Seruan kepada tembok Sion

Ratapan 2:18

Murka Tuhan atas Putri Sion

PerikopMurka TUHAN terhadap Sion · Ratapan 2:1-22 →
“Hati mereka menjerit kepada Tuhan. Hai tembok putri Sion, biarlah air mata mengalir seperti sungai siang dan malam. Jangan berikan istirahat kepada dirimu sendiri; jangan biarkan matamu beristirahat.”

Ratapan 2:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ratapan 2:18?

Ayat ini mengajak hati untuk menjerit kepada Tuhan dan tembok putri Sion untuk menangis siang malam tanpa henti. Ini adalah panggilan untuk meratapi dosa dan penderitaan dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

Latar belakang

Undangan untuk menangis dan berdoa

Penulis menyatakan bahwa hati orang-orang berteriak kepada Tuhan, lalu menyerukan kepada tembok putri Sion untuk membiarkan air mata mengalir seperti sungai siang dan malam. Ini adalah ajakan untuk meratap secara terus-menerus, jangan memberi istirahat pada mata, sebagai bentuk pertobatan dan permohonan.

Di mana

Yerusalem

Di sekitar tembok kota yang hancur.

Kapan

~586 SM

Penghukuman dan Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Yerusalem
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ratapan

Penyintas kehancuran Yerusalem, saksi mata penderitaan bangsanya.

T

Kepada

Tembok Putri Sion

Personifikasi kota Yerusalem yang sedang berkabung, dan juga kepada penduduknya.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צָעַק

tsa'aq · menjerit

berteriak minta tolong

נַחַל

nachal · sungai

aliran air, anak sungai

דּוּמָם

dumam · istirahat

diam, tenang, berhenti

Ketiga kata ini menggambarkan intensitas ratapan: 'berteriak', 'mengalir seperti sungai', dan 'tidak ingin berhenti'. Ini adalah tangisan yang tak kenal henti dan lahir dari hati yang hancur.

Tahukah kamu

Bait Suci memiliki tradisi meratap di tembok barat.

Tembok Barat di Yerusalem (Kotel) hingga kini menjadi tempat orang Yahudi menangis dan berdoa, mengingat kehancuran Bait Suci.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 2:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ratapan 2:18

✕  Sering dikira

Menganggap air mata sebagai tanda kurang iman.

✓  Yang sebenarnya

Menangis di sini adalah bentuk doa dan pertobatan yang sungguh.

✕  Sering dikira

Berpikir bahwa 'tembok' hanyalah metafora, bukan entitas nyata.

✓  Yang sebenarnya

Dalam puisi Ibrani, tembok dipersonifikasikan untuk mewakili seluruh kota dan penduduknya yang menderita.

Renungan

Renungan Singkat Ratapan 2:18

Jangan menahan air mata atau berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Luangkan waktu untuk meratap dan berdoa, karena Tuhan menerima tangisan kita.

Tuhan, aku mencurahkan segala dukaku kepada-Mu; biarlah air mataku menjadi doa dan hatiku tidak berhenti berseru kepada-Mu. Amin.