Kemah dicabut

Yesaya 38:12

Nyanyian syukur Hizkia setelah sembuh

PerikopNyanyian Hizkia · Yesaya 38:9-22 →
“Kediamanku dicabut dan disingkirkan dariku seperti kemah seorang gembala. Seperti penenun, aku menggulung hidupku, Dia memotongku dari peralatan tenun. Dari siang hingga malam, Engkau membawaku kepada akhir.”

Yesaya 38:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 38:12?

Hizkia menggunakan gambaran kemah gembala yang dibongkar dan alat tenun untuk menggambarkan hidupnya yang hampir berakhir. Dia merasa seperti semuanya dicabut dan dipotong, tetapi dia juga mengaku bahwa Tuhan yang melakukan hal itu.

Latar belakang

Hidup seperti kemah

Hizkia menggambarkan hidupnya sebagai kemah yang dicabut dan disingkirkan, seperti ditenun lalu dipotong dari alat tenun. Ia merasa Tuhan mengakhiri hidupnya.

Di mana

Istana Yerusalem

Kamar tidur, setelah sakit

Kapan

~701 SM

Sejarah — Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sakit hampir mati
Sembuh dan sembahyang
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda, sakit hampir mati, lalu disembuhkan

T

Kepada

Tuhan (dalam doa)

Allah yang disembah Hizkia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דּוֹרִי

dori · kediamanku

generasiku, tempat tinggalku, juga bisa berarti 'zamanku'

נִסַּע

nissa · dicabut

dibongkar, dipindahkan (tentang kemah)

אֹרֵג

oreg · penenun

penenun, tukang tenun

Kata 'dori' bisa berarti 'generasi' atau 'tempat tinggal'. Hizkia merasa hidupnya dicabut seperti kemah, dan juga dipotong seperti benang tenun — dua gambaran yang menunjukkan kefanaan.

Tahukah kamu

Kemah gembala

Kemah gembala mudah dibongkar pasang; ini menunjukkan betapa sementaranya kehidupan. Alat tenun juga gambaran hidup yang sedang ditenun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 38:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 38:12

✕  Sering dikira

Hizkia bicara tentang kematian fisik secara permanen.

✓  Yang sebenarnya

Ia sedang berada dalam ketakutan akan kematian, tetapi kemudian Tuhan menyembuhkannya.

✕  Sering dikira

Gambaran penenun berarti hidup kita sudah ditentukan tanpa harapan.

✓  Yang sebenarnya

Ini hanya perasaan Hizkia saat itu; Tuhan masih memberinya harapan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 38:12

Hidup ini memang sementara, seperti kemah dan tenunan. Namun, di tangan Tuhan, hidup kita dianyam dengan maksud. Kepercayaan kepada-Nya memberi kita ketenangan di tengah ketidakpastian.

Tuhan, di tengah kelemahan dan ketidakpastianku, tolong aku untuk percaya bahwa tangan-Mu sedang bekerja dalam setiap musim hidupku. Amin.