Kekeringan melanda Yehuda
Yeremia 14:1-22
Musim Kemarau
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Firman tentang Kekeringan
Sekitar tahun 586 SM, Yehuda mengalami kekeringan hebat. Ayat ini menjadi pembuka rangkaian pesan TUHAN kepada Yeremia, menggambarkan bencana yang sedang terjadi.
Di mana
Yerusalem
Latar naskah, masa pemerintahan Zedekia
Kapan
~586 SM
Periode Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis/Redaktur
Tradisi Yeremia, menulis catatan kenabian
Kepada
Pembaca Kitab Yeremia
Umat yang hidup setelah pembuangan
Arti tiap ayat
Penjelasan Yeremia 14:1-22 Ayat per Ayat
Yeremia 14:1
Ayat ini mencatat bahwa TUHAN menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Yeremia tentang bencana kekeringan yang akan menimpa Yehuda. Ini menunjukkan bahwa Allah berkomunikasi dengan umat-Nya melalui para nabi-Nya, dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:2
Ayat ini menggambarkan dampak kekeringan yang parah: Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya menjadi lemah, dan ratapan naik dari Yerusalem. Ini adalah gambaran kesedihan kolektif dan penderitaan yang meluas akibat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:3
Ayat ini menunjukkan betapa putus asanya para bangsawan dan rakyat ketika mencari air: mereka mengutus pelayan untuk mencari air, tetapi sumur-sumur kering, sehingga mereka kembali dengan tempayan kosong, merasa malu…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:4
Ayat ini melanjutkan gambaran kekeringan: tanah retak karena tidak ada hujan, dan para petani menjadi malu serta menutupi kepala. Tanah yang retak melambangkan kehancuran dan ketidaksuburan, sementara rasa malu petani…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:5
Ayat ini mengilustrasikan dampak kekeringan terhadap alam liar: rusa betina yang biasanya merawat anaknya justru meninggalkan anaknya karena tidak ada rumput. Ini menggambarkan betapa krisisnya keadaan sehingga naluri…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:6
Ayat ini menggambarkan keledai liar yang berdiri di bukit-bukit gundul, menghirup udara seperti serigala (atau mengibas-ngibaskan ekor), dengan mata yang sayu karena tidak ada tumbuhan. Ini menunjukkan keputusasaan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:7
Di tengah kekeringan, umat mengakui dosa mereka dan memohon TUHAN bertindak demi nama-Nya, bukan karena mereka layak. Mereka sadar bahwa kejahatan mereka banyak, tetapi mereka tetap berharap pada kasih setia TUHAN.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:8
TUHAN disebut sebagai Pengharapan Israel dan Penolong pada masa kesusahan. Namun, umat merasa Dia seperti orang asing atau pengembara yang hanya singgah, tidak tinggal tetap. Ini adalah keluhan karena merasa Tuhan jauh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:9
Umat bertanya mengapa TUHAN seperti orang yang tidak berdaya atau tidak mampu menyelamatkan. Padahal mereka tahu Dia ada di tengah-tengah mereka dan mereka disebut dengan nama-Nya. Ini adalah doa yang memohon agar…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:10
TUHAN menjawab bahwa bangsa itu senang mengembara dan tidak menahan kaki mereka, yaitu mereka terus berbuat dosa. Karena itu, TUHAN tidak menerima mereka dan akan mengingat serta menghukum dosa-dosa mereka. Ini adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:11
TUHAN melarang Yeremia untuk berdoa bagi kesejahteraan bangsa itu. Ini menunjukkan bahwa hukuman sudah pasti dan tidak bisa dielakkan. Allah tidak ingin Yeremia memohonkan hal yang bertentangan dengan kehendak-Nya,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:12
TUHAN menegaskan bahwa ibadah seperti puasa dan kurban tidak akan diterima-Nya bagi bangsa yang terus berbuat dosa. Hukuman akan datang melalui pedang, kelaparan, dan penyakit sampar. Ini menunjukkan bahwa ritual…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:13
Yeremia menanggapi firman TUHAN dengan memprotes bahwa ada nabi-nabi lain yang menjanjikan damai dan tidak akan ada perang atau kelaparan. Ini menunjukkan konflik antara pesan TUHAN dan nubuatan dari nabi palsu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:14
TUHAN menjawab bahwa para nabi itu bernubuat palsu; mereka tidak diutus TUHAN, melainkan menubuatkan penglihatan dari pikiran mereka sendiri. Nubuatan mereka adalah dusta dan sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:15
TUHAN menyatakan bahwa nabi-nabi palsu yang bernubuat tentang damai akan mati oleh pedang dan kelaparan, karena mereka tidak diutus oleh TUHAN. Ini menunjukkan konsekuensi dari kesesatan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:16
Orang-orang yang mendengarkan nabi palsu akan mengalami bencana: mereka akan mati di jalan-jalan Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan mereka. Tuhan akan mencurahkan kejahatan mereka atas mereka.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:17
TUHAN memerintahkan Yeremia untuk berkata kepada bangsa itu agar ia membiarkan air matanya bercucuran siang malam tanpa henti, karena puteri bangsanya (Yerusalem) telah diremukkan dengan luka parah. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:18
Jika Yeremia pergi ke ladang, ia akan melihat orang mati oleh pedang; jika ke kota, orang mati kelaparan. Nabi dan imam juga mengembara ke negeri yang tidak mereka kenal. Ini menggambarkan kehancuran total Yehuda.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:19
Ayat ini adalah keluhan umat yang merasa ditolak dan dipukul oleh Tuhan tanpa kesembuhan. Mereka mencari damai dan kesembuhan, tetapi yang mereka temui hanya kengerian dan kehancuran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:20
Umat mengakui kefasikan mereka dan dosa nenek moyang mereka, serta dosa mereka sendiri terhadap Tuhan. Ini adalah pengakuan yang jujur dan rendah hati.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:21
Umat memohon agar Tuhan tidak menolak mereka demi nama-Nya, tidak mencemarkan takhta kemuliaan-Nya, dan mengingat perjanjian-Nya. Ini adalah permohonan belas kasihan berdasarkan karakter Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 14:22
Ayat ini menegaskan bahwa berhala tidak mampu mendatangkan hujan, hanya Tuhan yang dapat melakukannya. Karena itu, umat menaruh harapan kepada Tuhan yang melakukan semuanya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →