Manasye membangun kembali mazbah TUHAN
2 Tawarikh 33:16
Raja yang bertobat dan memulihkan ibadah
PerikopManasye, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 33:1-20 →“Dia membangun kembali mazbah TUHAN, mempersembahkan kurban pendamaian dan kurban syukur di atasnya, dan memerintahkan Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel.”2 Tawarikh 33:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia menegakkan kembali mezbah TUHAN, mempersembahkan korban keselamatan dan korban syukur di atasnya, menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel.”2 Tawarikh 33:16 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian ia memperbaiki mezbah tempat ibadat kepada TUHAN, lalu mempersembahkan di situ kurban perdamaian dan kurban syukur. Semua orang Yehuda disuruhnya beribadat kepada TUHAN Allah Israel.”2 Tawarikh 33:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he repaired the altar of the LORD, and sacrificed thereon peace offerings and thank offerings, and commanded Judah to serve the LORD God of Israel.”2 Tawarikh 33:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 33:16?
Manasye memulihkan mezbah TUHAN, mempersembahkan kurban pendamaian dan syukur di atasnya, serta memerintahkan Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN. Ia tidak hanya berhenti berbuat jahat, tetapi ia aktif membangun kembali ibadah yang benar dan memimpin bangsa kembali kepada Allah.
Latar belakang
Pemulihan ibadah setelah pertobatan
Setelah dibawa pulang dari Babel, Manasye membangun kembali mazbah TUHAN dan mempersembahkan kurban pendamaian serta syukur. Ia memerintahkan Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel, menandakan perubahan total dari penyembahan berhala.
Di mana
Yerusalem
Di bait TUHAN, pusat ibadah Israel
Kapan
~680 SM
Kerajaan Yehuda (Pembuangan)
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan imam, ~400 SM, menekankan ketaatan
Kepada
Umat Yehuda pasca-pembuangan
Orang Israel yang kembali dari Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
membuat berdiri, mendirikan kembali
זָבַח
zavakh · mempersembahkan
menyembelih korban dalam ibadah
אָמַר
amar · memerintahkan
berkata, memerintah dengan tegas
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa pertobatan sejati melibatkan tindakan nyata: membangun kembali, berkorban dengan benar, dan memerintah orang lain untuk beribadah. Iman tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga berdampak pada komunitas.
Tahukah kamu
Mazbah yang dibangun kembali
Mazbah ini mungkin yang lama di halaman bait, yang semula dinajiskan Manasye sebelum pertobatannya. Pemulihan ini menunjukkan pola pertobatan yang nyata, bukan sekadar penyesalan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 33:16
2 Raja-raja 21:3
Kontras pemulihan
“Ia membangun kembali bukit-bukit pengurbanan yang telah dirobohkan Hizkia, ayahnya.”
2 Tawarikh 7:14
Syarat pemulihan
“Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa, dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.”
Mazmur 51:19
Kurban yang benar
“Korban kepada Allah adalah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 33:16
✕ Sering dikira
Manasye membangun kembali mazbah TUHAN berarti ia mendirikan tempat penyembahan baru yang sebelumnya tidak ada.
✓ Yang sebenarnya
Mazbah ini mungkin sudah ada sejak dahulu, tetapi dinajiskan oleh Manasye; ia memulihkannya kembali untuk ibadah yang benar.
✕ Sering dikira
Kurban pendamaian dan syukur dipersembahkan untuk menebus dosa-dosanya yang lalu.
✓ Yang sebenarnya
Kurban ini adalah tanda syukur dan persekutuan, bukan untuk menebus dosa karena penebusan hanya melalui darah Kristus, dan dalam PL mendahului anugerah Allah yang tetap.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 33:16
Setelah bertobat, Manasye memimpin orang lain untuk menyembah Tuhan. Pertobatan yang benar tidak hanya mengubah diri sendiri, tetapi juga berdampak pada orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi teladan dan mendorong sesama untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka.
Ya Allah, jadikan hidupku sebagai alat untuk membawa orang lain beribadah kepada-Mu, dan tolong aku untuk memprioritaskan-Mu dalam segala hal. Amin.