Kecewa pada hidup yang fana
Pengkhotbah 2:17-26
Kerja Keras Adalah Kesia-siaan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Membenci kehidupan yang sia-sia
Karena semua kerja keras dan hikmat tidak menghasilkan kepuasan abadi, Pengkhotbah sampai pada titik membenci kehidupan itu sendiri. Pekerjaan yang dilakukan di bawah matahari terasa menyedihkan dan sia-sia.
Di mana
Yerusalem
Di istana raja, saat merenung
Kapan
~950 SM
zaman keemasan Israel
Yang berbicara
Pengkhotbah
Sang raja, penulis kitab, merenung. ±950 SM
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang mencari makna hidup
Arti tiap ayat
Penjelasan Pengkhotbah 2:17-26 Ayat per Ayat
Pengkhotbah 2:17
Pengkhotbah membenci hidup karena semua pekerjaan di bawah matahari terasa menyedihkan dan sia-sia. Frustrasi muncul karena segala usaha tidak memberikan kepuasan yang bertahan, semuanya seperti mengejar angin.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:18
Pengkhotbah membenci hasil kerja kerasnya karena harus ditinggalkan kepada generasi berikutnya. Ia tidak bisa memastikan apakah orang yang mewarisinya akan bijak atau bodoh, yang bisa memboroskan atau merusak apa yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:19
Pengkhotbah 2:19 menunjukkan bahwa kita tidak tahu apakah penerus kita akan bijak atau bodoh, namun mereka akan menguasai semua hasil kerja keras kita. Ini menegaskan bahwa usaha kita bisa jatuh ke tangan yang tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:20
Pengkhotbah 2:20 menggambarkan keputusasaan yang mendalam ketika menyadari bahwa segala kerja keras di bawah matahari bisa menjadi sia-sia. Penulis merasa putus asa karena semua usahanya mungkin tidak memberikan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:21
Pengkhotbah 2:21 mengamati ketidakadilan di dunia: orang yang bekerja keras dengan hikmat dan keahlian harus meninggalkan hasilnya kepada orang yang tidak bekerja untuk itu. Ini adalah kesia-siaan dan kejahatan besar…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:22
Pengkhotbah 2:22 mempertanyakan apa yang benar-benar diperoleh seseorang dari semua kerja keras dan keinginan hati yang menyertainya. Ini menyiratkan bahwa kerja keras tanpa tujuan yang tepat hanya menghasilkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:23
Pengkhotbah 2:23 menggambarkan bahwa sepanjang hari kerja keras dipenuhi dengan kesedihan dan kejengkelan, bahkan malam hari pun pikiran tidak beristirahat. Ini menunjukkan bahwa hidup yang hanya berfokus pada usaha…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:24
Pengkhotbah 2:24 mengajarkan bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia selain menikmati makan, minum, dan kebaikan dari kerja kerasnya. Ini adalah pemberian tangan Allah, jadi menikmati berkat sederhana sehari-hari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:25
Ayat ini menegaskan bahwa kemampuan untuk menikmati hasil kerja keras, seperti makan, minum, dan merasakan kebaikan, adalah pemberian dari Allah. Manusia tidak dapat memperoleh kenikmatan sejati dengan usaha sendiri,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 2:26
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita kepada orang yang berkenan kepada-Nya, tetapi orang berdosa justru bekerja keras untuk mengumpulkan harta yang pada akhirnya akan menjadi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →