Nyanyian syukur Hizkia

Yesaya 38:19

Hizkia Sembuh dan Bernyanyi

Yang hidup, yang hidup, dialah yang akan bersyukur kepada-Mu, seperti aku hari ini. Ayah akan memberi tahu anak-anaknya tentang kesetiaan-Mu.

Yesaya 38:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 38:19?

Ayat ini menekankan bahwa hanya orang yang hidup dapat memuji dan bersyukur kepada Tuhan. Hizkia menyadari bahwa kesembuhan dan hidupnya adalah kesempatan untuk bersaksi tentang kesetiaan Tuhan kepada generasi berikutnya, yaitu anak-anak.

Latar belakang

Yang hidup bersyukur

Hizkia merenung bahwa hanya orang hidup yang dapat memuji Tuhan, dan ia bertekad untuk bersyukur. Ia juga menekankan pentingnya mewariskan kesetiaan Tuhan kepada anak-anak.

Di mana

Yerusalem

Istana raja, setelah kesembuhan

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hizkia jatuh sakit
Serangan Asyur gagal
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda, sakit lalu sembuh

U

Kepada

Umat Yehuda

Orang-orang yang akan mendengar nyanyiannya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חַי

chay · hidup

Hidup, yang memiliki kehidupan, lawan dari mati.

יָדָה

yadah · bersyukur

Memuji, mengakui, berterima kasih dengan tangan terulur.

אֱמֶת

emet · kesetiaan-Mu

Kebenaran, keteguhan, kesetiaan yang dapat diandalkan.

Kata 'hidup' (chay) menekankan kehidupan aktif, bukan sekadar bernapas. 'Bersyukur' (yadah) melibatkan perbuatan nyata, dan 'kesetiaan' (emet) menunjukkan karakter Tuhan yang teguh. Jadi, syukur adalah respons hidup terhadap Allah yang setia.

Tahukah kamu

Bapa mengajar anak

Dalam budaya Israel kuno, pendidikan iman terutama di rumah, dan ayah bertanggung jawab mengajarkan Taurat kepada anak-anak (Ulangan 6:7).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 38:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 38:19

✕  Sering dikira

Ayat ini seolah-olah hanya orang yang hidup di dunia ini yang bisa memuji Tuhan, sehingga orang mati tidak punya harapan.

✓  Yang sebenarnya

Hizkia berbicara dari perspektif Perjanjian Lama di mana akhirat belum terang; intinya adalah syukur harus diungkapkan di sini dan kini.

✕  Sering dikira

Kesetiaan Tuhan hanya untuk orang yang hidup, jadi orang mati ditinggalkan.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan tetap setia, tetapi kesempatan untuk bersaksi di bumi hanya ada selama hidup.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 38:19

Setiap hari yang kita jalani adalah anugerah untuk memuliakan Tuhan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada anak-anak atau orang-orang di sekitar kita, karena kesaksian hidup kita berdampak bagi generasi mendatang.

Tuhan, terima kasih untuk hidup yang Engkau berikan; ajarlah aku untuk menggunakan setiap hari untuk bersaksi tentang kesetiaan-Mu kepada generasi berikutnya. Amin.