Penghukuman Tuhan tak terhindarkan
Yeremia 14:12
Penghukuman Tuhan tak terhindarkan
PerikopMusim Kemarau · Yeremia 14:1-22 →“Walaupun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka. Walaupun mereka mempersembahkan kurban bakaran dan persembahan biji-bijian, Aku tidak akan menerimanya. Sebaliknya, Aku akan menghabisi mereka dengan pedang, kelaparan, dan penyakit sampar.””Yeremia 14:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar."”Yeremia 14:12 · TB
Terjemahan Baru
“Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak mau memperhatikan seruan mereka minta tolong; dan sekalipun mereka mempersembahkan kepada-Ku kurban bakaran dan kurban gandum, Aku tidak akan senang dengan mereka. Sebaliknya, Aku akan menumpas mereka dengan perang, kelaparan, dan wabah penyakit."”Yeremia 14:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“When they fast, I will not hear their cry; and when they offer burnt offering and an oblation, I will not accept them: but I will consume them by the sword, and by the famine, and by the pestilence.”Yeremia 14:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 14:12?
TUHAN menegaskan bahwa ibadah seperti puasa dan kurban tidak akan diterima-Nya bagi bangsa yang terus berbuat dosa. Hukuman akan datang melalui pedang, kelaparan, dan penyakit sampar. Ini menunjukkan bahwa ritual ibadah tanpa pertobatan sejati tidak berarti di hadapan Allah.
Latar belakang
Tuhan menegaskan tidak akan mendengar
Tuhan menjelaskan bahwa meskipun umat berpuasa dan mempersembahkan korban, Dia tidak akan mendengarkan mereka. Sebaliknya, Dia akan menghabisi mereka dengan pedang, kelaparan, dan penyakit sampar, sehingga penghukuman tidak dapat dihindari.
Di mana
Yerusalem
Sambungan firman Tuhan kepada Yeremia
Kapan
~586 SM
Zaman Kerajaan Yehuda (akhir periode pra-pembuangan)
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang berdaulat dan kudus
Kepada
Yeremia
Nabi yang mendapat tugas berat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צוּם
tsum · berpuasa
tidak makan sebagai tindakan merendahkan diri
עוֹלָה
'olah · kurban bakaran
korban yang dibakar habis di atas altar
מִנְחָה
minchah · persembahan biji-bijian
persembahan berupa tepung atau gandum
Pengorbanan dan ritual keagamaan (olah dan minchah) tidak menyenangkan Tuhan jika tidak disertai hati yang taat. Kata-kata ini mengingatkan bahwa Allah lebih menginginkan ketaatan daripada persembahan.
Tahukah kamu
Puasa pada zaman Alkitab
Puasa sering dilakukan pada masa berkabung atau bencana, tetapi di sini puasa menjadi ritual tanpa makna karena tidak disertai pertobatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 14:12
1 Samuel 15:22
Ketaatan lebih penting daripada korban
“Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba jantan”
Mazmur 51:16-17
Hati yang hancur lebih berharga
“Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban kepada Allah ialah jiwa yang hancur”
Hosea 6:6
Kasih setia yang diinginkan
“Sebab Aku menyukai kasih setia, bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 14:12
✕ Sering dikira
Menganggap Tuhan menolak semua ibadah dan puasa.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menolak ibadah yang munafik, tetapi menerima ibadah yang tulus dari hati yang bertobat.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa hukuman Tuhan adalah balas dendam yang tidak adil.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah konsekuensi dari dosa yang sudah berkali-kali diperingatkan; Tuhan sabar tetapi juga adil.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 14:12
Seringkali kita berpikir bahwa melakukan rutinitas ibadah sudah cukup. Tetapi Tuhan lebih melihat hati dan ketaatan. Jangan sampai kita hidup dalam dosa namun tetap menjalankan ritual agama. Bertobatlah dan biarkan ibadahmu lahir dari hati yang benar.
Bapa, ampunilah aku jika ibadahku hanya formalitas; ubahlah hatiku agar sungguh-sungguh berbalik kepada-Mu, Amin.