Yakub menjadi marah dan bertengkar dengan Laban — apa pelanggaranku, apa dosaku sampai engkau mengejarku segigih ini?
Kejadian 31:36
Yakub melarikan diri dari Laban
“Yakub menjadi marah dan bertengkar dengan Laban. Yakub berkata kepada Laban, “Apa pelanggaranku? Apa dosaku sampai engkau mengejarku segigih ini?”Kejadian 31:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: "Apakah kesalahanku, apakah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu?”Kejadian 31:36 · TB
Terjemahan Baru
“Maka marahlah Yakub, "Kejahatan apakah yang telah saya lakukan?" tanyanya geram. "Apa salah saya sehingga Paman mengejar-ngejar saya?”Kejadian 31:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yakub pun marah dan menegur Laban, katanya, “Apa salahku dan dosaku sehingga Paman mengejar-ngejar aku seperti seorang penjahat?!”Kejadian 31:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jacob was wroth, and chode with Laban: and Jacob answered and said to Laban, What is my trespass? what is my sin, that thou hast so hotly pursued after me?”Kejadian 31:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 31:36?
Yakub menjadi marah dan menegur Laban, menanyakan kesalahan apa yang telah dia lakukan sehingga Laban mengejarnya dengan begitu intens. Yakub merasa diperlakukan tidak adil setelah bertahun-tahun bekerja dengan setia.
Latar belakang
Vayyichar leYaaqov vayyarev beLavan vayya'an Yaaqov vayyomer leLavan mah pish'i mah chataati ki dalavta acharai
'Vayyichar leYaaqov vayyarev beLavan' — dan Yakub menjadi marah dan bertengkar dengan Laban. Dua kata: 'vayyichar' (menjadi marah) dan 'vayyarev' (bertengkar/berdebat) menandai perubahan dramatis. Selama ini Yakub defensif — menjawab pertanyaan dan menjelaskan diri. Sekarang Yakub membalik arah: 'Mah pish'i mah chataati' = apa pelanggaranku, apa dosaku? Yakub mengambil bahasa tuduhan dan membalikkannya: bukan Yakub yang perlu membuktikan diri tidak bersalah, tapi Laban yang perlu membuktikan ada pelanggaran.
Di mana
Pegunungan Gilead
Yakub berhenti bertahan dan mulai menyerang — membalik posisi dari tertuduh menjadi penuduh
Kapan
Sekitar 1737 SM
Titik balik konfrontasi: Yakub yang selama ini defensif kini menjadi pihak yang menuntut klarifikasi
Yang berbicara
Yakub
Yang setelah diam dan defensif akhirnya meledak — 20 tahun kesabaran yang mencapai batasnya
Kepada
Laban
Yang setelah panjangnya keluhan dan pencarian yang gagal kini menghadapi Yakub yang balik berkonfrontasi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּחַר לְיַעֲקֹב
vayyichar leYaaqov · Yakub menjadi marah
Dan Yakub menjadi marah — vayyichar (dari charah = terbakar, marah; qal wayyiqtol = dan dia marah; 'charah' secara harfiah = terbakar = kemarahan sebagai panas yang membakar; konstruksi 'vayyichar le' = dan berkobar api kepada/dalam = kemarahan yang naik dari dalam diri; kata yang digunakan untuk kemarahan Allah [4:5] dan kemarahan Kain [4:5]; kemarahan Yakub di sini adalah kemarahan yang valid — bukan impuls tapi akumulasi 20 tahun yang meledak setelah tuduhan yang tidak berdasar dan penggeledahan yang tidak menemukan apapun).
מָה פִּשְׁעִי מָה חַטָּאתִי
mah pish'i mah chataati · apa pelanggaranku? apa dosaku?
Apa pelanggaranku apa dosaku — mah (apa; kata tanya; pertanyaan retoris yang tidak mengharapkan jawaban tapi menegaskan tidak ada pelanggaran); pish'i (pelanggaranku; dari pesha = pelanggaran yang disengaja, pemberontakan + sufiks = pelanggaranku; kata yang kuat untuk pelanggaran terhadap otoritas atau perjanjian); mah chataati (apa dosaku; dari chataah = dosa, kesalahan, luput dari sasaran + sufiks perfek = dosaku; 'chataati' lebih luas dari 'pesha' — mencakup kesalahan yang tidak disengaja sekalipun; kedua kata bersama = tidak ada pelanggaran jenis apapun = tantangan total).
Vayyichar leYaaqov vayyarev beLavan mah pish'i mah chataati ki dalavta acharai (Yakub marah dan bertengkar dengan Laban apa pelanggaranku apa dosaku sampai kamu mengejarku segigih ini). Vayyichar leYaaqov — kemarahan yang akumulatif; bukan impuls tapi 20 tahun yang akhirnya meledak setelah tuduhan tanpa bukti. Mah pish'i mah chataati — pertanyaan retoris yang menuntut bukti; Yakub membalikkan posisi dari tertuduh ke penuduh.
Tahukah kamu
'Mah pish'i mah chataati' = apa pelanggaranku apa dosaku: dua kata berbeda untuk 'salah' — 'pesha' (pelanggaran/pemberontakan yang disengaja) dan 'chataah' (dosa/kesalahan termasuk yang tidak disengaja); Yakub menantang Laban untuk menemukan kesalahan dalam dua kategori yang mencakup semua jenis pelanggaran
Yakub menggunakan dua kata yang berbeda: 'pishi' dari 'pesha' (pelanggaran yang disengaja, pemberontakan) dan 'chataati' dari 'chataah' (dosa, kesalahan termasuk yang tidak sengaja). Dengan menggunakan kedua kata sekaligus, Yakub secara implisit mengatakan: 'Cari pelanggaran yang disengaja — tidak ada. Cari kesalahan yang tidak sengaja — juga tidak ada.' Pertanyaan retoris yang mengundang Laban untuk membuktikan tuduhan — dan Laban tidak akan bisa menjawab, karena pencarian terafim yang baru saja dilakukan tidak menghasilkan apa-apa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:36
Kejadian 44:16
Yehuda di 44:16 menggunakan konstruksi pertanyaan yang sama ('apa yang harus kami katakan/ucapkan') dalam situasi ketidakbersalahan yang tidak bisa dibuktikan; Yakub di 31:36 mengajukan pertanyaan yang sama dari posisi yang sebaliknya: 'aku tidak bersalah, buktikan pelanggaranku'
“Yehuda berkata, 'Apa yang harus kami katakan kepada tuanku? Apa yang harus kami ucapkan? Bagaimana kami membenarkan diri? Allah telah mendapati kesalahan hamba-hambamu.'”
Ayub 13:23
'Mah pish'i mah chataati' (apa pelanggaranku apa dosaku, 31:36) menggunakan kata yang identik dengan Ayub 13:23; keduanya adalah orang yang merasa tidak bersalah menghadapi tuduhan yang tidak berdasar; tantangan Yakub kepada Laban adalah pola yang diulang Ayub kepada Allah
“Berapa besar pelanggaranku dan dosaku? Perlihatkanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku.”
Ulangan 32:4
Kemarahan Yakub atas ketidakadilan Laban (31:36) mencerminkan kepekaan terhadap keadilan; pola moral yang mendasarinya: bahwa pelanggaran dan dosa harus ada faktanya sebelum ada tuntutan — prinsip yang sejalan dengan Allah yang 'adil dan benar'
“Dia adalah Gunung Batu, yang sempurna pekerjaan-Nya, karena segala jalan-Nya adalah keadilan. Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 31:36
✕ Sering dikira
"Kemarahan Yakub ('vayyichar') adalah respons daging yang tidak rohani."
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan tidak selalu adalah dosa. Efesus 4:26 berkata 'marahlah, tetapi jangan berbuat dosa.' Kemarahan Yakub adalah respons yang valid terhadap pengejaran yang tidak berdasar, penggeledahan tanpa bukti, dan 20 tahun perlakuan tidak adil. Narasi tidak mengkritik kemarahan Yakub — yang kemudian diikuti oleh pembelaan diri yang terukur dan faktual (31:37-42).
✕ Sering dikira
"Yakub memulai pertengkaran karena ego yang terluka setelah tendanya digeledah."
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan Yakub muncul setelah serangkaian peristiwa yang kumulatif: dituduh tanpa bukti (31:26-30), digeledah secara menyeluruh (31:33-35), dan penggeledahan itu tidak menemukan apapun yang mendukung tuduhan Laban. Yakub tidak marah karena ego — tapi karena ketidakadilan yang nyata.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 31:36
Kemarahan yang muncul karena diperlakukan tidak adil adalah wajar. Namun, pastikan kita menyalurkannya dengan cara yang benar: sampaikan perasaan kita dengan tenang dan tegas, tanpa dendam, dan biarkan Allah yang membela.
Tuhan, saat aku merasa difitnah atau disakiti, berikan aku hikmat untuk merespons dengan kasih dan keadilan, seperti yang Engkau kehendaki. Amin.