Manasye naik takhta pada usia 12 tahun
2 Tawarikh 33:1-20
Manasye, Raja Yehuda
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Permulaan paling tragis dalam sejarah Yehuda
Manasye menjadi raja pada usia yang sangat muda, dan pemerintahannya menjadi salah satu yang paling jahat dalam sejarah Yehuda. Ayat ini mencatat usianya yang masih muda, menunjukkan betapa cepatnya perubahan dari pemerintahan ayahnya yang saleh, Hizkia.
Di mana
Yerusalem
Istana raja di Yerusalem
Kapan
~697 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan yang menekankan hubungan antara kepatuhan dan berkat, serta pertobatan dan pemulihan
Kepada
Orang Yehuda pasca-pembuangan
Mereka yang kembali ke Yerusalem dan perlu belajar dari sejarah
Arti tiap ayat
Penjelasan 2 Tawarikh 33:1-20 Ayat per Ayat
2 Tawarikh 33:1
Manasye menjadi raja Yehuda pada usia 12 tahun dan memerintah selama 55 tahun, menjadikannya raja dengan masa pemerintahan terpanjang di Yehuda. Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memberikan kesempatan yang panjang bagi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:2
Manasye melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, mengikuti kekejian bangsa-bangsa yang telah diusir Tuhan dari hadapan Israel. Ini menunjukkan bahwa ia dengan sengaja meniru praktik-praktik penyembahan berhala yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:3
Manasye membangun kembali bukit-bukit pengurbanan yang telah dirobohkan ayahnya, Hizkia, dan mendirikan mezbah untuk Baal serta patung Asyera. Ia juga menyembah semua tentara langit (benda-benda langit), menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:4
Manasye bahkan mendirikan mezbah di dalam bait TUHAN, tempat yang seharusnya dikhususkan untuk penyembahan kepada Tuhan. Ini adalah penghujatan langsung, karena ia menempatkan berhala di tempat kudus yang telah dipilih…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:5
Manasye membangun mezbah untuk tentara langit di dua halaman bait TUHAN. Ini menambah parah dosanya, karena ia mencemari area bait yang suci dengan penyembahan berhala yang jelas-jelas dilarang oleh Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:6
Manasye mempersembahkan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api di Lembah Ben-Hinom, serta terlibat dalam ramalan, sihir, dan memanggil arwah. Ini adalah praktik kekejian yang sangat dibenci Tuhan dan merupakan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:7
Manasye menempatkan patung berhala di dalam Bait Allah, tempat yang seharusnya dikhususkan untuk menyembah Tuhan. Ini menunjukkan betapa dalamnya kejahatan Manasye, karena ia mencemari tempat kudus dengan penyembahan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:8
Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan berjanji untuk tidak lagi membuang Israel dari tanah yang diberikan kepada nenek moyang mereka, dengan syarat mereka setia melakukan segala perintah-Nya melalui Musa. Ini adalah janji…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:9
Manasye tidak hanya berbuat jahat, tetapi juga menyesatkan orang Yehuda dan Yerusalem, sehingga mereka berbuat lebih jahat dari bangsa-bangga kafir yang diusir Tuhan. Ini menunjukkan dampak buruk dari kepemimpinan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:10
Tuhan berbicara kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Ini menunjukkan kebebalan hati manusia yang keras kepala, meskipun telah diperingatkan oleh Tuhan sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:11
Karena tidak mau bertobat, Tuhan mendatangkan raja Asyur untuk menangkap Manasye dan membawanya ke Babel dengan rantai. Ini adalah konsekuensi nyata dari dosa; Tuhan menghajar umat-Nya karena kasih-Nya, untuk membawa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:12
Dalam penderitaannya, Manasye merendahkan diri dan memohon belas kasihan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, asal kita datang dengan hati yang rendah dan bertobat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:13
Manasye, raja Yehuda yang jahat, ditangkap dan dibawa ke Babel. Dalam penderitaannya, ia merendahkan diri dan berdoa memohon belas kasihan TUHAN. TUHAN mendengar doanya dan memulihkannya ke takhta di Yerusalem. Ayat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:14
Setelah dipulihkan, Manasye membangun kembali tembok Kota Daud, memperkuat pertahanan di sebelah barat Gihon dan Pintu Gerbang Ikan, serta menempatkan panglima-panglima di kota-kota berbenteng Yehuda. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:15
Manasye menyingkirkan allah-allah asing, patung berhala dari Bait TUHAN, dan mezbah-mezbah yang ia dirikan, lalu membuangnya ke luar kota. Ini adalah tanda nyata pertobatannya: ia menghapus semua penyembahan berhala…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:16
Manasye memulihkan mezbah TUHAN, mempersembahkan kurban pendamaian dan syukur di atasnya, serta memerintahkan Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN. Ia tidak hanya berhenti berbuat jahat, tetapi ia aktif membangun…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:17
Meskipun Manasye telah memulihkan ibadah kepada TUHAN, rakyat masih mempersembahkan kurban di bukit-bukit pengurbanan, tetapi hanya kepada TUHAN. Ini menunjukkan bahwa reformasi Manasye tidak sepenuhnya tuntas; masih…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:18
Ayat ini merujuk pada sumber-sumber lain yang mencatat riwayat Manasye, termasuk doanya dan perkataan para pelihat. Ini menunjukkan bahwa kisah Manasye tidak lengkap tanpa pertobatannya yang sungguh, dan bahwa doanya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:19
Ayat ini merujuk pada catatan sejarah yang mencatat doa, pengakuan dosa, dan kisah pertobatan Raja Manasye, termasuk detail tentang penyembahan berhala yang ia lakukan sebelum ia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 33:20
Manasye meninggal dan dikuburkan di istananya, bukan di makam para raja. Ini mungkin karena dosa-dosanya di masa lalu, namun ia tetap dimakamkan secara layak. Putranya, Amon, menggantikannya sebagai raja.
Arti lengkap, studi kata & renungan →