Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku dan anak-anak perempuanku — kali ini kamu bertindak bodoh
Kejadian 31:28
Yakub melarikan diri dari Laban
“Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku dan anak-anak perempuanku? Kali ini, kamu sudah bertindak bodoh.”Kejadian 31:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lagipula engkau tidak memberikan aku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku laki-laki dan anak- anakku perempuan. Memang bodoh perbuatanmu itu.”Kejadian 31:28 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencium anak cucu saya sebagai perpisahan. Bodoh benar tindakanmu!”Kejadian 31:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan mencium cucu-cucuku dan anak-anak perempuanku untuk mengucapkan selamat jalan kepada mereka. Bodoh sekali tindakanmu ini!”Kejadian 31:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And hast not suffered me to kiss my sons and my daughters? thou hast now done foolishly in so doing.”Kejadian 31:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 31:28?
Laban juga kecewa karena tidak bisa mencium cucu-cucunya dan anak-anak perempuannya sebagai perpisahan. Kata 'bertindak bodoh' menunjukkan betapa sakit hatinya karena Yakub pergi tanpa pamit, sehingga dia merasa diperlakukan dengan tidak hormat.
Latar belakang
Velashaq levanai ulivenoti atah hiskaleta aasot
'Velashaq levanai ulivenoti atah hiskaleta aasot' — dan untuk mencium anak-anak lelakiku dan anak-anak perempuanku; sekarang kamu telah bertindak bodoh dalam melakukan ini. 'Hiskaleta' = kamu bertindak bodoh = dari 'sakal' = berlaku tidak bijaksana. Ironi terbesar dalam narasi ini: Laban yang menyebut Yakub 'bertindak bodoh' adalah orang yang selama 20 tahun menunjukkan kecerdikan dalam menipunya. Dan penilaian 'bodoh' ini ditujukan pada kepergian yang sebenarnya diperintahkan Allah (31:13).
Di mana
Pegunungan Gilead
Laban menambahkan keluhan personal: kehilangan kesempatan mencium cucu dan putri sebelum perpisahan
Kapan
Sekitar 1737 SM
Laban mengakhiri keluhan emosinya sebelum beralih ke tuduhan yang lebih serius tentang terafim (31:30)
Yang berbicara
Laban
Yang menutup keluhan dengan tuduhan 'bertindak bodoh' — menilai kepergian diam-diam sebagai tindakan yang tidak bijaksana
Kepada
Yakub
Yang mendengar dirinya disebut 'bertindak bodoh' oleh seseorang yang selama 20 tahun menipu dirinya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִסְכַּלְתָּ עֲשׂוֹת
hiskaleta aasot · kamu sudah bertindak bodoh
Kamu telah bertindak bodoh dalam melakukan — hiskaleta (dari sakal = berlaku tidak bijaksana, bodoh; hifil perfek orang kedua = kamu telah berlaku tidak bijaksana; 'sakal' dalam hifil = secara aktif berlaku bodoh = melakukan tindakan yang tidak bijak; kata yang digunakan Saul ketika mempersembahkan korban yang bukan haknya [1 Sam. 13:13]; kata yang kuat — bukan hanya 'salah' tapi 'tidak bijaksana/tidak mempertimbangkan dengan baik'); aasot (melakukan; infinitif dari asah = melakukan/berbuat; melengkapi kata hiskaleta = 'bodoh dalam melakukan' = kepergian diam-diam sebagai tindakan yang Laban nilai tidak bijaksana).
Velashaq levanai ulivenoti atah hiskaleta aasot (untuk mencium anak-anak lelakiku dan putri-putriku sekarang kamu telah bertindak bodoh dalam melakukan ini). Hiskaleta aasot — 'bertindak bodoh': penilaian yang ironis; Laban yang menipu 10 kali menyebut Yakub yang mentaati Allah sebagai 'bodoh'. Velashaq levanai ulivenoti — kehilangan perpisahan dengan cucu dan putri: keluhan yang genuine tapi terkubur dalam 20 tahun pola perlakuan yang tidak konsisten dengan kasih sayang seorang ayah.
Tahukah kamu
'Hiskaleta' = kamu berlaku bodoh: dalam Alkitab Ibrani, 'sakal' (berlaku bodoh) sering digunakan untuk tindakan yang merusak diri sendiri atau melanggar norma sosial; ironi: yang disebut 'bodoh' adalah yang mentaati perintah Allah — yang disebut 'bijak' adalah yang menipu seseorang sebanyak sepuluh kali
'Sakal' dalam Alkitab memiliki nuansa 'bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi' atau 'melanggar ekspektasi sosial'. Saul disebut 'berlaku bodoh' ketika mempersembahkan kurban yang bukan haknya (1 Sam. 13:13). Di sini Laban menggunakan kata yang sama untuk Yakub yang pergi tanpa izin. Tapi dari sudut pandang narasi, Yakub yang 'bodoh' justru mentaati perintah Allah — sedangkan Laban yang 'bijak' selama 20 tahun menggunakan kecerdikannya untuk menipu. Penilaian 'bodoh' dan 'bijak' bergantung pada perspektif mana yang diambil.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:28
1 Samuel 13:13
'Hiskaleta' (bertindak bodoh, 31:28) yang Laban tujukan kepada Yakub adalah kata yang sama Samuel tujukan kepada Saul (1 Sam. 13:13); ironi: dalam kasus Saul, 'bertindak bodoh' berarti melanggar perintah Allah; dalam kasus Yakub, yang disebut 'bodoh' justru sedang mentaati perintah Allah (31:13)
“Samuel berkata kepada Saul, 'Engkau telah bertindak bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu.'”
Pengkhotbah 10:1
Laban menilai kepergian diam-diam Yakub sebagai 'kebodohan' (31:28) tapi hikmat sejati — menurut Pengkhotbah — tidak selalu setara dengan kecerdikan sosial; Yakub yang mengikuti perintah Allah meski tampak 'tidak bijak' di mata Laban menunjukkan hikmat yang lebih dalam
“Lalat-lalat yang mati membuat minyak wangi tukang minyak menjadi busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berat dari hikmat dan kehormatan.”
1 Korintus 1:25
Apa yang Laban sebut 'bodoh' (31:28) — taat pada perintah Allah dan pergi — adalah hikmat yang lebih dalam dari kecerdikan manusiawi Laban; pola yang Paulus artikulasikan di 1 Kor. 1:25: 'kebodohan Allah' mengalahkan 'hikmat manusia'
“Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 31:28
✕ Sering dikira
"'Kamu sudah bertindak bodoh' dari Laban adalah penilaian teologis yang valid bahwa Yakub seharusnya mengkonfrontasi Laban secara terbuka."
✓ Yang sebenarnya
Penilaian 'bodoh' atau 'bijak' bergantung pada premis tentang apa tujuannya. Jika tujuannya adalah menghormati Laban dan mengikuti norma sosial, kepergian diam-diam mungkin 'tidak bijak'. Tapi jika tujuannya adalah mentaati perintah Allah (31:13) dan melindungi keluarga dari potensi halangi Laban (31:31), kepergian diam-diam adalah keputusan yang masuk akal.
✕ Sering dikira
"Laban tidak bisa mencium cucu-cucunya membuktikan bahwa dia sungguh mencintai keluarganya."
✓ Yang sebenarnya
Kasih sayang bisa nyata sekaligus bersamaan dengan kegagalan untuk memperlakukan yang dikasihi dengan adil. Laban mungkin memang mencintai cucu-cucunya — tapi cara dia memperlakukan Rahel, Lea, dan Yakub selama 20 tahun menunjukkan bahwa kasih sayang itu tidak cukup kuat untuk mencegah penipuan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 31:28
Sebelum mengambil langkah besar, ada baiknya kita mempertimbangkan perasaan orang yang kita tinggalkan. Sikap hormat dan pamit yang baik bisa mencegah penyesalan di kemudian hari.
Ya Allah, beri kami kepekaan untuk memperlakukan orang lain dengan hormat, bahkan saat kami harus berpisah. Amin.