Kerja Seperti Buruh

Imamat 25:53

Tahun Yobel dan Keadilan Sosial

Dia harus tinggal sebagai buruh dari tahun ke tahun. Janganlah kamu membiarkan ia diperintah dengan kejam di depan matamu.

Imamat 25:53 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 25:53?

Orang yang menjual dirinya harus diperlakukan sebagai buruh, bukan budak, dan tidak boleh diperintah dengan kejam. Pemiliknya harus menjaga martabatnya, meskipun ia dalam status yang lebih rendah. Ini mengajarkan perlakuan yang manusiawi terhadap pekerja.

Latar belakang

Perlakuan yang Manusiawi

Orang Israel yang menjual diri harus diperlakukan sebagai buruh, bukan budak, dan dilarang diperintah dengan kejam. Ini menegaskan martabat setiap orang.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, saat bangsa Israel berkemah

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum di Gunung Sinai

M

Kepada

Musa

Pemimpin umat Israel, perantara Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֹא

lo · janganlah

tidak, jangan

רָדָה

radah · perintah

memerintah, menguasai dengan keras

פָּרֶךְ

perekh · kejam

kekerasan, penindasan

Kata 'lo' menegaskan larangan mutlak, 'radah' menyiratkan kekuasaan yang harus dibatasi, dan 'perekh' berarti penindasan yang dilarang keras, menunjukkan Allah sangat peduli pada keadilan.

Tahukah kamu

Istilah 'di depan matamu'

Frasa ini mengandung makna bahwa perlakuan kejam tidak boleh terjadi di hadapan publik, menunjukkan pengawasan sosial.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:53

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 25:53

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya untuk budak Israel, bukan untuk kita.

✓  Yang sebenarnya

Ini prinsip perlakuan adil terhadap pekerja, relevan bagi semua.

✕  Sering dikira

Menyangka larangan kejam hanya soal fisik.

✓  Yang sebenarnya

Bisa mencakup penindasan ekonomi dan psikologis.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 25:53

Perlakukan setiap orang yang bekerja untukmu dengan hormat, tidak memandang statusnya. Jadilah pemimpin atau majikan yang adil dan penuh kasih.

Ya Allah, mampukan aku memperlakukan sesamaku dengan hormat dan tanpa kekejaman, sebagaimana Engkau memperlakukanku. Amin.