Menopang Saudara yang Miskin
Imamat 25:35-55
Peraturan untuk Pemilik Budak
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Hidup Bersama dalam Kemiskinan
Ayat ini mengajarkan agar kita menopang saudara yang jatuh miskin, memperlakukan mereka seperti orang asing atau pendatang, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Ini menekankan tanggung jawab komunal untuk menjaga martabat setiap orang.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat bangsa Israel berkemah
Kapan
~1440 SM
Taurat
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, pemberi hukum dan pemilik tanah
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara perjanjian
Arti tiap ayat
Penjelasan Imamat 25:35-55 Ayat per Ayat
Imamat 25:35
Ayat ini memerintahkan untuk menopang saudara yang miskin, memperlakukannya seperti orang asing atau pendatang, agar bisa hidup. Ini adalah panggilan untuk peduli pada sesama yang membutuhkan, bukan mengabaikan atau…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:36
Larangan membebankan bunga kepada saudara yang miskin menunjukkan kepedulian Allah terhadap keadilan dan kerahiman. Mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain dilarang, sebaliknya kita harus membantu tanpa pamrih…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:37
Ayat ini melarang memungut bunga atau mengambil keuntungan saat meminjamkan uang atau makanan kepada sesama Israel yang miskin. Tujuan utamanya adalah agar bantuan tidak menjadi beban, melainkan wujud nyata kasih dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:38
Allah mengingatkan bahwa Dia adalah TUHAN yang membawa Israel keluar dari Mesir dan memberikan tanah Kanaan. Ini menjadi dasar mengapa umat harus hidup kudus dan saling mengasihi, termasuk dalam hal keuangan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:39
Ayat ini mengatur tentang orang Israel yang jatuh miskin dan menjual dirinya. Tuannya tidak boleh memperlakukannya sebagai budak, melainkan sebagai pekerja upahan atau pendatang. Prinsipnya: setiap orang berharga dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:40
Orang yang menjual diri harus diperlakukan seperti buruh atau orang asing, bukan budak, dan hanya boleh bekerja sampai tahun Yobel. Setelah itu, ia bebas kembali kepada keluarganya dan tanah warisannya, karena tahun…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:41
Pada tahun Yobel, orang yang menjual diri itu beserta anak-anaknya harus dilepaskan dan boleh kembali ke keluarganya serta tanah pusakanya. Ini menegaskan bahwa tahun Yobel adalah waktu pemulihan total: kemerdekaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:42
Israel adalah hamba-hamba TUHAN yang dibawa keluar dari Mesir, jadi mereka tidak boleh dijual sebagai budak. Ini menegaskan bahwa kepemilikan mutlak atas umat ada pada Allah, dan tidak ada manusia yang berhak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:43
Ayat ini melarang orang Israel memperlakukan sesama Israel yang menjadi miskin dan menjual diri dengan kejam. Mereka harus takut akan Allah, yang menunjukkan bahwa perlakuan adil didasarkan pada hormat kepada Tuhan,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:44
Ayat ini mengizinkan orang Israel memiliki budak dari bangsa-bangsa lain di sekitar mereka, tetapi tidak dari sesama Israel. Ini menunjukkan pembedaan antara budak asing dan saudara sebangsa dalam konteks sosial waktu…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:45
Orang Israel boleh membeli budak dari pendatang asing yang tinggal di antara mereka, dan budak tersebut menjadi milik mereka. Ini menunjukkan bahwa sistem perbudakan diizinkan untuk orang asing, tetapi tidak untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:46
Ayat ini memperbolehkan budak asing diwariskan sebagai milik tetap, tetapi melarang memerintah sesama Israel dengan kejam. Ini menegaskan status khusus umat Israel sebagai hamba-hamba Allah yang telah dibebaskan dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:47
Jika seorang Israel menjadi miskin dan menjual diri kepada pendatang asing yang kaya, ia tetap memiliki hak untuk ditebus, seperti halnya jika ia menjual diri kepada orang Israel. Ini menunjukkan bahwa perlindungan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:48
Ayat ini menegaskan bahwa seorang Israel yang menjual dirinya kepada orang asing harus diberi hak tebus, dan kerabatnya berhak menebusnya. Ini menekankan pentingnya solidaritas keluarga dan komunitas dalam memulihkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:49
Ayat ini berbicara tentang hak penebusan bagi orang Israel yang menjadi miskin dan menjual dirinya kepada pendatang. Jika ia memiliki saudara, paman, sepupu, atau keluarga dekat, mereka berhak menebusnya. Atau, jika ia…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:50
Ayat ini mengatur perhitungan tebusan bagi orang Israel yang menjual dirinya. Ia dan pembelinya harus menghitung mulai dari tahun penjualan sampai tahun Yobel. Harga tebusannya ditentukan berdasarkan jumlah tahun itu,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:51
Jika masih banyak tahun sampai tahun Yobel, maka harga tebusannya lebih tinggi, karena pembeli telah membayar lebih banyak untuk waktu kerja yang tersisa. Ini menunjukkan prinsip keadilan kompensasi: semakin lama waktu…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:52
Jika waktu yang tersisa sampai tahun Yobel hanya sedikit, maka harga tebusannya disesuaikan lebih rendah. Perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tahun yang ada, sehingga orang yang ditebus tidak dibebani dengan biaya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:53
Orang yang menjual dirinya harus diperlakukan sebagai buruh, bukan budak, dan tidak boleh diperintah dengan kejam. Pemiliknya harus menjaga martabatnya, meskipun ia dalam status yang lebih rendah. Ini mengajarkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:54
Jika orang Israel yang menjual dirinya tidak ditebus oleh keluarga atau dirinya sendiri, ia tetap harus dibebaskan pada tahun Yobel, bersama anak-anaknya. Ini adalah jaminan bahwa tidak ada orang Israel yang menjadi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 25:55
Ayat ini menegaskan bahwa orang Israel adalah hamba-hamba Tuhan yang telah dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Karena itu, mereka tidak boleh diperbudak oleh sesama orang Israel, karena kepemilikan tertinggi atas…
Arti lengkap, studi kata & renungan →