Tanah retak, petani malu

Yeremia 14:4

Kekeringan dan Doa Yeremia

PerikopMusim Kemarau · Yeremia 14:1-22 →
“Tanah retak-retak karena tidak ada hujan di negeri itu. Para petani menjadi malu, mereka menutupi kepala mereka.”

Yeremia 14:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 14:4?

Ayat ini melanjutkan gambaran kekeringan: tanah retak karena tidak ada hujan, dan para petani menjadi malu serta menutupi kepala. Tanah yang retak melambangkan kehancuran dan ketidaksuburan, sementara rasa malu petani menunjukkan kegagalan total musim tanam.

Latar belakang

Petani kehilangan harapan

Tanah menjadi retak karena tidak ada hujan, sehingga para petani merasa malu dan menutupi kepala sebagai tanda kesedihan dan aib. Kekeringan ini adalah hukuman Tuhan atas dosa bangsa, dan situasi ini menggambarkan keputusasaan mereka.

Di mana

Yerusalem

Di kota, saat kekeringan melanda, siang hari

Kapan

~587 SM

Menjelang kejatuhan Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kekeringan parah melanda
Babel menghancurkan Yerusalem
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi muda, ~40 tahun, dipanggil Tuhan

P

Kepada

Pembaca/umat

Umat Yehuda yang mengalami kekeringan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חתתה

chatat · retak-retak

menjadi hancur/terkejut, tanah retak karena kekeringan

אכר

ikkar · petani

petani, orang yang menggarap tanah

בוש

bosh · malu

merasa malu atau kecewa, sering karena harapan gagal

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kekeringan bukan hanya bencana alam, tetapi membawa rasa malu dan kehancuran pada seluruh tatanan masyarakat, terutama para petani yang bergantung pada hujan.

Tahukah kamu

Menutup kepala

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menutup kepala dengan kain adalah tanda duka cita atau malu, seperti yang dilakukan petani di sini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 14:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 14:4

✕  Sering dikira

Kekeringan ini hanya fenomena alam biasa.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab mengaitkannya dengan hukuman Tuhan atas dosa bangsa.

✕  Sering dikira

Petani malu karena tidak bisa bekerja.

✓  Yang sebenarnya

Rasa malu lebih karena mereka merasa ditinggalkan Tuhan dan kehilangan martabat.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 14:4

Kegagalan adalah bagian dari hidup, termasuk dalam hal pekerjaan atau panen. Daripada tenggelam dalam malu, mari kita bawakan semua kegagalan kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup memulihkan.

Tuhan, saat aku mengalami kegagalan, tolong aku untuk tidak malu tetapi datang kepada-Mu untuk kekuatan, Amin.