Nasihat untuk raja

Yeremia 27:12

Kuk Babel dan Nabi Palsu

Kepada Zedekia, raja Yehuda, aku berbicara dengan cara yang sama, ‘Serahkanlah tengkukmu ke bawah kuk Raja Babel dan layanilah dia dan rakyatnya supaya kamu hidup.

Yeremia 27:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 27:12?

Yeremia 27:12 adalah pesan langsung kepada Raja Zedekia untuk menundukkan dirinya di bawah kuk Babel, agar ia dan rakyatnya hidup. Ini adalah panggilan untuk menghindari perlawanan yang sia-sia.

Latar belakang

Peringatan langsung kepada raja

Yeremia menyampaikan pesan yang sama kepada Raja Zedekia: tunduklah pada Babel dan kamu akan hidup. Jika tidak, kematian dan kehancuran menantinya.

Di mana

Yerusalem

Di istana atau tempat umum

Kapan

~597 SM

Zaman para nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Yoyakhin
Kejatuhan Yerusalem
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi Tuhan, ~tahun 597 SM, berani menyampaikan pesan sulit

Z

Kepada

Zedekia

Raja Yehuda, boneka Babel, bimbang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הָבִיא

havi' · serahkanlah

bawa, masukkan (leher ke kuk)

עִבְדוּ

ivdu · layanilah

bekerja, melayani, menjadi budak

חָיָה

chayah · hidup

tetap hidup, selamat

Kata 'layanilah' dan 'hidup' menunjukkan bahwa pelayanan kepada Babel adalah alat Tuhan untuk memelihara hidup, bukan sekadar penaklukan politik.

Tahukah kamu

Raja yang ragu

Zedekia diam-diam meminta Yeremia berdoa, tetapi ia tidak mau tunduk karena takut pada para pejabatnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 27:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 27:12

✕  Sering dikira

Mengira Yeremia berkhianat dengan mendukung musuh.

✓  Yang sebenarnya

Yeremia justru menyelamatkan Yehuda dari kehancuran total.

✕  Sering dikira

Mengira ini berarti kita harus tunduk pada semua penguasa jahat.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pesan spesifik untuk zaman itu, bukan ajaran umum.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 27:12

Pemimpin perlu mendengar nasihat Firman Tuhan meskipun tidak populer. Kita juga, sebagai pemimpin dalam lingkup kecil, harus berani menyampaikan kebenaran untuk kebaikan bersama, bukan menuruti popularitas.

Tuhan, jadikan saya pemimpin yang rendah hati dan berani menyampaikan kebenaran-Mu, sekalipun tidak disukai. Amin.