Kamu telah pergi karena rindu rumah ayahmu — tetapi mengapa kamu mencuri ilah-ilahku?
Kejadian 31:30
Yakub melarikan diri dari Laban
“Sekarang, memang kamu benar-benar telah pergi karena kamu sangat merindukan rumah ayahmu, tetapi mengapa kamu mencuri ilah-ilahku?””Kejadian 31:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?"”Kejadian 31:30 · TB
Terjemahan Baru
“Saya tahu bahwa engkau berangkat itu karena ingin sekali pulang. Tetapi mengapa engkau mencuri patung pelindung keluarga saya?"”Kejadian 31:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Baiklah, sekarang kamu sudah memutuskan untuk pergi dengan alasan sangat rindu kepada ayahmu. Tetapi mengapa kamu juga mencuri patung-patung dewaku?””Kejadian 31:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And now, though thou wouldest needs be gone, because thou sore longedst after thy father’s house, yet wherefore hast thou stolen my gods?”Kejadian 31:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 31:30?
Laban memahami bahwa Yakub ingin pulang ke rumah ayahnya, tetapi dia mempertanyakan mengapa Yakub juga mencuri dewa-dewa rumah tangganya (terafim). Ini menunjukkan bahwa Laban lebih peduli pada barang berharga miliknya daripada hubungan kekeluargaan.
Latar belakang
Ve'atah halokh halakhta ki nikhsof nikhsafta leveit avikha lamah ganavta et elohay
'Ve'atah halokh halakhta ki nikhsof nikhsafta leveit avikha lamah ganavta et elohay' — dan sekarang memang kamu telah pergi, karena kamu sangat merindukan rumah ayahmu; tetapi mengapa kamu mencuri ilah-ilahku? Laban menggunakan bentuk verb ganda ('nikhsof nikhsafta' = sangat merindukan/merindukan dengan sungguh-sungguh) untuk mengakui bahwa dia memahami motivasi Yakub untuk pulang. Tapi pertanyaan 'lamah ganavta et elohay' (mengapa mencuri ilah-ilahku?) adalah tuduhan yang berbeda kategori — ini bukan tentang kepergian tapi tentang pencurian objek sakral.
Di mana
Pegunungan Gilead
Pertanyaan tentang terafim memindahkan konfrontasi dari emosi pribadi ke tuntutan yang lebih spesifik dan serius
Kapan
Sekitar 1737 SM
Laban beralih dari keluhan emosional ke tuntutan konkret — terafim yang hilang adalah inti masalah bagi Laban
Yang berbicara
Laban
Yang mengakhiri keluhan dengan pertanyaan yang paling membakar: pencurian terafim yang dia anggap ilah-ilahnya
Kepada
Yakub
Yang tidak tahu siapa yang mencuri terafim itu — dan akan membuat sumpah yang hampir fatal untuk Rahel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לָמָּה גָנַבְתָּ אֶת אֱלֹהָי
lamah ganavta et elohay · mengapa kamu mencuri ilah-ilahku
Mengapa kamu mencuri ilah-ilahku — lamah (mengapa; kata tanya untuk alasan; 'lamah' = untuk apa/mengapa; Laban mencari penjelasan atas tindakan yang dia anggap tidak perlu dan serius); ganavta (dari ganav = mencuri; qal perfek orang kedua = kamu mencuri; kata yang sudah muncul empat kali di pasal ini: narasi [31:19, 20], Laban [31:26], dan kini lagi [31:30]; akar kata yang sama akan juga muncul dalam sumpah Yakub [31:32]); et elohay (ilah-ilahku; dari Elohim = Allah/ilah + sufiks = milikku; Laban menggunakan kata yang sama dengan 'Allah' [Elohim] untuk menyebut terafimnya — menunjukkan bahwa terafim berfungsi sebagai objek ibadah bagi Laban, meski pada level yang berbeda dari Allah Yakub).
Ve'atah halokh halakhta ki nikhsof nikhsafta leveit avikha lamah ganavta et elohay (sekarang kamu telah pergi karena kamu sangat rindu rumah ayahmu tetapi mengapa kamu mencuri ilah-ilahku). Nikhsof nikhsafta — bentuk ganda yang menyatakan kerinduan yang sangat kuat: Laban mengakui motivasi Yakub yang sah. Lamah ganavta et elohay — 'mengapa mencuri ilah-ilahku': pertanyaan yang Yakub tidak bisa jawab karena dia tidak tahu; ironi tragis yang akan memuncak di sumpah Yakub (31:32).
Tahukah kamu
'Elohay' = ilah-ilahku: Laban menyebut terafim sebagai 'ilah-ilahku' — mengkonfirmasi bahwa terafim berfungsi sebagai objek keagamaan bagi Laban; sementara Allah yang nyata (yang berbicara dalam mimpinya) disebut 'Allah ayahmu'; Laban punya dua 'dewa' dengan status yang berbeda
Hal yang menarik dari ayat ini: Laban menyebut terafim sebagai 'elohay' (ilah-ilahku) — objek yang dia anggap sakral. Tapi malam sebelumnya dia menerima perintah dari Allah Yakub ('Elohei avikhem'). Laban tampaknya mempraktikkan sinkretisme: menghormati Allah Yakub sebagai kuasa yang nyata sekaligus mempertahankan terafimnya sendiri. Ini adalah gambaran spiritual Mesopotamia kuno di mana berbagai ilah bisa dihormati sekaligus. Pertanyaan 'mengapa mencuri ilah-ilahku?' mengungkap bahwa bagi Laban, kehilangan terafim adalah kehilangan yang religius dan mungkin juga hukum (klaim warisan).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:30
Kejadian 31:19
Narasi memberi tahu pembaca di 31:19 bahwa Rahel yang mencuri terafim; Laban yang bertanya di 31:30 tidak tahu ini; pembaca yang tahu lebih banyak dari Yakub dan Laban menciptakan ironi dramatis yang akan mencapai puncaknya di sumpah Yakub (31:32)
“Ketika Laban pergi untuk mengguntingi bulu domba-dombanya, Rahel mencuri terafim ayahnya.”
Yesaya 44:9-10
Laban yang menyebut terafim 'ilah-ilahku' (31:30) dan sangat tertekan karena kehilangannya kontras dengan kritik nabi terhadap berhala buatan tangan; ironi: Laban yang sudah mendengar Allah yang nyata berbicara dalam mimpi (31:24) masih mencari 'ilah-ilah' dari tanah liat
“Orang yang membentuk berhala adalah sia-sia semuanya, dan apa yang mereka senangi tidak berguna... Siapakah yang telah membentuk suatu Allah atau membuat berhala untuk sesuatu yang tidak berguna?”
Hakim-Hakim 18:24
Laban yang bertanya 'mengapa kamu mencuri ilah-ilahku?' (31:30) mengulangi keluhan Mikha di Hakim 18:24 yang juga kehilangan ilah-ilahnya; kedua kasus menunjukkan keterikatan yang kuat pada objek religius yang dibuat tangan — dan kesulitan melepaskan apa yang dianggap 'milik spiritual'
“Mikha berkata, 'Kamu telah mengambil ilah-ilah yang kubuat dan imam itu, dan pergi. Apa lagi yang kumiliki?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 31:30
✕ Sering dikira
"Bahwa Laban menyebut terafim 'elohay' (ilah-ilahku) membuktikan dia adalah penyembah berhala total yang menolak Allah."
✓ Yang sebenarnya
Laban mengakui realitas Allah Yakub (31:29: 'Allah ayahmu berbicara kepadaku') sekaligus menyebut terafimnya 'ilah-ilahku'. Ini adalah sinkretisme khas Timur Dekat Kuno — menghormati berbagai kuasa spiritual sekaligus tanpa merasa kontradiktif. Bukan pengingkaran Allah tapi penyertaan berbagai objek sakral.
✕ Sering dikira
"'Kamu sangat merindukan rumah ayahmu' (nikhsof nikhsafta) menunjukkan Laban memahami dan memaafkan kepergian Yakub."
✓ Yang sebenarnya
Ungkapan pengertian di awal ayat ('kamu sangat merindukan') diikuti langsung dengan 'TETAPI mengapa mencuri ilah-ilahku?' — yang menunjukkan bahwa pengertian itu tidak menghapus tuntutan. Laban mungkin memahami motivasi Yakub tapi tetap mempermasalahkan pencurian terafim.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 31:30
Jangan biarkan harta benda mengalahkan kasih dalam hubungan keluarga. Lebih penting menjaga damai daripada memperebutkan hal-hal yang sifatnya sementara.
Tuhan, jauhkan kami dari sikap mementingkan harta di atas kasih. Ajari kami memprioritaskan hubungan yang Engkau berikan. Amin.