Puasa yang Kukehendaki
Yesaya 58:5
Puasa yang Benar
PerikopOrang Harus Diberi Tahu untuk Mengikut Allah · Yesaya 58:1-14 →“Puasa seperti itukah yang Kukehendaki, suatu hari bagi seseorang untuk merendahkan diri? Apakah puasa itu untuk menundukkan kepala seperti buluh, membentang kain berkabung dan menebarkan abu sebagai alas tidur? Akankah kamu menyebut hal itu sebagai puasa, sebuah hari yang dikenan TUHAN?”Yesaya 58:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh- sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?”Yesaya 58:5 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila kamu berpuasa, kamu menyiksa dirimu; kamu menundukkan kepalamu seperti daun rumput. Kamu membentangkan kain karung dan menaburkan abu, dan berbaring di atasnya. Itukah yang kamu sebut puasa? Sangkamu Aku senang dengan perbuatanmu itu?”Yesaya 58:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Is it such a fast that I have chosen? a day for a man to afflict his soul? is it to bow down his head as a bulrush, and to spread sackcloth and ashes under him? wilt thou call this a fast, and an acceptable day to the LORD?”Yesaya 58:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 58:5?
Allah menegaskan bahwa puasa yang Dia kehendaki bukanlah sekadar merendahkan diri secara lahiriah, seperti menundukkan kepala atau berpuas diri dengan abu. Puasa yang benar adalah yang mencerminkan hati yang rendah hati kepada Allah dan memperhatikan sesama.
Latar belakang
Puasa yang lahiriah
Tuhan menggambarkan puasa yang keliru: menundukkan kepala seperti buluh, berbaring di kain kabung dan abu. Semua itu hanya lahiriah, tidak menyentuh hati.
Di mana
Yerusalem
Di bait Allah / area sekitarnya
Kapan
~700 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar, ~700 SM
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang berpuasa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ענה
anah · merendahkan
menekan, merendahkan diri
קעם
qa'am · menundukkan
membungkuk, menunduk
שק
saq · kabung
kain karung
Perendahan diri yang benar bukan diukur dari postur atau pakaian, melainkan dari kondisi hati dan perubahan hidup.
Tahukah kamu
Simbol duka kuno
Kain kabung dan abu adalah simbol perkabungan yang umum di Timur Tengah kuno, dipakai untuk menunjukkan penyesalan secara visual.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 58:5
Yoel 2:13
hati bukan pakaian
“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, dan berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu.”
Zakharia 7:5
puasa bukan untuk Aku
“Ketika kamu berpuasa dan meratap pada bulan kelima dan ketujuh selama tujuh puluh tahun itu, apakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?”
Mazmur 51:19
hati hancur
“Korban kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 58:5
✕ Sering dikira
Puasa harus disertai ritual tertentu seperti kain kabung.
✓ Yang sebenarnya
Ritual tanpa hati tidak berguna; yang penting kerendahan hati.
✕ Sering dikira
Puasa adalah cara untuk memaksa Tuhan menjawab doa.
✓ Yang sebenarnya
Puasa bukan alat manipulasi, tetapi ekspresi pertobatan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 58:5
Puasa sejati bukanlah tentang ritual yang kelihatan, tetapi tentang hati yang mau benar-benar tunduk kepada Allah. Cerminkan kerendahan hati itu dengan tindakan nyata kepada orang lain.
Ya Tuhan, ubahlah hati kami agar puasa kami bukan hanya kulit luar, melainkan inti yang hidup dalam hubungan dengan-Mu. Amin.