Janji Sabat yang Memberkati
Yesaya 58:13
Puasa Sejati dan Berkat Sabat
PerikopOrang Harus Diberi Tahu untuk Mengikut Allah · Yesaya 58:1-14 →“Jika kamu tidak menginjak-injak hari Sabat dan tidak melakukan kesukaanmu pada hari kudus-Ku, tetapi menyebut hari Sabat “hari kesenangan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”, serta menghormatinya dengan tidak berjalan menurut jalan-jalanmu sendiri, mencari kesenanganmu sendiri, atau mengatakan perkataanmu sendiri,”Yesaya 58:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,”Yesaya 58:13 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata, "Hormatilah hari Sabat sebagai hari untuk TUHAN. Jangan mengurus kepentinganmu sendiri pada hari itu. Rayakanlah hari itu sebagai hari bahagia; hormatilah hari TUHAN dengan tidak bepergian; jangan juga bekerja atau bicara yang sia-sia.”Yesaya 58:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If thou turn away thy foot from the sabbath, from doing thy pleasure on my holy day; and call the sabbath a delight, the holy of the LORD, honourable; and shalt honour him, not doing thine own ways, nor finding thine own pleasure, nor speaking thine own words:”Yesaya 58:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 58:13?
Ayat ini menekankan cara yang benar untuk menghormati hari Sabat: bukan dengan mengejar kesenangan atau urusan sendiri, tetapi dengan menganggapnya sebagai hari yang kudus dan menyenangkan bagi TUHAN, serta menghindari aktivitas dan perkataan yang mementingkan diri sendiri.
Latar belakang
Syarat Berkat: Hormati Sabat
Setelah menjelaskan puasa yang benar, Tuhan menegaskan bahwa berkat juga bergantung pada cara mereka menghormati hari Sabat. Mereka tidak boleh menjadikan Sabat sebagai hari untuk mengejar kesenangan pribadi, berbicara sia-sia, atau melakukan urusan sendiri.
Di mana
Yerusalem
Konteks khotbah nabi, mungkin di bait Allah atau jalanan kota
Kapan
~700 SM
Perjanjian Lama
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar di Kerajaan Yehuda, ~740–680 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah yang sedang hidup dalam kemunafikan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רכל
rakhal · menginjak-injak
menghina, memperlakukan dengan tidak hormat
שַׁבָּת
shabbat · hari Sabat
hari perhentian, hari ketujuh
חֵפֶץ
chephets · kesenangan
kenikmatan, keinginan, sesuatu yang diinginkan
Ketiga kata ini menekankan bahwa Sabat adalah hari yang harus dihormati dengan berhenti dari kegiatan dan keinginan pribadi, untuk menikmati kehadiran Tuhan.
Tahukah kamu
Sabat dalam Perjanjian Lama
Kata 'Sabat' berasal dari akar kata Ibrani 'shavat' yang berarti 'berhenti' atau 'beristirahat', bukan sekadar 'ibadah'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 58:13
Keluaran 20:8
Perintah dasar
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.”
Markus 2:27
Tujuan Sabat
“Hari Sabat diadakan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat.”
Yesaya 56:2
Konteks serupa
“Berbahagialah orang yang melakukan ini, anak manusia yang berpegang teguh padanya, yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 58:13
✕ Sering dikira
Sabat hanya tentang tidak bekerja fisik dan pergi ke gereja.
✓ Yang sebenarnya
Sabat adalah tentang berhenti dari aktivitas biasa untuk menikmati hadirat Tuhan, bukan sekadar formalitas.
✕ Sering dikira
Mencari kesenangan sendiri berarti tidak boleh menikmati hidup sama sekali pada hari Sabat.
✓ Yang sebenarnya
Yang dilarang adalah mencari kesenangan yang egois, bukan menikmati hari dengan cara yang memuliakan Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 58:13
Hari istirahat bisa menjadi kesempatan untuk berhenti dari kesibukan dan memberi waktu khusus bagi Tuhan serta orang-orang di sekitar kita. Coba rencanakan hari Sabat atau hari ibadahmu dengan cara yang menghormati Tuhan, bukan sekadar liburan.
Tuhan, ajar aku untuk menghormati hari kudus-Mu dengan sukacita, meletakkan kehendak-Mu di atas keinginanku sendiri. Amin.