Hukum tentang Kecemburuan dan Kesetiaan
Bilangan 5:11-31
Suami yang Cemburu
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Tuhan Memberikan Hukum Kecemburuan
Tuhan memerintahkan Musa untuk mengajarkan hukum tentang kasus seorang istri yang dicurigai tidak setia. Hukum ini mengatur prosedur uji kesetiaan bagi istri yang tidak terbukti bersalah tapi dicurigai suaminya.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel yang kudus dan adil
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, penerima hukum Taurat
Arti tiap ayat
Penjelasan Bilangan 5:11-31 Ayat per Ayat
Bilangan 5:11
Ayat ini memulai hukum tentang kecemburuan, yaitu kasus seorang istri yang dicurigai tidak setia kepada suaminya. Ini mengatur prosedur untuk menentukan kesalahan atau ketidakbersalahan istri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:12
Ayat ini menjelaskan situasi di mana seorang istri diduga berselingkuh, meskipun tidak ada saksi. Ini menekankan bahwa Tuhan melihat apa yang tersembunyi, dan hukum ini menjadi cara untuk menyatakan kebenaran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:13
Ayat ini menggambarkan situasi di mana seorang suami curiga istrinya berselingkuh, tetapi tidak ada bukti atau saksi. Ini menegaskan bahwa kecurigaan tanpa bukti tidak dapat dijadikan dasar penghukuman, dan Tuhan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:14
Ayat ini membedakan dua kemungkinan: istri benar-benar berbuat zinah atau suami cemburu tanpa alasan. Ini menunjukkan bahwa perasaan cemburu bisa muncul baik karena kesalahan nyata maupun karena kecurigaan yang tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:15
Ayat ini menjelaskan persembahan yang harus dibawa suami saat istrinya diuji: sepersepuluh efa tepung jelai tanpa minyak atau kemenyan, yang disebut kurban sajian kecemburuan. Ini adalah kurban peringatan untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:16
Ayat ini menunjukkan bahwa imam harus membawa wanita itu ke hadapan TUHAN, yaitu ke tempat kudus, untuk diuji. Ini menegaskan bahwa Tuhan adalah hakim yang adil dan segala sesuatu harus diselesaikan di hadapan-Nya,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:17
Ayat ini menggambarkan persiapan air ujian: air kudus dalam tembikar dicampur dengan debu dari lantai Tenda Suci. Debu ini melambangkan kekudusan tempat Tuhan hadir, dan air ini menjadi alat untuk menyatakan kebenaran…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:18
Ayat ini melanjutkan ritual: wanita berdiri di hadapan TUHAN dengan rambut terurai, memegang kurban sajian, sementara imam memegang air pahit. Rambut terurai menandakan keterbukaan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:19
Ayat ini berisi sumpah yang diucapkan imam kepada istri yang dituduh berselingkuh. Imam meminta wanita itu bersumpah bahwa ia tidak melakukan hubungan dengan laki-laki lain. Jika ia bersumpah demikian, ia akan bebas…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:20
Ayat ini menjelaskan konsekuensi jika seorang istri benar-benar berselingkuh. Jika ia telah menyimpang dan berhubungan dengan laki-laki lain, maka kutuk akan menimpanya. Ini adalah bagian dari hukum untuk mengungkap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:21
Ayat ini menggambarkan kutuk yang dijatuhkan TUHAN kepada wanita yang terbukti berselingkuh: ia akan menjadi kutuk dan sumpah di antara bangsanya, dan mengalami penderitaan fisik. Ini menunjukkan keseriusan dosa dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:22
Ayat ini menjelaskan reaksi fisik yang akan terjadi jika wanita itu bersalah: air kutuk akan masuk ke perutnya dan menyebabkan perut membengkak dan paha menyusut. Wanita itu harus menjawab 'Amin,' menyetujui kutuk itu.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:23
Ayat ini menunjukkan bahwa imam menulis kutukan pada gulungan, lalu menghapusnya dengan air pahit, sehingga air itu mengandung kutuk. Ini melambangkan bahwa firman Tuhan yang tertulis memiliki kuasa, dan ketika air…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:24
Ayat ini melanjutkan prosedur: wanita itu meminum air pahit yang mendatangkan kutuk. Jika ia bersalah, air itu akan menyebabkan rasa pahit dan gejala fisik; jika tidak, ia akan selamat. Ini adalah ujian yang berasal…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:25
Imam mengambil kurban sajian kecemburuan dari tangan wanita dan mengunjukkannya di hadapan TUHAN, lalu membawanya ke atas mezbah. Ini menandakan bahwa seluruh proses diserahkan kepada Tuhan sebagai hakim yang adil.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:26
Imam mengambil segenggam kurban sajian sebagai bagian pengingat, membakarnya di atas mezbah, lalu menyuruh wanita itu meminum air pahit. Tindakan ini melambangkan bahwa dosa dibawa ke hadapan Tuhan dan akibatnya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:27
Jika wanita itu benar-benar bersalah, air kutuk akan menyebabkan penderitaan fisik: perut membengkak dan paha menyusut. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membiarkan dosa tersembunyi; konsekuensinya akan nyata.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:28
Jika wanita itu suci dan tidak bersalah, ia akan terbebas dari kutuk dan tetap subur, dapat memiliki keturunan. Ini menegaskan bahwa Tuhan melindungi orang yang tidak bersalah dan memberi berkat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:29
Ayat ini merangkum hukum tentang kecemburuan: ketika seorang istri tidak setia kepada suaminya dan menajiskan diri, maka prosedur ini berlaku untuk menguji kesalahannya di hadapan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:30
Hukum ini juga berlaku jika seorang suami dilanda kecemburuan terhadap istrinya. Ia harus membawa istrinya ke hadapan Tuhan, dan imam akan menerapkan hukum ini untuk menentukan kebenaran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 5:31
Ayat ini menegaskan bahwa suami yang merasa cemburu dan membawa istrinya ke hadapan imam untuk diuji tidak dianggap bersalah, sementara istri yang terbukti berzinah akan menanggung akibat dari kesalahannya. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →