Saat Kemegahan Tak Menjamin

Pengkhotbah 2:9

Hikmat, Kesenangan, dan Kesia-siaan

Karena itu, aku menjadi besar dan bertambah-tambah melebihi semua yang ada sebelum aku di Yerusalem. Hikmatku juga tinggal padaku.

Pengkhotbah 2:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 2:9?

Salomo menjadi sangat besar dan melebihi semua orang sebelumnya di Yerusalem, namun hikmatnya tetap tinggal padanya. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan duniawi tidak menjamin kebahagiaan sejati.

Latar belakang

Semakin Berkuasa, Semakin Besar Pertanyaannya

Pengkhotbah menjadi semakin besar dan bijaksana, tetapi hikmatnya justru membuat ia bertanya apa gunanya semua itu. Ia merasa segala sesuatu sia-sia.

Di mana

Yerusalem

Di puncak kejayaan, tetapi merenung di dalam hati

Kapan

~950 SM

Zaman Kerajaan Bersatu, puncak kemakmuran Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Proyek pembangunan selesai
Pencarian makna berlanjut
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah (Qohelet)

Raja hikmat yang menguji segala hal, mungkin Salomo

P

Kepada

Pembaca/Para Ahli Hikmat

Mereka yang bergumul dengan makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּדַל

gadal · besar

Menjadi besar atau penting, sering dikaitkan dengan kekuasaan.

חָכְמָה

chokhmah · hikmat

Kebijaksanaan, ketrampilan hidup, berbeda dari pengetahuan belaka.

עָמַד

amad · tinggal

Berdiri, tetap, bertahan.

Tiga kata ini menunjukkan bahwa kebesaran dan hikmat tetap bertahan, tetapi justru hikmat itu yang menyadarkan dia akan kesia-siaan.

Tahukah kamu

Hikmat yang Tinggal

Frasa 'hikmatku tinggal padaku' menunjukkan hikmat tetap ada meski kuasa dan kekayaan bertambah, tetapi itu tidak menjawab kepuasan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:9

✕  Sering dikira

Mengira hikmat manusia bisa memberi kebahagiaan sejati.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan hikmat pun gagal memberi kepuasan.

✕  Sering dikira

Menganggap Salomo menjadi angkuh dengan kekayaannya.

✓  Yang sebenarnya

Teks menunjukkan kerendahan hati: ia menyadari semuanya sia-sia.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 2:9

Pencapaian terbesar pun tidak akan memuaskan jika tidak disertai dengan makna. Jangan jadikan kesuksesan sebagai tujuan utama, tetapi jadilah berkat bagi orang lain melalui apa yang Anda raih.

Tuhan, ingatkan aku bahwa semua pencapaianku adalah sia-sia tanpa Engkau. Bimbing aku untuk memuliakan-Mu dalam setiap kesuksesan. Amin.