Menguji kegembiraan
Pengkhotbah 2:1-16
Hikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Percobaan pertama
Pengkhotbah memutuskan untuk menguji kegembiraan dan kesenangan, berpikir mungkin itu memberi makna. Ia menyimpulkan bahwa hal itu juga sia-sia.
Di mana
Yerusalem
Istana, refleksi pribadi di hati
Kapan
~935 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Sang Pengkhotbah
Raja Salomo, bijak namun bergumul dengan makna hidup
Kepada
Pembaca
Siapa saja yang mencari makna di tengah kesia-siaan
Arti tiap ayat
Penjelasan Pengkhotbah 2:1-16 Ayat per Ayat
Pengkhotbah 2:1
Pengkhotbah mencoba mencari kepuasan dalam kesenangan dan kegembiraan, tetapi hasilnya sia-sia. Ini menunjukkan bahwa mencari kebahagiaan melalui kesenangan duniawi tidak memberikan kepuasan sejati dalam hidup.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:2
Pengkhotbah menilai tawa dan kegembiraan sebagai kebodohan dan tidak berguna. Ini menyoroti bahwa hiburan dan kesenangan semata tidak dapat memberikan kepuasan atau makna yang bertahan lama.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:3
Pengkhotbah mencoba mencari arti hidup melalui anggur dan kebodohan, tetapi tetap menjaga hikmat untuk menilai. Ini menunjukkan bahwa mencari kepuasan melalui hal-hal duniawi tidak memberikan jawaban sejati; hanya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:4
Pengkhotbah menggambarkan usahanya membangun rumah dan kebun anggur untuk mencari kepuasan dan makna melalui prestasi dan kepemilikan. Namun, ini semua sia-sia karena tidak memberikan kepuasan sejati.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:5
Pengkhotbah menciptakan kebun dan taman dengan berbagai pohon buah sebagai bagian dari usahanya mencari kepuasan. Ini melambangkan pencarian keindahan dan kenikmatan duniawi yang tetap sia-sia tanpa Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:6
Pengkhotbah membangun kolam air untuk mengairi kebunnya, menunjukkan upaya besar untuk memastikan kemakmuran dan keberhasilan usahanya. Namun, ini masih sia-sia karena kepuasan sejati tidak ada di dalamnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:7
Salomo mengumpulkan kekayaan besar: budak, ternak, dan harta. Ini menunjukkan bahwa memiliki banyak harta dan properti tidak memberikan kepuasan sejati; semuanya sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:8
Salomo mengumpulkan emas, perak, dan harta, serta menyediakan penyanyi dan gundik. Ini menunjukkan bahwa kesenangan duniawi tidak pernah benar-benar memuaskan; semuanya sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:9
Salomo menjadi sangat besar dan melebihi semua orang sebelumnya di Yerusalem, namun hikmatnya tetap tinggal padanya. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan duniawi tidak menjamin kebahagiaan sejati.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:10
Salomo melakukan segala yang diinginkan matanya dan tidak menahan kesenangan apa pun, namun ia menyadari bahwa itu semua adalah bagian dari kerja kerasnya, tetapi tetap sia-sia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:11
Salomo melihat semua yang dikerjakannya dan menyimpulkan semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin, karena tidak ada keuntungan abadi di bawah matahari.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:12
Salomo berpaling untuk menyelidiki hikmat, kebodohan, dan kebebalan, dan bertanya apa yang bisa dilakukan oleh raja berikutnya selain apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa manusia hanya memiliki…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:13
Ayat ini membandingkan hikmat dan kebodohan seperti terang dan gelap. Hikmat memberi kejelasan dan arahan, sementara kebodohan membuat orang tersesat. Penulis menegaskan bahwa hikmat jelas lebih berharga, tetapi ia…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:14
Orang berhikmat memiliki mata di kepalanya, artinya ia melihat dengan jelas dan tahu arah, sedangkan orang bodoh berjalan dalam kegelapan, tersesat. Namun, keduanya akan mati, nasib yang sama menimpa mereka. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:15
Pengkhotbah menyadari bahwa nasib orang bodoh, yaitu kematian, akan menimpanya juga. Ia merasa sia-sia memiliki hikmat karena toh ia akan mati juga. Ini menunjukkan kekecewaan manusia ketika menyadari keterbatasan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:16
Baik orang berhikmat maupun bodoh akan dilupakan seiring waktu. Tidak ada kenangan abadi bagi siapapun; orang berhikmat mati seperti orang bodoh. Ini menekankan kesia-siaan mencari ketenaran atau warisan duniawi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →