Merintih di Pagi Buta

Yesaya 38:14

Doa dan Kesembuhan Hizkia

Seperti burung walet atau burung bangau, aku mencicit; aku merintih seperti burung merpati. Mataku lelah karena menengadah. Ya Tuhan, aku tertekan, jadilah penjaminku.”

Yesaya 38:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 38:14?

Hizkia membandingkan dirinya dengan burung yang lemah, mencicit dan merintih karena putus asa. Matanya lelah menengadah ke langit, dan dia memohon Tuhan menjadi penjaminnya.

Latar belakang

Hizkia meratap seperti burung

Hizkia membandingkan dirinya dengan burung walet atau bangau yang berbunyi lemah; ia merintih seperti merpati. Matanya lelah karena menengadah ke langit, sambil memohon Tuhan menjadi penjamin hidupnya.

Di mana

Yerusalem

Di kamar sakit, melanjutkan doa dan ratapan

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hizkia menderita sakit
Hizkia sembuh
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda, berkuasa 29 tahun, sangat beriman

T

Kepada

Tuhan

Allah Israel, yang mendengar doa dan melihat air mata

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צִפְצַף

tziptsef · mencicit

berbunyi seperti burung kecil; menandakan suara yang lemah dan tidak jelas.

הָגָה

hagah · merintih

mengerang, meratap, atau merenung; sering berarti mengeluarkan suara karena kesedihan.

נָשָׂא

nasa · menengadah

mengangkat, membawa; di sini berarti mata yang mendongak ke atas, mencari pertolongan.

Kata-kata ini menangkap kerapuhan manusia: suara yang melemah, rengekan yang memohon, dan mata yang mencari ke langit. Ini menunjukkan bahwa doa tidak harus selalu kuat dan fasih; yang penting adalah hati yang jujur di hadapan Tuhan.

Tahukah kamu

Burung walet dan bangau

Burung walet dan bangau dikenal dengan suara nyaring, tetapi di sini Hizkia menggambarkan bunyi yang lemah (mencicit). Ini menunjukkan betapa lemahnya kondisi fisik dan mentalnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 38:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 38:14

✕  Sering dikira

Hizkia putus asa dan kehilangan iman.

✓  Yang sebenarnya

Ia masih berdoa kepada Tuhan, mengakui kelemahannya. Ini justru iman yang jujur, bukan keputusasaan.

✕  Sering dikira

Hizkia memanggil Tuhan sebagai 'penjamin' yang harus menanggung utangnya.

✓  Yang sebenarnya

Istilah penjamin di sini berarti Tuhan sebagai pelindung yang menjamin keselamatan Hizkia, bukan sekadar kontrak bisnis.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 38:14

Dalam kelemahan, kita bisa mengakui ketidakberdayaan kita dan memohon pertolongan Tuhan. Tuhan adalah penjamin kita yang setia, yang sanggup menopang kita.

Tuhan, aku lemah dan putus asa; jadilah penjaminku dan peganglah tanganku. Amin.