Ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat terhadapmu — tetapi tadi malam Allah ayahmu berkata kepadaku: berhati-hatilah

Kejadian 31:29

Yakub melarikan diri dari Laban

Ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat terhadapmu, tetapi tadi malam, Allah ayahmu berkata kepadaku, ‘Berhati-hatilah, jangan katakan apa pun kepada Yakub, entah itu baik atau buruk!’

Kejadian 31:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 31:29?

Laban mengakui bahwa dia sebenarnya punya kuasa untuk mencelakai Yakub, tetapi Allah ayah Yakub telah memperingatkannya dalam mimpi untuk tidak berkata apa-apa, baik yang baik maupun yang buruk. Ini menunjukkan campur tangan Allah yang melindungi Yakub.

Latar belakang

Yesh leel yadi laasot imakhem ra ve'Elohei avikhem emesh amar elai lemor hishamer lekha middaber im Yaaqov mittov ad ra

'Yesh leel yadi laasot imakhem ra ve'Elohei avikhem emesh amar elai lemor hishamer lekha middaber im Yaaqov mittov ad ra' — ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat terhadapmu, tetapi Allah ayahmu kemarin malam berkata kepadaku: berhati-hatilah, jangan katakan apapun kepada Yakub, baik yang baik maupun yang buruk. Ini adalah pengakuan yang mengejutkan: Laban secara terbuka mengakui (1) dia punya kemampuan dan mungkin niat untuk menyakiti Yakub, dan (2) hanya peringatan Allah semalam yang mencegahnya. Dan dia menyebut Allah itu 'Allah ayahmu' — bukan 'Allahku'.

Di mana

Pegunungan Gilead

Momen paling kritis dalam konfrontasi: Laban mengakui bahwa hanya peringatan Allah yang mencegah dia bertindak jahat

Kapan

Sekitar 1737 SM

Pengakuan Laban yang tidak terduga: Allah yang berbicara semalam (31:24) sekarang diakui Laban sendiri kepada Yakub

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Laban menyebut kepergian Yakub sebagai tindakan bodoh (31:28)
Laban beralih ke tuduhan berikutnya: mengapa mencuri ilah-ilahku? (31:30)
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Laban

Yang mengakui dua hal sekaligus: dia punya kuasa untuk menyakiti Yakub, dan Allah sudah mencegahnya

Y

Kepada

Yakub

Yang baru mendengar bahwa Allah sudah bekerja semalam untuk melindunginya — tanpa Yakub tahu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יֶשׁ לְאֵל יָדִי לַעֲשׂוֹת עִמָּכֶם רָע

yesh leel yadi laasot imakhem ra · ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat

Ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat terhadapmu — yesh (ada; partikel eksistensi = ada/terdapat; 'yesh' = ada = pernyataan realitas); leel yadi (bagi kuasa tanganku; 'el' di sini bukan kata untuk Allah tapi kata untuk 'kuasa/kemampuan' [dari akar yang sama dengan El/Allah = yang kuat]; 'yadi' = tanganku = simbol kemampuan dan kekuatan; 'yesh leel yadi' = ada kekuatan dalam tanganku = aku punya kemampuan untuk melakukan ini = pengakuan eksplisit bahwa Laban punya kuasa untuk menyakiti Yakub); laasot imakhem ra (untuk berbuat jahat terhadapmu; 'ra' = jahat/buruk; Laban mengakui niat atau kemampuan untuk menyakiti yang dicegah oleh peringatan Allah).

אֱלֹהֵי אֲבִיכֶם

Elohei avikhem · Allah ayahmu

Allah ayahmu — Elohei (Allah milik; dari Elohim + konstruksi genitif = Allah dari/milik; genitif yang menunjukkan kepunyaan); avikhem (ayahmu [plural]; dari av = ayah + sufiks plural = ayah kalian; 'avikhem' = ayah Yakub = Ishak, dan melalui perjanjian juga Abraham; 'Elohei avikhem' = Allah yang dihubungkan dengan garis keturunan Yakub, bukan dengan Laban; Laban mengakui Allah ini sebagai nyata dan berkuasa tapi tidak sebagai miliknya — ini adalah pengenalan dari luar perjanjian, bukan pernyataan iman pribadi).

Yesh leel yadi laasot imakhem ra ve'Elohei avikhem emesh amar elai hishamer lekha middaber im Yaaqov mittov ad ra (ada kuasa dalam tanganku untuk berbuat jahat tapi Allah ayahmu kemarin malam berkata kepadaku berhati-hatilah jangan katakan apapun kepada Yakub). Yesh leel yadi laasot ra — 'ada kuasa dalam tanganku': pengakuan jujur atas kemampuan dan mungkin niat; tapi langsung diikuti 've' = TETAPI — Allah yang mencegah. Elohei avikhem — 'Allah ayahmu': Laban mengakui realitas Allah Yakub dari jarak aman; bukan imannya sendiri tapi pengakuan atas kuasa yang tak bisa diabaikan.

Tahukah kamu

'Elohei avikhem' = Allah ayahmu: bukan 'Allah kami' atau 'Allah' — Laban mengakui realitas Allah Yakub tapi tidak mengakuinya sebagai Allahnya sendiri; pengakuan yang jujur tapi dari jarak aman; ini bukan konversi iman tapi pengakuan realitas

Cara Laban menyebut Allah sangat signifikan: 'Elohei avikhem' = Allah ayahmu = Allah Ishak, Allah perjanjian. Bukan 'Allahku' atau bahkan 'Allah' saja. Laban mengakui bahwa Allah ini nyata dan berkuasa (sudah berbicara dalam mimpinya semalam) tapi tetap memposisikan Allah itu sebagai milik Yakub, bukan milik Laban. Ini adalah pengakuan teologis yang parsial — cukup untuk mengakui bahwa peringatan itu nyata dan harus ditaati, tapi tidak cukup untuk menyebut diri sebagai bagian dari komunitas iman yang sama.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 31:29

✕  Sering dikira

"Bahwa Laban mengakui ada kuasa untuk berbuat jahat berarti Laban selalu berniat menyakiti Yakub."

✓  Yang sebenarnya

Laban mengakui kemampuan (dan mungkin impuls) untuk bertindak jahat dalam situasi yang memanas — tapi narasi tidak memberikan bukti pasti bahwa Laban sudah punya rencana konkret sebelum mimpi itu. Pengakuan ini bisa juga baca sebagai cara Laban membangun argumen: 'aku punya kuasa untuk menyakitimu, tapi tidak kulakukan karena Allah mencegahku.'

✕  Sering dikira

"'Allah ayahmu' yang disebut Laban membuktikan bahwa Laban tidak mengenal Allah."

✓  Yang sebenarnya

Laban mengenal Allah dengan cukup baik untuk mematuhi peringatannya dalam mimpi (31:24). Dia menggunakan 'Allah ayahmu' bukan karena tidak tahu tentang Allah tapi karena jujur tentang statusnya: Allah Yakub nyata dan berkuasa, tapi Laban tidak mengklaim Allah itu sebagai Allahnya sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 31:29

Terkadang kita punya kesempatan untuk membalas dendam, tetapi Allah bisa menghentikan kita. Belajarlah untuk patuh pada peringatan Tuhan dan meninggalkan niat buruk.

Bapa, tolong kami untuk selalu taat pada bisikan-Mu, bukan pada dorongan amarah kami sendiri. Amin.