Mata penulis sembab karena air mata

Ratapan 2:11

Kemurkaan Tuhan dan Ratapan Sion

Mataku sembap karena air mata, dan batinku bergejolak. Hatiku ditumpahkan ke tanah karena kehancuran putri bangsaku. Anak-anak dan bayi-bayi pingsan di jalan-jalan kota.

Ratapan 2:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ratapan 2:11?

Penulis menggambarkan dampak kehancuran secara emosional: mata sembab, batin bergolak, hati hancur karena melihat anak-anak pingsan kelaparan di jalan. Ini adalah kesedihan yang mendalam.

Latar belakang

Kepedihan yang tak tertahankan

Penulis menggambarkan kondisi matanya yang sembab karena terus menangis, dan batinnya yang bergolak hebat. Hatinya seakan tercurah ke tanah karena melihat kehancuran bangsanya, bahkan anak-anak dan bayi pingsan kelaparan di jalan-jalan.

Di mana

Yerusalem

Di tengah reruntuhan kota

Kapan

~587 SM

Segera setelah kehancuran

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Babel menghancurkan kota
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang menangis, ~587 SM

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang membaca kitab ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּלְתָה

kalta · sembap

menjadi redup, habis, kehilangan kekuatan karena menangis

חֳמַרְמְרוּ

khamarmaru · bergejolak

menjadi panas, bergejolak seperti api, batin yang sangat gelisah

נִשְׁפַּךְ

nishpakh · ditumpahkan

dituangkan, dicurahkan, seperti air yang mengalir keluar

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kesedihan bukan hanya emosi, tetapi memengaruhi fisik: mata habis, batin membara, dan hati tercurah. Ini menunjukkan kesedihan yang total, meliputi seluruh keberadaan.

Tahukah kamu

Air mata dalam puisi Ibrani

Dalam puisi Ibrani, air mata sering menjadi metafora untuk kesedihan yang mendalam, tetapi di sini disebutkan secara harfiah, menunjukkan realitas fisik yang menyakitkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 2:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ratapan 2:11

✕  Sering dikira

Anggap ini sekadar hiperbola atau gaya bahasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah gambaran nyata dari penderitaan yang dialami penulis, yang jujur tentang emosinya.

✕  Sering dikira

Mengira penulis hanya sedih untuk dirinya sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Ia sangat berempati dan sedih karena melihat penderitaan orang lain, terutama anak-anak.

Renungan

Renungan Singkat Ratapan 2:11

Biarkan hatimu peka terhadap penderitaan sesama, dan jadilah tangan Tuhan untuk menolong mereka yang membutuhkan. Empati adalah langkah awal untuk bertindak.

BaPa, patahkan hatiku bagi hal-hal yang mematahkan hati-Mu, dan pakailah aku untuk membawa penghiburan-Mu. Amin.