Berangkat dengan Keledai
Bilangan 22:21-41
Bileam dan Keledainya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Perjalanan yang Dimulai
Bileam bersiap, memasang pelana keledainya, dan pergi bersama para pemimpin Moab. Ia tampak mengikuti perintah Allah, tetapi Allah melihat motivasi hatinya yang salah.
Di mana
Petor
Pagi hari di rumah Bileam
Kapan
~1406 SM
Perjalanan ke Moab
Yang berbicara
Narator
Penulis kitab Bilangan, tradisi Musa
Kepada
Pembaca
Umat Israel yang belajar dari sejarah
Arti tiap ayat
Penjelasan Bilangan 22:21-41 Ayat per Ayat
Bilangan 22:21
Keesokan harinya, Bileam bersiap untuk pergi dengan menaiki keledainya dan ikut bersama para pemimpin Moab. Ini adalah awal dari perjalanan yang kemudian dihadang oleh malaikat Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:22
Allah menjadi murka ketika Bileam pergi, dan malaikat Tuhan berdiri di jalan untuk menghadangnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun Allah mengizinkan, Dia tidak menyetujui niat Bileam yang sebenarnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:23
Keledai Bileam melihat malaikat Tuhan berdiri di jalan dengan pedang terhunus, lalu berbelok dari jalan. Bileam yang tidak melihat memukul keledai itu untuk memaksanya kembali.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:24
Malaikat Tuhan berdiri di jalan sempit di antara kebun anggur dengan tembok di kedua sisi. Keledai itu melihatnya dan merapat ke tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit dan ia memukulnya lagi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:25
Ketika keledai Bileam melihat malaikat Tuhan di jalan yang sempit, ia menekan tubuhnya ke tembok, menyebabkan kaki Bileam terjepit. Bileam marah dan memukul keledai itu lagi, tetapi keledai itu justru menyelamatkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:26
Malaikat Tuhan berdiri di tempat yang sangat sempit, sehingga keledai tidak bisa melewatinya sama sekali, baik ke kiri maupun ke kanan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan mengendalikan segala situasi dan membuat keledai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:27
Keledai itu kemudian merebahkan diri di bawah Bileam, yang membuat Bileam sangat marah dan memukulnya dengan tongkat. Ini adalah ketiga kalinya keledai itu bertindak untuk menghindari bahaya, tetapi Bileam tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:28
Tuhan secara ajaib membuat keledai itu dapat berbicara kepada Bileam, menegurnya karena memukulnya tiga kali. Ini menunjukkan bahwa Tuhan dapat memakai apa pun, bahkan seekor keledai, untuk menyampaikan pesan-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:29
Bileam menjawab dengan marah bahwa keledai itu telah mempermainkan dia, dan ia mengancam akan membunuhnya jika ia memiliki pedang. Ini menggambarkan betapa keras kepala Bileam, yang tidak menyadari bahwa keledai itu…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:30
Keledai mengingatkan Bileam bahwa ia telah menjadi hewan tunggangannya selama bertahun-tahun dan tidak pernah bertindak seperti ini. Bileam mengakui kebenarannya, menunjukkan bahwa bahkan hewan pun bisa menjadi alat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:31
Setelah Bileam memukul keledainya tiga kali, Tuhan membuka mata rohaninya dan ia melihat malaikat Tuhan dengan pedang terhunus. Bileam langsung sujud, menyadari bahwa ia berhadapan dengan utusan Allah dan bahwa dirinya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:32
Malaikat Tuhan menegur Bileam karena memukul keledainya tiga kali. Malaikat itu menjelaskan bahwa ia sendiri yang menghalangi Bileam, karena jalan yang Bileam tempuh bertentangan dengan kehendak Allah. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:33
Malaikat menjelaskan bahwa keledai Bileam melihatnya dan menghindar tiga kali, sehingga menyelamatkan nyawa Bileam. Jika keledai itu tidak berbelok, malaikat akan membunuh Bileam tetapi membiarkan keledai itu hidup.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:34
Bileam mengakui dosanya dan menyatakan bahwa ia tidak tahu malaikat Tuhan berdiri di jalan. Ia menawarkan untuk pulang jika apa yang dilakukannya salah. Ini menunjukkan bahwa Bileam akhirnya menyadari kesalahannya dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:35
Malaikat menyuruh Bileam untuk tetap pergi bersama orang-orang Moab, tetapi dengan instruksi tegas: ia hanya boleh mengatakan apa yang Allah perintahkan. Ini menunjukkan bahwa Allah mengizinkan Bileam pergi, tetapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:36
Ketika Balak mendengar Bileam datang, ia keluar menemuinya di perbatasan Moab, dekat Sungai Arnon. Ini menunjukkan betapa pentingnya Bileam bagi Balak; ia sangat ingin Bileam mengutuk Israel, sehingga ia menyambut…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:37
Balak menegur Bileam karena tidak datang lebih awal, dan mengira Bileam ragu karena bayaran. Ini menunjukkan bahwa Balak mengira Bileam bisa disuap, padahal Bileam sedang menunggu petunjuk Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:38
Bileam menegaskan bahwa dia tidak bisa berbicara sesukanya, melainkan hanya menyampaikan apa yang diberikan Allah kepadanya. Ini menunjukkan keterbatasan kuasa manusia di hadapan firman Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:39
Bileam pergi bersama Balak ke Kiryat-Huzot, sebuah kota yang mungkin digunakan untuk tempat pertemuan atau persembahan. Ini menunjukkan kelanjutan perjalanan Bileam menuju tempat di mana ia akan mencoba mengutuk Israel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:40
Balak mempersembahkan korban dan memberikan daging kepada Bileam dan para pemimpin. Ini adalah bagian dari ritual memohon berkat atau kutukan, dan Balak berusaha menyenangkan Bileam agar mau mengutuk Israel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 22:41
Balak membawa Bileam ke Bukit Baal untuk melihat sebagian perkemahan Israel. Ini adalah upaya untuk mengutuk dari tempat yang tinggi, karena dalam kepercayaan kuno, melihat objek kutukan dari tempat tinggi dianggap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →