Menantang Pencarian
Kejadian 31:32
Perjanjian di Galed
PerikopLaban Mengejar Yakub · Kejadian 31:22-42 →“Namun, pada siapa pun engkau menemukan ilah-ilahmu itu, dia tidak akan hidup lagi. Di hadapan saudara-saudara kita, periksalah milikmu, apakah ada padaku dan ambillah itu untukmu.” Yakub tidak tahu bahwa Rahellah yang mencurinya.”Kejadian 31:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara- saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.”Kejadian 31:32 · TB
Terjemahan Baru
“Mengenai patung itu, jika Paman menemukan seorang di sini yang telah mencurinya, ia akan dihukum mati. Periksalah, apakah ada barang-barang milik Paman di sini. Kalau ada, silakan ambil. Dan orang-orang kita boleh menyaksikannya." Yakub tidak tahu bahwa Rahel yang mencuri patung itu.”Kejadian 31:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, mengenai patung-patung Paman itu, siapa pun nanti yang ketahuan mencurinya, biarlah dia dihukum mati! Dengan disaksikan oleh saudara-saudara kita, Paman boleh memeriksa sendiri apakah ada barang milik Paman di antara barang bawaan kami. Jika ada, silakan mengambilnya.” Yakub berkata demikian karena tidak tahu bahwa Rahel yang mencuri patung-patung itu.”Kejadian 31:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“With whomsoever thou findest thy gods, let him not live: before our brethren discern thou what is thine with me, and take it to thee. For Jacob knew not that Rachel had stolen them.”Kejadian 31:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 31:32?
Yakub, yang tidak tahu Rahel mencuri terafim, mengizinkan Laban mencari dan menyatakan bahwa siapa pun yang kedapatan membawa dewa-dewa itu harus dihukum mati. Ini menunjukkan keyakinan Yakub akan kebersihannya.
Latar belakang
Yakub Membuat Pernyataan Bersyarat
Yakub menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti mencuri ilah-ilah Laban akan dihukum mati. Ia juga mengizinkan Laban untuk mencari di antara barang-barangnya, tetapi tidak menyadari bahwa Rahel adalah pelakunya.
Di mana
Gilead
Di pegunungan, di depan para saksi
Kapan
~1800 SM
Zaman para leluhur
Yang berbicara
Yakub
Patriark Israel, menantu Laban
Kepada
Laban
Ayah mertua Yakub
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָיָה
chayah · hidup
tetap hidup atau bernapas
מָצָא
matsa · temukan
menemukan setelah mencari
נָכַר
nakar · periksa
mengenali atau mengidentifikasi
Yakub menggabungkan kata 'hidup' dengan konsep pencarian dan pemeriksaan, menekankan keseriusan tuduhan pencurian dan kesediaannya untuk membuktikan ketidakbersalahannya, namun tanpa mengetahui konsekuensi yang mengerikan.
Tahukah kamu
Kutukan Tidak Sadar
Yakub tanpa sadar mengutuk istrinya sendiri, Rahel, karena ia tidak tahu bahwa Rahel yang mencuri terafim itu. Ini menjadi ironi yang menyakitkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:32
Kejadian 44:9
Hukuman serupa
“...dan siapa yang kedapatan mempunyai piala itu, ia akan menjadi hambaku.”
Kejadian 31:39
Ketidakadilan Laban
“Yang dicuri pada waktu siang atau malam pun, engkau tuntut dari tanganku.”
Roma 2:1
Penghakiman sendiri
“Sebab engkau yang menghakimi orang lain, engkau sendiri menghakimi dirimu sendiri, sebab engkau yang menghakimi melakukan hal-hal yang sama.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 31:32
✕ Sering dikira
Yakub tampak kejam dengan menghukum mati pencuri.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pernyataan hukum umum pada zamannya, tetapi ia tidak akan benar-benar menerapkannya pada Rahel karena kasihnya.
✕ Sering dikira
Yakub mengizinkan Laban mencari dengan bebas tanpa syarat.
✓ Yang sebenarnya
Ia meminta agar pencarian dilakukan di hadapan saksi untuk keadilan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 31:32
Terkadang kita cepat membuat pernyataan tanpa mengetahui fakta lengkap, seperti Yakub yang mengutuk pencuri tanpa sadar. Belajarlah untuk berpikir sebelum berkata-kata dan memeriksa kebenaran dengan rendah hati.
Ya Tuhan, ajari aku untuk berbicara dengan bijaksana dan tidak terburu-buru menghakimi, karena aku tidak tahu segala sesuatu. Amin.