Malaikat di jalan sempit

Bilangan 22:24

Bileam, Keledai, dan Malaikat

Malaikat TUHAN berdiri di jalan yang sempit di antara kebun anggur dengan pagar tembok di kedua sisinya.

Bilangan 22:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 22:24?

Malaikat Tuhan berdiri di jalan sempit di antara kebun anggur dengan tembok di kedua sisi. Keledai itu melihatnya dan merapat ke tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit dan ia memukulnya lagi.

Latar belakang

Jalan yang semakin sempit

Malaikat TUHAN berdiri di jalan sempit di antara kebun anggur dengan tembok di kedua sisi. Keledai berusaha menghindar dengan merapat ke tembok, sehingga kaki Bileam terimpit, dan Bileam memukulnya lagi.

Di mana

Jalan menuju Moab

Jalan sempit di antara kebun anggur

Kapan

~1400 SM

Pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keledai berbelok ke ladang
Keledai menempel ke tembok
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Bilangan, mungkin Musa atau sumber kemudian.

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel, generasi yang akan memasuki Tanah Perjanjian.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צַר

tsar · sempit

sempit, sesak, juga bisa berarti lawan atau kesulitan

כֶּרֶם

kerem · kebun anggur

kebun anggur, sumber anggur dan buah

גָּדֵר

gader · tembok

dinding atau pagar, biasanya dari batu

Kata 'sempit' menyiratkan bahwa Allah menempatkan Bileam dalam situasi yang tidak nyaman untuk menegurnya. Tembok dan kebun anggur menggambarkan berkat yang menjadi hambatan ketika kita tidak taat.

Tahukah kamu

Kebun anggur

Kebun anggur sering menjadi simbol berkat dan kemakmuran, tetapi di sini menjadi tempat yang sempit dan menghalangi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 22:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 22:24

✕  Sering dikira

Malaikat itu ingin menyakiti Bileam.

✓  Yang sebenarnya

Malaikat datang untuk menghalangi dan menyelamatkan Bileam dari dosa yang lebih besar.

✕  Sering dikira

Keledai itu keras kepala dan tidak patuh.

✓  Yang sebenarnya

Keledai itu patuh kepada malaikat, bukan kepada tuannya, dan justru menyelamatkan Bileam.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 22:24

Ketika kita bersikeras melanjutkan jalan yang salah, Tuhan mungkin mempersempit jalan kita sampai kita merasa tidak nyaman. Perhatikan ketidaknyamanan itu sebagai petunjuk untuk berhenti dan mengevaluasi.

Ya Allah, aku sering keras kepala dan tidak peka. Ajarilah aku untuk melihat hambatan sebagai teguran dari-Mu, dan beri aku keberanian untuk berbalik dari jalan yang salah. Amin.