Di ambang kematian

Yesaya 38:10

Nyanyian syukur Hizkia setelah sembuh

PerikopNyanyian Hizkia · Yesaya 38:9-22 →
“Aku berkata, “Di tengah-tengah kehidupanku, aku harus pergi ke gerbang dunia orang mati dan aku kehilangan sisa tahun-tahunku.””

Yesaya 38:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 38:10?

Hizkia mengungkapkan keputusasaannya saat sakit, merasa harus 'pergi ke gerbang dunia orang mati' di tengah usianya. Dia takut kehilangan sisa tahun-tahun yang berharga dalam hidupnya.

Latar belakang

Hizkia menulis syairnya

Hizkia menuangkan pengalamannya di ambang maut dalam syair. Ia mengingat bagaimana ia berkata bahwa di tengah hidupnya ia harus masuk gerbang maut, kehilangan tahun-tahun yang tersisa.

Di mana

Istana Yerusalem

Kamar tidur, setelah sakit

Kapan

~701 SM

Sejarah — Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sakit hampir mati
Sembuh dan sembahyang
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda, sakit hampir mati, lalu disembuhkan

T

Kepada

Tuhan (dalam doa)

Allah yang disembah Hizkia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חַיַּי

khayyay · kehidupanku

hidupku, masa hidupku yang aktif

פָקַדְתִּי

paqadti · kehilangan

aku mengakhiri, aku dipotong

שְׁנוֹתַי

shenotay · tahun-tahunku

tahun-tahun kehidupanku

Ketiga kata ini menekankan bahwa Hizkia merasa hidupnya dipotong oleh Tuhan. Kata paqad bisa berarti 'memperhatikan' atau 'menghukum', jadi ia merasa Tuhan memperhatikan dan menghentikan hidupnya.

Tahukah kamu

Gerbang dunia orang mati

Dalam budaya kuno, dunia orang mati sering digambarkan memiliki gerbang, dan masuk ke sana berarti kehilangan semua yang berharga di dunia orang hidup.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 38:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 38:10

✕  Sering dikira

Hizkia berdoa agar umurnya ditambah karena takut mati, bukannya ikhlas.

✓  Yang sebenarnya

Hizkia menangis dan memohon, tetapi kemudian menerima keputusan Tuhan dengan syukur.

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti kita tidak boleh takut mati.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan pergumulan manusia dalam menghadapi kematian, dan bagaimana Tuhan menjawab doa.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 38:10

Ketakutan akan kematian adalah hal yang manusiawi. Namun, kita bisa belajar bahwa hidup adalah anugerah yang harus dihargai. Jangan tunggu sakit untuk menghargai setiap hari yang Tuhan berikan.

Tuhan, ajari aku menghargai setiap hari sebagai hadiah dari-Mu, dan beri aku keberanian menghadapi ketakutan terbesarku. Amin.