Sumpah di hadapan imam
Bilangan 5:19
Hukum tentang kecemburuan
“Kemudian, imam harus meminta wanita itu bersumpah dengan berkata, ‘Apabila tidak ada laki-laki lain yang melakukan hubungan denganmu dan jika kamu tidak menyimpang pada kenajisan di belakang suamimu, kamu akan terbebas dari air pahit yang mendatangkan kutuk ini.”Bilangan 5:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka haruslah imam menyumpah perempuan itu dengan berkata kepadanya: Jika tidak benar ada laki-laki yang tidur dengan engkau, dan jika tidak engkau berbuat serong kepada Bilangan 5.20–24 33 kecemaran, padahal engkau di bawah kuasa suamimu, maka luputlah engkau dari air pahit yang mendatangkan kutuk ini;”Bilangan 5:19 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah itu imam harus mengucapkan sumpah dan minta wanita itu menyetujuinya. Imam harus berkata, "Jika engkau tidak berzinah, engkau tidak kena kutuk yang didatangkan oleh air ini.”Bilangan 5:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu imam akan menyuruh perempuan itu menyetujui sumpah berikut:‘Apabila kamu tidak menajiskan dirimu, yaitu bersetubuh dengan laki-laki selain suamimu, maka kutukan air pahit ini tidak akan terjadi kepadamu.”Bilangan 5:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest shall charge her by an oath, and say unto the woman, If no man have lain with thee, and if thou hast not gone aside to uncleanness with another instead of thy husband, be thou free from this bitter water that causeth the curse:”Bilangan 5:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 5:19?
Ayat ini berisi sumpah yang diucapkan imam kepada istri yang dituduh berselingkuh. Imam meminta wanita itu bersumpah bahwa ia tidak melakukan hubungan dengan laki-laki lain. Jika ia bersumpah demikian, ia akan bebas dari air pahit yang mendatangkan kutuk. Ini adalah cara untuk menguji kesetiaan dalam perkawinan.
Latar belakang
Imam meminta sumpah
Imam menyuruh istri yang dicurigai berdiri di hadapan TUHAN dengan rambut terurai, memegang kurban sajian. Imam memegang air pahit dan meminta wanita itu bersumpah, menyatakan bahwa jika ia tidak berselingkuh, ia akan terbebas dari kutuk.
Di mana
Kemah Suci
Di depan pintu Kemah Suci, di hadapan TUHAN
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Imam
Pemimpin ibadah, penengah antara Allah dan umat
Kepada
Istri yang dicurigai
Perempuan Israel yang dibawa suaminya karena kecemburuan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁבַע
shava · bersumpah
mengikat diri dengan janji yang disaksikan Allah
שָׂטָה
satah · menyimpang
berbalik dari jalan yang benar, dalam konteks ini perselingkuhan
אָלָה
alah · kutuk
kata kutuk yang membawa malapetaka jika sumpah dilanggar
Kata-kata ini menekankan bahwa sumpah dihadapan Allah adalah hal serius, dan 'menyimpang' bukan hanya tindakan fisik tetapi juga rohani, karena melanggar perjanjian dengan Allah dan suami.
Tahukah kamu
Rambut terurai
Rambut terurai mungkin tanda penghinaan atau pengakuan dosa, karena wanita biasanya berkerudung di depan umum.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 5:19
Ulangan 29:12
sumpah kutuk
“untuk mengikat perjanjian dengan TUHAN, Allahmu, dan sumpah kutuk yang TUHAN, Allahmu, adakan dengan kamu pada hari ini.”
Amsal 5:3-4
pahitnya perselingkuhan
“Karena bibir perempuan jalang meneteskan madu, dan ucapannya lebih licin dari minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, tajam seperti pedang bermata dua.”
Ibrani 13:4
Allah menghakimi perzinahan
“Hendaklah kamu semua menghormati perkawinan dan jangan mencemarkan tempat tidur, sebab orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 5:19
✕ Sering dikira
Sumpah ini hanya formalitas kosong.
✓ Yang sebenarnya
Sumpah adalah seruan kepada Allah sebagai saksi dengan konsekuensi nyata jika dilanggar.
✕ Sering dikira
Wanita dipaksa bersumpah tanpa hak membela diri.
✓ Yang sebenarnya
Sumpah memberikan kesempatan untuk mengaku atau membela diri di hadapan Allah, meskipun penekanannya pada kesucian.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 5:19
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak perlu sumpah seperti ini, tetapi penting untuk selalu jujur dan setia dalam hubungan. Kejujuran membawa kedamaian, sedangkan kebohongan hanya menyimpan masalah. Jika kita tidak bersalah, tidak perlu takut akan konsekuensi yang tidak adil.
Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dalam kebenaran dan kesetiaan, sehingga hati kami tenang di hadapan-Mu dan sesama. Amin.