Menerima Kehendak Tuhan

Yesaya 38:15

Doa dan Kesembuhan Hizkia

“Apa yang harus kukatakan? Dia sudah berfirman kepadaku dan Dia sendiri telah melakukannya. Aku akan berjalan pelan-pelan sepanjang tahun-tahunku karena kepahitan jiwaku.

Yesaya 38:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 38:15?

Hizkia merenungkan bahwa Tuhan telah berfirman dan melakukannya; dia tidak bisa berkata-kata lagi. Dia memilih untuk berjalan perlahan dan rendah hati karena kepahitan jiwanya.

Latar belakang

Hizkia merendahkan diri

Hizkia mengakui bahwa penderitaannya membuat jiwanya pahit. Namun, ia menyadari bahwa Tuhan telah berfirman dan melakukannya. Ia bertekad untuk berjalan dengan tenang dan rendah hati di hadapan Tuhan seumur hidupnya.

Di mana

Yerusalem

Di kamar sakit, setelah menerima janji pemulihan

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yesaya menyampaikan janji
Hizkia sembuh dan menulis nyanyian
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda, berkuasa 29 tahun, sangat beriman

A

Kepada

Allah

Tuhan yang telah mendengar doa dan berjanji menyembuhkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָמַר

amar · berkata

berkata, berbicara; di sini menunjuk pada firman Tuhan yang pasti.

הָלַךְ

halakh · berjalan

berjalan, hidup; sering dipakai untuk gaya hidup secara keseluruhan.

מַר

mar · pahit

pahit, getir; melambangkan penderitaan yang mendalam.

Kombinasi 'berkata', 'berjalan', dan 'pahit' menunjukkan bahwa firman Tuhan membawa pemahaman, dan hidup yang benar dimulai dari mengakui kepahitan kita. Kita dapat berjalan dalam kelemahan, tetapi dengan Tuhan sebagai sandaran.

Tahukah kamu

Berjalan pelan-pelan

Frasa 'berjalan pelan-pelan' bisa merujuk pada sikap hati yang tenang dan tidak terburu-buru, atau juga berjalan dengan hati-hati seperti orang yang pernah jatuh. Hizkia ingin hidup dengan kesadaran akan kerapuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 38:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 38:15

✕  Sering dikira

Hizkia berkata bahwa Tuhan yang menyebabkan kepahitan dan sewenang-wenang.

✓  Yang sebenarnya

Hizkia mengakui kepahitan sebagai akibat dari penyakit, bukan menyalahkan Tuhan. Ia justru melihat Tuhan sebagai penolong dalam kepahitan itu.

✕  Sering dikira

Hizkia bertekad untuk 'berjalan pelan' secara harfiah, misalnya berjalan lambat.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora untuk hidup dengan rendah hati, hati-hati, dan bersandar pada Tuhan, bukan kecepatan fisik.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 38:15

Ketika Tuhan menjawab doa dengan cara yang tidak kita duga, kita bisa merespons dengan kerendahan hati dan berjalan perlahan, mengingat kasih setia-Nya.

Tuhan, ajari aku untuk berjalan dengan rendah hati dan bersyukur dalam segala keadaan. Amin.