Rambut terurai dan kurban
Bilangan 5:18
Hukum tentang Kecemburuan
“Imam harus menyuruh wanita itu berdiri di hadapan TUHAN dengan rambut terurai, dan meletakkan kurban sajian pengingat, yaitu kurban sajian kecemburuan ke tangan wanita itu. Sedang imam memegang air pahit yang mendatangkan kutuk.”Bilangan 5:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila imam sudah menghadapkan perempuan itu kepada TUHAN, haruslah ia menguraikan rambut perempuan itu, lalu meletakkan korban peringatan, yakni korban sajian cemburuan, ke atas telapak tangan perempuan itu, sedang di tangan imam haruslah ada air pahit yang mendatangkan kutuk.”Bilangan 5:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian ia harus menguraikan rambut wanita itu, dan menaruh tepung persembahan kecurigaan ke dalam tangannya, sedangkan imam sendiri memegang air pahit yang mendatangkan kutuk.”Bilangan 5:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(5:17)”Bilangan 5:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest shall set the woman before the LORD, and uncover the woman’s head, and put the offering of memorial in her hands, which is the jealousy offering: and the priest shall have in his hand the bitter water that causeth the curse:”Bilangan 5:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 5:18?
Ayat ini melanjutkan ritual: wanita berdiri di hadapan TUHAN dengan rambut terurai, memegang kurban sajian, sementara imam memegang air pahit. Rambut terurai menandakan keterbukaan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan, siap menerima keputusan-Nya.
Latar belakang
Tanda-tanda simbolis
Wanita itu diminta mengurai rambutnya, tanda kehinaan dan dukacita, sementara imam meletakkan kurban sajian kecemburuan di tangannya dan memegang air pahit. Semua ini adalah bagian dari upacara yang menegaskan keseriusan sumpah.
Di mana
Kemah Pertemuan
Di hadapan Kemah Pertemuan, di depan imam
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Penulis kitab Bilangan
Penulis yang mencatat arahan Musa untuk imam dalam ritual ini.
Kepada
Pembaca umat Israel
Komunitas yang diajar tentang kesetiaan dan konsekuensinya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֹאשׁ
rosh · rambut
Kepala, bagian tubuh yang meliputi rambut.
פָּרַע
para · terurai
Mengurai, melepaskan, tidak diikat, menandakan keadaan tidak teratur.
מִנְחָה
minchah · kurban
Persembahan sajian, biasanya berupa biji-bijian, sebagai tanda bakti.
Penguraian rambut menunjukkan kerendahan dan ketidakberdayaan total di hadapan Allah, sementara kurban sajian menekankan bahwa Tuhan adalah akhir dari segalanya.
Tahukah kamu
Rambut terurai dalam Alkitab
Dalam budaya Ibrani, rambut terurai sering menandakan kesedihan, celaan, atau keadaan yang tidak terhormat. Ini mungkin melambangkan perempuan yang sedang dinilai.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 5:18
Imamat 13:45
Rambut terurai tanda najis
“Orang yang sakit kusta harus berpakaian terkoyak, rambutnya terurai, dan menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!”
1 Korintus 11:15
Makna rambut
“Tetapi jika seorang perempuan berambut panjang, itu adalah kemuliaan baginya, sebab rambutnya diberikan kepadanya untuk menudung kepalanya.”
Ulangan 26:2
Membawa persembahan
“maka haruslah engkau mengambil bagian pertama dari segala hasil tanahmu yang kausangkut dari ladangmu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Engkau harus menaruhnya dalam bakul dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 5:18
✕ Sering dikira
Rambut terurai sebagai tanda keindahan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah tanda kehinaan dan dukacita, bukan kecantikan.
✕ Sering dikira
Kurban sajian yang dimaksud adalah untuk memohon belas kasihan.
✓ Yang sebenarnya
Kurban ini justru berfungsi sebagai 'pengingat kesalahan', bukan untuk meminta pengampunan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 5:18
Rambut terurai melambangkan kerendahan hati dan kejujuran. Kita pun harus datang kepada Tuhan dengan sikap terbuka, mengakui kelemahan kita, dan menyerahkan seluruh keadaan kepada-Nya.
Bapa, berilah aku kerendahan hati untuk datang kepada-Mu dengan apa adanya. Amin.