Sumber Budak yang Diizinkan

Imamat 25:44

Tahun Yobel dan Hak Milik Tanah

PerikopPeraturan untuk Pemilik Budak · Imamat 25:35-55 →
“Hamba laki-laki dan hamba perempuan yang kamu miliki haruslah berasal dari bangsa-bangsa yang ada di sekelilingmu. Hanya dari merekalah kamu harus membeli hamba laki-laki dan hamba perempuan.”

Imamat 25:44 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 25:44?

Ayat ini mengizinkan orang Israel memiliki budak dari bangsa-bangsa lain di sekitar mereka, tetapi tidak dari sesama Israel. Ini menunjukkan pembedaan antara budak asing dan saudara sebangsa dalam konteks sosial waktu itu.

Latar belakang

Sumber Budak yang Sah: Bangsa Asing

Ayat ini memberikan aturan tentang dari mana orang Israel boleh mendapatkan budak. Mereka diizinkan membeli budak dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka, tetapi tidak dari sesama Israel.

Di mana

Gunung Sinai

Di tengah padang gurun, saat Allah memberikan hukum-Nya

Kapan

~1445 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum dan penebus umat-Nya

M

Kepada

Musa

Pemimpin Israel, perantara antara Allah dan umat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֶבֶד

eved · hamba

budak, pelayan, atau hamba

קָנָה

qanah · membeli

memperoleh, membeli, atau memiliki

סָבִיב

saviv · sekelilingmu

di sekitar, lingkungan sekitar

Kata 'eved' (hamba) dan 'qanah' (membeli) menunjukkan bahwa kepemilikan budak adalah transaksi legal, tetapi asal budak dibatasi pada bangsa-bangsa lain. Ini menegaskan status khusus Israel sebagai umat tebusan Allah.

Tahukah kamu

Konteks sejarah perbudakan

Pada zaman kuno, perbudakan adalah praktik umum di seluruh Timur Tengah. Hukum ini mengatur perbudakan untuk mencegah eksploitasi berlebihan terhadap sesama Israel, sementara masih mengizinkan budak asing.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:44

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 25:44

✕  Sering dikira

Ayat ini dianggap melegalkan perbudakan tanpa batas.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru membatasi dari mana budak boleh diambil, hanya dari bangsa asing, bukan dari sesama Israel.

✕  Sering dikira

Orang Israel diwajibkan untuk memiliki budak.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini hanya mengizinkan, bukan mewajibkan, dan memberikan aturan jika mereka melakukannya.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 25:44

Meski kita tidak lagi hidup di zaman perbudakan, prinsip ini mengingatkan kita untuk memperlakukan orang-orang yang berbeda latar belakang dengan hormat, tanpa merasa lebih tinggi dari mereka.

Ya Allah, ajari aku untuk melihat setiap orang sebagai berharga di mata-Mu, tanpa memandang status atau asal usulnya. Amin.