
Saksi mata kehancuran Yerusalem, mungkin Yeremia
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang berduka atas Yerusalem
Arti tiap ayat
Penjelasan Ratapan 2:1-22 Ayat per Ayat
Ratapan 2:1
Ayat ini menggambarkan murka Tuhan atas Yerusalem, yang disebut 'putri Sion'. Tuhan menutupinya dengan awan dan melemparkan kemuliaan Israel dari langit ke bumi, menunjukkan bahwa keagungan dan kehormatan mereka telah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:2
Tuhan tanpa belas kasihan menghancurkan tempat tinggal Yakub dan benteng-benteng Yehuda. Ia merobohkan kerajaan dan pemimpinnya ke tanah, serta menajiskan mereka. Ini menunjukkan bahwa tidak ada yang begitu kokoh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:3
Dalam kemarahan-Nya, Tuhan mematahkan tanduk Israel, simbol kekuatan. Tangan kanan-Nya yang menolong kini ditarik, dan Ia membakar Yakub seperti api. Ini menggambarkan kehilangan perlindungan dan kekuatan yang semula…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:4
Tuhan melenturkan busur-Nya seperti musuh dan mengacungkan tangan kanan-Nya sebagai lawan. Ia membunuh semua yang menyenangkan mata, mencurahkan murka-Nya seperti api. Ini adalah gambaran yang kuat tentang Tuhan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:5
Tuhan menjadi seperti musuh bagi Israel: Ia menelan istana dan menghancurkan benteng, serta melipatgandakan perkabungan dan ratapan. Ini menunjukkan bahwa dosa dapat membuat Tuhan melawan kita, bukan membela kita.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:6
Tuhan merusak kemah-Nya dan tempat pertemuan-Nya, membuat Sion melupakan perayaan dan hari Sabat. Raja dan imam direndahkan dalam murka-Nya. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang palsu akan dihancurkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:7
Ayat ini menggambarkan betapa parahnya penghancuran yang Tuhan izinkan atas Yerusalem: mezbah dan tempat kudus-Nya sendiri tidak luput, dan bait-Nya yang kudus menjadi tempat keramaian musuh, kebalikan dari perayaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:8
Tuhan bertekad menghancurkan tembok Sion dengan alat ukur, menunjukkan penghakiman yang adil dan terukur. Tembok yang dulu menjadi benteng kini meratap dan runtuh bersama-sama.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:9
Gerbang kota hancur, raja dan pemimpin dibuang, hukum Taurat tidak ada, dan nabi tidak menerima penglihatan. Ini menunjukkan hilangnya segala bentuk kepemimpinan spiritual dan politik.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:10
Para tua-tua duduk diam di tanah, mengenakan kabung dan menabur debu, sementara gadis-gadis menunduk malu. Ini gambaran kesedihan total dan hilangnya martabat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:11
Penulis menggambarkan dampak kehancuran secara emosional: mata sembab, batin bergolak, hati hancur karena melihat anak-anak pingsan kelaparan di jalan. Ini adalah kesedihan yang mendalam.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:12
Anak-anak kecil bertanya tentang makanan yang tidak ada, lalu pingsan seperti orang terluka di jalan, nyawa mereka habis di pelukan ibu. Ini menunjukkan kelaparan yang begitu parah hingga anak-anak menderita.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:13
Ayat ini menunjukkan kesedihan yang mendalam atas kehancuran Yerusalem. Penulis tidak dapat menemukan kata-kata untuk menghibur karena penderitaan sangat luas seperti lautan. Ini mengungkapkan keputusasaan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:14
Ayat ini mengkritik nabi-nabi palsu yang memberikan ramalan menyesatkan, bukan menyingkapkan dosa bangsa. Mereka gagal membawa pertobatan sehingga bangsa terus berjalan menuju kehancuran. Ini menekankan pentingnya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:15
Ayat ini menggambarkan penghinaan para pelintas jalan terhadap Yerusalem yang dahulu dijuluki 'kesempurnaan keindahan, sukacita seluruh bumi'. Mereka bersiul dan menggelengkan kepala karena melihat kota itu hancur. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:16
Ayat ini menggambarkan kegembiraan musuh-musuh Yerusalem atas kehancurannya. Mereka membuka mulut lebar-lebar, bersiul, dan menggertakkan gigi, berkata bahwa mereka telah menelan kota itu. Ini memperlihatkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:17
Ayat ini mengakui bahwa apa yang terjadi adalah rencana Tuhan. Dia menggenapi firman-Nya yang telah Dia perintahkan sejak zaman dahulu. Tuhan merobohkan tanpa belas kasihan dan membuat musuh bersukacita. Ini menekankan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:18
Ayat ini mengajak hati untuk menjerit kepada Tuhan dan tembok putri Sion untuk menangis siang malam tanpa henti. Ini adalah panggilan untuk meratapi dosa dan penderitaan dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:19
Ayat ini mengajak umat untuk bangun dan berseru kepada Tuhan pada malam hari, mencurahkan isi hati seperti air di hadapan-Nya, dan mengangkat tangan untuk memohon belas kasihan bagi anak-anak yang kelaparan di jalanan.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:20
Ayat ini mempertanyakan Tuhan: apakah Engkau tega membiarkan perempuan memakan anaknya sendiri dan imam serta nabi dibunuh di tempat kudus? Ini mengungkap keputusasaan total dan penderitaan yang tak terbayangkan, serta…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:21
Ayat ini menggambarkan betapa mengerikannya hari murka Tuhan: pemuda dan orang tua mati di jalanan, gadis-gadis dan pemuda-pemuda dibunuh dengan pedang, tanpa belas kasihan. Ini adalah gambaran kehancuran total yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ratapan 2:22
Ayat ini mengibaratkan murka Tuhan seperti hari perayaan, di mana Dia memanggil semua kengerian untuk mengepung umat-Nya. Tidak ada yang luput atau selamat, dan bahkan mereka yang diasuh dan dibesarkan telah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →