Tulisan Syukur Hizkia
Yesaya 38:9-22
Nyanyian Hizkia
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Nyanyian Kesembuhan
Hizkia menuangkan pengalaman sakit dan penyembuhannya dalam syair yang menyentuh. Ia menulis sebagai ungkapan syukur dan pengakuan bahwa Allah telah menyelamatkannya dari maut.
Di mana
Yerusalem
Setelah sembuh, menulis dan menyampaikan syair
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Hizkia
Raja Yehuda yang disembuhkan dari sakit
Kepada
Rakyat Yehuda
Orang-orang yang akan membaca nyanyian ini
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 38:9-22 Ayat per Ayat
Yesaya 38:9
Ayat ini memperkenalkan tulisan Hizkia, sebuah nyanyian syukur atau ratapan yang dia tulis setelah sembuh dari penyakitnya. Ini adalah catatan pribadi tentang pergumulan dan pemulihan yang dialaminya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:10
Hizkia mengungkapkan keputusasaannya saat sakit, merasa harus 'pergi ke gerbang dunia orang mati' di tengah usianya. Dia takut kehilangan sisa tahun-tahun yang berharga dalam hidupnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:11
Hizkia takut tidak akan lagi melihat TUHAN dan manusia di dunia. Ini menggambarkan keputusasaan orang yang mengira akan mati muda dan kehilangan kesempatan untuk beribadah dan bersekutu dengan orang lain.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:12
Hizkia menggunakan gambaran kemah gembala yang dibongkar dan alat tenun untuk menggambarkan hidupnya yang hampir berakhir. Dia merasa seperti semuanya dicabut dan dipotong, tetapi dia juga mengaku bahwa Tuhan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:13
Hizkia menggambarkan penderitaannya seperti dihancurkan singa dan mengalami penderitaan siang malam tanpa henti. Ini adalah ungkapan keputusasaan dan kesakitan yang mendalam saat menghadapi kematian.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:14
Hizkia membandingkan dirinya dengan burung yang lemah, mencicit dan merintih karena putus asa. Matanya lelah menengadah ke langit, dan dia memohon Tuhan menjadi penjaminnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:15
Hizkia merenungkan bahwa Tuhan telah berfirman dan melakukannya; dia tidak bisa berkata-kata lagi. Dia memilih untuk berjalan perlahan dan rendah hati karena kepahitan jiwanya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:16
Hizkia mengakui bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan dan kesehatan. Melalui pengalaman pahit ini, jiwanya hidup, dan dia meminta Tuhan memulihkan kesehatannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:17
Hizkia mengakui bahwa kepahitan yang dia alami ternyata membawa keselamatan. Dalam kasih-Nya, Tuhan melepaskan dia dari lubang kebinasaan dan mengampuni dosanya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:18
Hizkia menegaskan bahwa orang mati tidak dapat memuji Tuhan, hanya orang hidup yang dapat bersyukur. Ini menunjukkan pentingnya bersyukur selama masih diberi kesempatan hidup.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:19
Ayat ini menekankan bahwa hanya orang yang hidup dapat memuji dan bersyukur kepada Tuhan. Hizkia menyadari bahwa kesembuhan dan hidupnya adalah kesempatan untuk bersaksi tentang kesetiaan Tuhan kepada generasi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:20
Hizkia menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya, dan sebagai respons, dia berjanji untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan seumur hidupnya di rumah Tuhan dengan iringan kecapi. Ini adalah ungkapan syukur…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:21
Ayat ini mencatat instruksi Yesaya untuk menggunakan kue ara sebagai obat untuk penyakit Hizkia. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sering menggunakan cara alami dan praktis untuk menyembuhkan, di samping kuasa ilahi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 38:22
Hizkia meminta tanda dari Tuhan untuk memastikan bahwa dia akan benar-benar sembuh dan bisa pergi ke rumah Tuhan. Ini menunjukkan kerinduan hatinya untuk beribadah, dan juga keinginan untuk mendapat kepastian dari Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →