Seruan Keras di Gerbang Kota

Yesaya 58:1

Puasa Sejati: Hati yang Melayani

Berserulah dengan keras, jangan menahannya. Angkatlah suaramu seperti trompet! Nyatakanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, kepada keluarga Yakub dosa-dosa mereka.

Yesaya 58:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 58:1?

Ayat ini memanggil nabi untuk berseru dengan lantang, menyatakan pelanggaran dan dosa umat Israel kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan umat-Nya menyadari kesalahan mereka, bukan untuk menghukum, tetapi untuk membawa mereka kembali kepada kebenaran.

Latar belakang

Perintah untuk Menyuarakan Kebenaran

TUHAN menyuruh Yesaya untuk berteriak nyaring seperti trompet, memberitakan pelanggaran dan dosa umat-Nya. Ini bukan seruan lembut, melainkan teguran keras yang membangunkan dari kemunafikan.

Di mana

Yerusalem

Di dalam kota, mungkin dekat Bait Allah

Kapan

~700 SM

Kerajaan Terbagi: Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Asyur
Hancurnya Samaria
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar di Yehuda, aktif ~740-680 SM

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang Yehuda yang religius namun munafik

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קְרָא

qera · Berserulah

memanggil dengan suara nyaring

שׁוֹפָר

shofar · trompet

alat tiup tanduk domba

פֶּשַׁע

pesha · pelanggaran

pemberontakan, kesalahan besar

Kata pesha (pelanggaran) menunjuk pada pemberontakan yang disengaja, bukan sekadar salah langkah. TUHAN menginginkan umat menyadari bahwa ibadah mereka selama ini adalah bentuk pemberontakan terselubung.

Tahukah kamu

Trompet di Perjanjian Lama

Trompet (shofar) biasanya terbuat dari tanduk domba jantan, dan bunyinya dipakai untuk memanggil berkumpul, tanda perang, atau perayaan. Di sini dipakai untuk teguran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 58:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 58:1

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk nabi zaman dulu, bukan untuk kita.

✓  Yang sebenarnya

Ini peringatan bagi semua umat Tuhan untuk berani menegur dosa dengan kasih.

✕  Sering dikira

Trompet artinya harus berteriak secara harfiah di jalanan.

✓  Yang sebenarnya

Trompet adalah kiasan untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan tegas, bukan harus berteriak.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 58:1

Terkadang kita perlu berani menegur sesama yang berbuat salah, dengan kasih dan kebenaran. Menyampaikan kebenaran dengan jelas dan berani adalah tindakan kasih yang penting.

Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk menyatakan kebenaran dengan kasih, dan hati yang rendah hati untuk menerima teguran. Amin.