Seruan Keras di Gerbang Kota
Yesaya 58:1-14
Orang Harus Diberi Tahu untuk Mengikut Allah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Perintah untuk Menyuarakan Kebenaran
TUHAN menyuruh Yesaya untuk berteriak nyaring seperti trompet, memberitakan pelanggaran dan dosa umat-Nya. Ini bukan seruan lembut, melainkan teguran keras yang membangunkan dari kemunafikan.
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota, mungkin dekat Bait Allah
Kapan
~700 SM
Kerajaan Terbagi: Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar di Yehuda, aktif ~740-680 SM
Kepada
Umat Israel
Orang-orang Yehuda yang religius namun munafik
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 58:1-14 Ayat per Ayat
Yesaya 58:1
Ayat ini memanggil nabi untuk berseru dengan lantang, menyatakan pelanggaran dan dosa umat Israel kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan umat-Nya menyadari kesalahan mereka, bukan untuk menghukum,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:2
Umat Israel tampak tekun mencari Allah dan menyukai jalan-jalan-Nya, bertanya tentang hukum yang benar. Namun, ini terjadi secara lahiriah tanpa pertobatan yang sejati. Mereka melakukan ritual agama, tetapi hati mereka…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:3
Umat mengeluh karena puasa mereka tidak dihargai Allah, tetapi Allah menunjukkan bahwa puasa mereka disertai dengan mencari keinginan sendiri dan menindas pekerja. Puasa yang salah bukanlah ibadah yang berkenan, karena…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:4
Puasa mereka tidak lain adalah untuk berbantah dan berkelahi, serta menindas dengan kekerasan. Puasa yang demikian tidak akan didengar Allah, karena tidak mencerminkan kerendahan hati yang benar di hadapan-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:5
Allah menegaskan bahwa puasa yang Dia kehendaki bukanlah sekadar merendahkan diri secara lahiriah, seperti menundukkan kepala atau berpuas diri dengan abu. Puasa yang benar adalah yang mencerminkan hati yang rendah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:6
Puasa yang dikehendaki Tuhan berhubungan dengan keadilan: membuka belenggu kejahatan, melepaskan tali kuk, memerdekakan orang tertindas, dan mematahkan setiap kuk penindasan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:7
Puasa yang benar bukan sekadar menahan makan, tetapi berbagi makanan dengan yang lapar, menampung orang miskin yang terlantar, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan tidak mengabaikan kebutuhan sesama manusia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:8
Jika kita melakukan puasa yang benar, berbagi dengan yang lapar dan menolong yang tertindas, maka berkat Tuhan akan menyertai kita: terang kita bersinar seperti fajar, kesembuhan datang segera, kebenaran memimpin kita,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:9
Jika kita berhenti menindas orang lain, berhenti menuduh dan berbicara jahat, maka ketika kita berseru, Tuhan akan menjawab dan berkata, 'Aku di sini.' Tuhan mendengar doa kita ketika kita hidup benar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:10
Apabila kita memberi kepada yang lapar dan memuaskan kebutuhan orang yang tertindas, maka terang kita akan bercahaya dalam kegelapan, dan keadaan gelap kita akan menjadi terang seperti siang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:11
Tuhan akan terus menuntun kita, memuaskan kita di tanah yang kering, dan menguatkan kita. Kita akan menjadi seperti taman yang subur dan mata air yang tidak pernah kering, sumber berkat bagi orang lain.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:12
Orang yang hidup dalam kebenaran akan membangun kembali reruntuhan, memperbaiki tembok yang berlubang, dan membetulkan jalan-jalan; mereka akan disebut pembangun dan pemulih bagi generasi berikutnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:13
Ayat ini menekankan cara yang benar untuk menghormati hari Sabat: bukan dengan mengejar kesenangan atau urusan sendiri, tetapi dengan menganggapnya sebagai hari yang kudus dan menyenangkan bagi TUHAN, serta menghindari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 58:14
Jika kita menghormati hari Sabat sesuai kehendak Tuhan, maka kita akan bersukacita di dalam Tuhan dan menerima berkat-Nya: dipimpin menuju kemenangan dan diberi warisan dari Yakub, yaitu janji berkat yang hanya bisa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →