Perintah pertama Yeremia
Yeremia 27:1-22
TUHAN Mengangkat Nebukadnezar Menjadi Pemerintah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Firman di awal pemerintahan Yoyakim
Yeremia menerima firman TUHAN di awal pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda. Ini adalah masa ketika Yehuda berada di antara kekuatan besar Mesir dan Babel. Pesan ini menjadi dasar untuk tindakan simbolis yang akan dilakukan Yeremia.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, sekitar bait Allah
Kapan
~609 SM
Zaman Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Narator
Penulis kitab, mungkin Barukh, mencatat firman Tuhan.
Kepada
Pembaca
Orang Yehuda yang hidup di masa pembuangan.
Arti tiap ayat
Penjelasan Yeremia 27:1-22 Ayat per Ayat
Yeremia 27:1
Ayat ini menandai awal dari pesan Tuhan kepada Yeremia pada masa pemerintahan Raja Yoyakim. Ini menunjukkan bahwa Tuhan berbicara melalui nabi-Nya pada waktu dan konteks sejarah tertentu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:2
Tuhan memerintahkan Yeremia untuk membuat tali dan kuk, lalu memakainya di lehernya sebagai simbol bahwa Yehuda dan bangsa-bangsa lain akan tunduk pada Babel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:3
Yeremia harus mengirim pesan kepada raja-raja Edom, Moab, Amon, Tirus, dan Sidon melalui utusan mereka di Yerusalem, menyampaikan firman Tuhan kepada mereka mengenai kuk Babel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:4
Para utusan harus menyampaikan pesan Tuhan kepada tuan mereka: demikianlah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel, yang harus mereka sampaikan kepada para raja itu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:5
Tuhan menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu, dan Dia berhak memberikan bumi kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ini menunjukkan kekuasaan mutlak Tuhan atas sejarah dan bangsa-bangsa.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:6
Tuhan menyerahkan seluruh negeri kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan menyebutnya 'hamba-Ku'. Ini berarti Tuhan menggunakan Nebukadnezar sebagai alat penghukuman atas umat-Nya yang tidak taat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:7
Ayat ini menubuatkan bahwa banyak bangsa akan melayani Nebukadnezar dan keturunannya sampai tiba waktunya Babel dihukum. Ini menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas sejarah dan menentukan batas waktu bagi setiap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:8
Yeremia 27:8 menyatakan bahwa bangsa yang menolak melayani raja Babel akan dihukum oleh Allah melalui pedang, kelaparan, dan penyakit sampar. Ini adalah peringatan keras bahwa melawan kehendak Allah akan berakibat fatal.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:9
Ayat ini memperingatkan bangsa Yehuda agar tidak mendengarkan nabi-nabi palsu, peramal, juru mimpi, dan dukun yang menjanjikan kebebasan dari Babel. Ajaran mereka menyesatkan dan membawa kehancuran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:10
Ayat ini menjelaskan bahwa nabi-nabi palsu menubuatkan kebohongan yang bertujuan menjauhkan umat dari negeri mereka, sehingga mereka akan diusir dan binasa. Mereka tidak diutus oleh Allah, tetapi berbicara palsu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:11
Ayat ini menjanjikan bahwa bangsa yang mau menyerahkan lehernya ke bawah kuk Babel akan diizinkan tinggal di negerinya sendiri dan mengerjakannya. Ini adalah janji berkat bagi mereka yang tunduk pada keputusan Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:12
Yeremia 27:12 adalah pesan langsung kepada Raja Zedekia untuk menundukkan dirinya di bawah kuk Babel, agar ia dan rakyatnya hidup. Ini adalah panggilan untuk menghindari perlawanan yang sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:13
Ayat ini mengingatkan bahwa menolak tunduk kepada otoritas yang Tuhan tetapkan membawa konsekuensi fatal: mati oleh pedang, kelaparan, dan sampar. Yeremia dengan tegas memperingatkan Zedekia untuk tidak memberontak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:14
Yeremia memperingatkan agar tidak mendengarkan nabi-nabi palsu yang memberikan pesan menyesatkan, dengan berkata mereka tidak akan melayani Babel. Nubuat palsu ini hanya akan membawa celaka, karena mereka tidak diutus…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:15
Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak mengutus nabi-nabi palsu itu, tetapi mereka bernubuat dusta dalam nama-Nya. Akibatnya, Tuhan akan mengusir bangsa itu, dan mereka akan binasa, termasuk para nabi palsu tersebut. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:16
Ayat ini menasihati para imam dan rakyat agar tidak mempercayai nabi-nabi yang mengatakan bahwa bejana-bejana rumah Tuhan akan segera dikembalikan dari Babel. Nubuat itu bohong, karena Allah belum berjanji untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:17
Yeremia mengulangi peringatan untuk tidak mendengarkan nabi-nabi palsu, tetapi melayani Raja Babel agar mereka hidup. Jika mereka menolak, kota Yerusalem akan menjadi reruntuhan. Ini adalah panggilan untuk taat kepada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:18
Yeremia menantang para nabi palsu: jika mereka benar-benar nabi, biarkan mereka berdoa kepada TUHAN agar bejana-bejana yang tersisa tidak diangkut ke Babel. Ini menguji apakah nubuat mereka berasal dari Tuhan atau…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:19
Ayat ini menegaskan bahwa TUHAN semesta alam berbicara tentang benda-benda berharga di rumah TUHAN, istana raja, dan Yerusalem yang tersisa setelah pembuangan pertama. Benda-benda ini akan diangkut ke Babel sebagai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:20
Ayat ini mengingatkan bahwa Nebukadnezar telah membawa Yekhonya, anak Yoyakim, raja Yehuda, beserta bangsawan-bangsawan ke pembuangan di Babel, tetapi masih ada bejana-bejana yang tertinggal. Ini menunjukkan sebagian…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:21
TUHAN semesta alam, Allah Israel, menegaskan bahwa bejana-bejana yang tersisa di rumah TUHAN, istana raja, dan Yerusalem akan diangkut ke Babel. Ini adalah kepastian akan penghukuman yang akan datang bagi Yehuda karena…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yeremia 27:22
Ayat ini menjanjikan bahwa bejana-bejana yang dibawa ke Babel akan tetap di sana sampai Tuhan mengunjungi umat-Nya, dan kemudian akan dibawa kembali ke tempat asalnya. Ini adalah janji pemulihan setelah penghukuman,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →