Mencobai anggur dan hikmat
Pengkhotbah 2:3
Kesia-siaan Kesenangan Duniawi
PerikopHikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 2:1-16 →“Aku menyelidiki hatiku untuk menyemangati tubuhku dengan anggur, sementara hatiku menuntunku dengan hikmat, dan dengan memegang kebodohan, sampai aku dapat melihat apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama beberapa hari kehidupan mereka.”Pengkhotbah 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, --sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat--,dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak- Pengkhotbah 2.4–9 4 anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu.”Pengkhotbah 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“Terdorong oleh keinginanku untuk menjadi arif, aku bertekad untuk bersenang-senang dengan minum anggur dan berpesta pora. Kusangka itulah cara yang terbaik bagi manusia untuk menikmati hidupnya yang pendek di bumi ini.”Pengkhotbah 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian, karena aku ingin mengetahui cara hidup yang baik selama hidup yang singkat di dunia ini, aku sudah mencoba menyenangkan diriku dengan minum anggur sepuasnya dan melakukan hal-hal bodoh. Sementara aku melakukan hal itu, akal sehatku terus membimbing aku dengan bijak.”Pengkhotbah 2:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I sought in mine heart to give myself unto wine, yet acquainting mine heart with wisdom; and to lay hold on folly, till I might see what was that good for the sons of men, which they should do under the heaven all the days of their life.”Pengkhotbah 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:3?
Pengkhotbah mencoba mencari arti hidup melalui anggur dan kebodohan, tetapi tetap menjaga hikmat untuk menilai. Ini menunjukkan bahwa mencari kepuasan melalui hal-hal duniawi tidak memberikan jawaban sejati; hanya Allah yang memberi makna.
Latar belakang
Mencari kebaikan sejati
Dia bereksperimen dengan anggur dan kebodohan, sambil tetap berpegangan pada hikmat, untuk menemukan apa yang benar-benar baik bagi manusia. Ini adalah pencarian metodis.
Di mana
Yerusalem
Perjamuan, mencoba berbagai kenikmatan
Kapan
~935 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Sang Pengkhotbah
Raja Salomo, bijak namun bergumul dengan makna hidup
Kepada
Pembaca
Siapa saja yang mencari makna di tengah kesia-siaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תּוּר
tur · menyelidiki
menyelidiki, menjelajahi, mencari dengan teliti
מָשַׁךְ
mashak · menyemangati
menarik, menuntun, membimbing
יַיִן
yayin · anggur
anggur, minuman fermentasi dari buah anggur
Pengkhotbah menggunakan kata 'tur' (menyelidiki) seperti seorang penjelajah, menunjukkan bahwa ia serius mencari, bukan sekadar menuruti hawa nafsu. Anggur hanyalah alat, dan hikmat tetap memegang kendali.
Tahukah kamu
Raja peminum?
Anggur di zaman kuno sering dicampur air dan diminum setiap hari, jadi 'mencobai anggur' bukan pesta mabuk, tetapi eksperimen kenikmatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:3
Amsal 20:1
Anggur memikat hati
“Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut; setiap orang yang menyimpang karenanya tidak berhikmat.”
Mazmur 104:15
Anggur menyukakan hati
“dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menopang hati manusia.”
1 Korintus 10:31
Tujuan makan minum
“Jika engkau makan atau minum, atau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:3
✕ Sering dikira
Menganggap ini dorongan untuk minum anggur.
✓ Yang sebenarnya
Dia mencoba anggur sebagai eksperimen dan menyimpulkan bahwa itu juga sia-sia.
✕ Sering dikira
Menyangka hikmat dan kenikmatan tidak bisa berjalan bersama.
✓ Yang sebenarnya
Pengkhotbah justru memegang hikmat sambil menguji kenikmatan, menunjukkan hikmat bisa menilai kenikmatan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:3
Jangan biarkan diri Anda terombang-ambing mencari kepuasan lewat hiburan atau hal-hal sembrono. Gunakan hikmat untuk mengevaluasi pilihan hidup dan arahkan hati pada Tuhan.
Bapa, berikan aku hikmat untuk tidak mencari kepuasan melalui hal-hal duniawi, tetapi untuk menemukan kepenuhan hidup dalam kehendak-Mu. Amin.