Laban mengejar Yakub
Kejadian 31:22-42
Laban Mengejar Yakub
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kabar buruk sampai ke telinga Laban
Tiga hari setelah Yakub pergi diam-diam, seseorang memberi tahu Laban bahwa Yakub telah melarikan diri. Laban, yang merasa dikhianati, segera mengumpulkan sanak saudaranya untuk mengejar Yakub.
Di mana
Padan-Aram
Kampung halaman Laban, tempat Yakub tinggal
Kapan
~1700 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Penulis Kitab Kejadian
Tradisi Yahudi mengaitkan penulisan Kejadian kepada Musa, nabi Israel.
Kepada
Umat Israel
Pembaca awal kitab Kejadian, umat perjanjian Allah.
Arti tiap ayat
Penjelasan Kejadian 31:22-42 Ayat per Ayat
Kejadian 31:22
Tiga hari setelah Yakub pergi, Laban mendapat kabar bahwa Yakub telah melarikan diri. Keterlambatan kabar ini memberi Yakub waktu untuk menjauh, tetapi Laban yang marah segera mengejar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:23
Laban mengumpulkan saudara-saudaranya dan mengejar Yakub selama tujuh hari perjalanan, akhirnya menyusul di pegunungan Gilead. Ini menunjukkan betapa marah dan bertekadnya Laban untuk menghadapi Yakub.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:24
Allah datang kepada Laban dalam mimpi dan memperingatkannya untuk tidak berbicara buruk atau baik kepada Yakub, artinya tidak mengancam atau menghalangi Yakub. Ini menunjukkan Tuhan campur tangan melindungi Yakub dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:25
Laban mengejar Yakub dan akhirnya menyusulnya di pegunungan Gilead. Saat itu, Yakub sudah memasang tendanya di sana, dan Laban serta saudara-saudaranya juga berkemah di tempat yang sama. Ini menunjukkan bahwa Allah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:26
Laban menuduh Yakub pergi diam-diam, seolah-olah membawa anak-anak perempuannya sebagai tawanan perang. Dia merasa tersinggung karena Yakub tidak memberitahunya, dan menganggap tindakan itu tidak menghormati…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:27
Laban menyesalkan bahwa Yakub tidak memberinya kesempatan untuk melepas mereka dengan pesta dan sukacita, lengkap dengan nyanyian dan alat musik. Dia merasa tindakan Yakub itu merampas momen kebersamaan keluarga yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:28
Laban juga kecewa karena tidak bisa mencium cucu-cucunya dan anak-anak perempuannya sebagai perpisahan. Kata 'bertindak bodoh' menunjukkan betapa sakit hatinya karena Yakub pergi tanpa pamit, sehingga dia merasa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:29
Laban mengakui bahwa dia sebenarnya punya kuasa untuk mencelakai Yakub, tetapi Allah ayah Yakub telah memperingatkannya dalam mimpi untuk tidak berkata apa-apa, baik yang baik maupun yang buruk. Ini menunjukkan campur…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:30
Laban memahami bahwa Yakub ingin pulang ke rumah ayahnya, tetapi dia mempertanyakan mengapa Yakub juga mencuri dewa-dewa rumah tangganya (terafim). Ini menunjukkan bahwa Laban lebih peduli pada barang berharga miliknya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:31
Yakub menjawab Laban yang menuduhnya mencuri dewa-dewa rumah tangga. Yakub menjelaskan bahwa dia diam-diam pergi karena takut Laban akan merebut anak-anaknya, bukan karena niat jahat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:32
Yakub, yang tidak tahu Rahel mencuri terafim, mengizinkan Laban mencari dan menyatakan bahwa siapa pun yang kedapatan membawa dewa-dewa itu harus dihukum mati. Ini menunjukkan keyakinan Yakub akan kebersihannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:33
Laban mencari dewa-dewa di tenda Yakub, Lea, dan kedua budak perempuan, tetapi tidak menemukannya. Kemudian dia masuk ke tenda Rahel, melanjutkan pencariannya dengan teliti.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:34
Rahel menyembunyikan terafim di pelana unta dan duduk di atasnya, sehingga saat Laban menggeledah tendanya, dia tidak menemukannya. Rahel menipu ayahnya untuk melindungi barang curiannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:35
Rahel berkata kepada ayahnya bahwa dia tidak bisa berdiri karena sedang haid, sehingga Laban tidak memeriksa pelana unta. Dengan demikian, Rahel berhasil menyembunyikan dewa-dewa itu dan lolos dari kecurigaan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:36
Yakub menjadi marah dan menegur Laban, menanyakan kesalahan apa yang telah dia lakukan sehingga Laban mengejarnya dengan begitu intens. Yakub merasa diperlakukan tidak adil setelah bertahun-tahun bekerja dengan setia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:37
Yakub membela diri di hadapan Laban yang menuduhnya mencuri. Dia menantang Laban untuk memeriksa semua barangnya dan menunjukkan bukti kesalahan, tetapi Laban tidak menemukan apa-apa. Ini menunjukkan bahwa Yakub yakin…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:38
Yakub mengingatkan Laban bahwa selama dua puluh tahun bekerja, ia tidak pernah lalai: tidak ada ternak yang keguguran dan ia tidak pernah memakan domba jantan milik Laban. Ini menunjukkan dedikasi dan kejujurannya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:39
Yakub menegaskan bahwa ketika ternak dicabik binatang buas, ia menggantinya sendiri, dan ketika dicuri, ia menanggungnya. Ini menunjukkan tanggung jawabnya yang luar biasa, melebihi kewajiban seorang gembala biasa.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:40
Yakub menggambarkan kondisi kerjanya yang berat: siang hari menderita panas, malam hari kedinginan, dan tidurnya tidak nyenyak. Ini menunjukkan pengorbanan besar yang dia lakukan selama melayani Laban.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:41
Yakub mengungkapkan bahwa ia bekerja dua puluh tahun: empat belas tahun untuk dua anak perempuan Laban dan enam tahun untuk ternaknya. Selama itu, Laban mengubah upahnya sepuluh kali. Ini menunjukkan ketidakadilan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 31:42
Yakub mengakui bahwa tanpa perlindungan Allah Abraham dan Yang Disegani Ishak, ia akan pulang dengan tangan kosong. Namun, Allah melihat kesusahannya dan menegur Laban dalam mimpi. Ini menunjukkan bahwa Allah membela…
Arti lengkap, studi kata & renungan →