Tali pengukur penghancuran

Ratapan 2:8

Murka Tuhan atas Sion

TUHAN bertekad menghancurkan tembok putri Sion. Dia merentangkan tali pengukur. Dia tidak menahan tangan-Nya untuk menghancurkan. Dia membuat benteng dan tembok meratap; mereka merana bersama-sama.

Ratapan 2:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ratapan 2:8?

Tuhan bertekad menghancurkan tembok Sion dengan alat ukur, menunjukkan penghakiman yang adil dan terukur. Tembok yang dulu menjadi benteng kini meratap dan runtuh bersama-sama.

Latar belakang

Penghancuran yang direncanakan

Yeremia menegaskan bahwa TUHAN bertekad menghancurkan tembok Yerusalem. Dia menggunakan tali pengukur, alat yang biasanya untuk membangun, tetapi di sini untuk menandai kehancuran. Tembok dan benteng meratap, tetapi semuanya sia-sia.

Di mana

Tembok Yerusalem

Di sepanjang tembok yang runtuh

Kapan

~586 SM

Penghakiman dan Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Bait Suci dihancurkan
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang menyaksikan kehancuran Yerusalem, ~50 tahun

B

Kepada

Bangsa Yehuda

Orang-orang yang berada dalam pembuangan dan yang tersisa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָו

qav · tali pengukur

Tali ukur, garis untuk mengukur atau menentukan batas

חָשַׁב

chashav · bertekad

Merencanakan, menghitung, atau menganggap

אָבַל

aval · meratap

Berkabung, meratap, atau menjadi kering

Idea 'merencanakan' menunjukkan bahwa kehancuran ini bukan kebetulan; Allah bertindak dengan sengaja. Tali pengukur melambangkan keputusan yang pasti, dan 'meratap' menggambarkan respons makhluk terhadap murka ilahi.

Tahukah kamu

Tali pengukur

Dalam Alkitab, tali pengukur sering menjadi simbol penghakiman (2 Raja-raja 21:13), namun juga dipakai untuk pembangunan (Zakharia 2:5). Di sini, maknanya negatif: Allah mengukur untuk membongkar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 2:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ratapan 2:8

✕  Sering dikira

Mengira Allah bertindak seperti iblis, menghancurkan tanpa tujuan.

✓  Yang sebenarnya

Penghancuran ini adalah cara Allah mendisiplinkan umat-Nya dan memenuhi perjanjian.

✕  Sering dikira

Mengira tembok yang hancur berarti Allah gagal melindungi.

✓  Yang sebenarnya

Allah sendiri yang menghancurkannya sebagai hukuman, bukan karena kelemahan.

Renungan

Renungan Singkat Ratapan 2:8

Terkadang Tuhan meruntuhkan apa yang kita andalkan, bukan untuk menghukum, tetapi untuk membangun kembali dengan fondasi yang benar. Relakan apa yang menghalangi kita untuk bergantung hanya pada-Nya.

Tuhan, bongkarlah segala benteng palsu dalam hidupku dan gantikan dengan ketergantungan yang murni kepada-Mu. Amin.