Hujan Hanya dari TUHAN
Yeremia 14:22
Kekeringan, Doa, dan Penghakiman
“Adakah di antara berhala palsu milik bangsa-bangsa yang dapat mendatangkan hujan? Atau, dapatkah langit mencurahkan hujan? Bukankah itu Engkau, ya TUHAN Allah kami? Karena itu, kami akan berharap kepada-Mu karena Engkaulah yang melakukan semua ini.”Yeremia 14:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu? Yeremia 15.1–5 75”Yeremia 14:22 · TB
Terjemahan Baru
“Dewa-dewa bangsa-bangsa tak dapat menurunkan hujan ke bumi. Langit pun tak bisa juga mencurahkan hujan dengan kuasanya sendiri. Hanya Engkaulah harapan kami. Engkau membuat semua itu terjadi.”Yeremia 14:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Are there any among the vanities of the Gentiles that can cause rain? or can the heavens give showers? art not thou he, O LORD our God? therefore we will wait upon thee: for thou hast made all these things.”Yeremia 14:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 14:22?
Ayat ini menegaskan bahwa berhala tidak mampu mendatangkan hujan, hanya Tuhan yang dapat melakukannya. Karena itu, umat menaruh harapan kepada Tuhan yang melakukan semuanya.
Latar belakang
Pertanyaan Retoris yang Menegaskan Kedaulatan Allah
Yeremia mengakhiri doanya dengan dua pertanyaan retoris yang menegaskan bahwa hanya Allah yang mampu mendatangkan hujan. Dia membandingkan berhala-berhala palsu yang tak berdaya dengan kuasa Allah, dan menyatakan harapannya kepada TUHAN.
Di mana
Yerusalem
Dalam doa pribadi, mungkin di Bait Allah
Kapan
~600 SM
Zaman Kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang menangis, ~40 tahun, melayani di masa sulit
Kepada
TUHAN Allah
Allah Israel yang Mahakuasa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֱלִילִים
elilim · berhala palsu
dewa-dewa yang tidak berguna, berhala yang sia-sia
גֶּשֶׁם
geshem · hujan
hujan deras atau lebat, sering dipakai untuk hujan musiman
קָוָה
qavah · berharap
menanti dengan penuh harap, menantikan dengan tekun
Kata 'berhala palsu' (elilim) berarti 'tidak ada' atau 'sia-sia', sementara 'hujan' (geshem) menunjukkan berkat dari langit, dan 'berharap' (qavah) berarti menanti dengan tekun. Ini menegaskan bahwa harapan sejati hanya tertuju pada Allah, bukan pada ilah-ilah yang sia-sia atau kekuatan alam semata.
Tahukah kamu
Dewa Hujan Kanaan
Orang Kanaan menyembah Baal sebagai dewa hujan dan kesuburan. Dengan bertanya 'Adakah di antara berhala palsu... yang dapat mendatangkan hujan?', Yeremia secara implisit menantang klaim Baal, menunjukkan bahwa TUHAN-lah penguasa cuaca yang sebenarnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 14:22
1 Raja-raja 18:41-45
Hujan setelah kekeringan
“Elia berkata kepada Ahab: 'Naiklah, makan dan minumlah, sebab bunyi deru hujan sudah kedengaran.'”
Ulangan 11:13-14
Hujan syarat ketaatan
“Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan perintah-Ku... maka Aku akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya.”
Yoel 2:23
Hujan berkat TUHAN
“Bergembiralah... sebab TUHAN telah memberi hujan pada waktunya, hujan awal dan hujan akhir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 14:22
✕ Sering dikira
Ayat ini seolah-olah mengatakan bahwa Allah tidak peduli dengan doa manusia atau bahwa Yeremia meragukan kuasa Allah.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya, ayat ini adalah pernyataan iman dan pengakuan bahwa Allah satu-satunya sumber pertolongan, bukan ungkapan keraguan.
✕ Sering dikira
Pertanyaan 'Dapatkah langit mencurahkan hujan?' diartikan bahwa hujan murni fenomena alam tanpa keterlibatan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Alkitab, Allah adalah penguasa atas alam, dan hujan adalah berkat atau hajaran dari-Nya, bukan sekadar siklus alamiah.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 14:22
Kita sering bergantung pada hal-hal lain selain Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kita. Ayat ini mengajak kita untuk mengembalikan harapan kita hanya kepada Tuhan, yang berkuasa atas segala sesuatu.
Tuhan, hanya Engkaulah yang sanggup menolongku; ajar aku untuk berharap dan bersandar kepada-Mu dalam segala hal. Amin.