Sistem irigasi

Pengkhotbah 2:6

Hikmat vs Kesia-siaan

PerikopHikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 2:1-16 →
“Aku membuat bagiku sendiri kolam-kolam air untuk mengairi hutan tempat pohon-pohon bertumbuh.”

Pengkhotbah 2:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 2:6?

Pengkhotbah membangun kolam air untuk mengairi kebunnya, menunjukkan upaya besar untuk memastikan kemakmuran dan keberhasilan usahanya. Namun, ini masih sia-sia karena kepuasan sejati tidak ada di dalamnya.

Latar belakang

Kolam air dan hutan

Salomo membangun kolam air untuk mengairi hutan tempat pohon-pohon bertumbuh. Ini menunjukkan teknologi dan sumber daya yang luar biasa, tetapi semua itu tetap tidak memberinya makna.

Di mana

Yerusalem

Kolam dan saluran air kerajaan

Kapan

~935 SM

Kerajaan Israel bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kebun dan taman selesai
Kekayaan dan harta
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah (Salomo)

Raja tua, penuh hikmat

P

Kepada

Pembaca/pengikut

Orang-orang yang mencari makna

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בְּרֵכָה

berekhah · kolam

Kolam atau waduk penampung air

מַיִם

mayim · air

Air, kebutuhan vital dan lambang kehidupan

יַעַר

ya'ar · hutan

Hutan atau kebun pohon

'Mayim' sering melambangkan berkat dan kehidupan, tetapi di sini air digunakan untuk mengairi hutan buatan manusia—menunjukkan usaha mengendalikan berkat Tuhan, namun sia-sia.

Tahukah kamu

Terowongan Siloam?

Meski pembangunan terowongan Siloam biasanya dikaitkan dengan Hizkia, Salomo mungkin sudah memiliki sistem air yang canggih di Yerusalem.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:6

✕  Sering dikira

Anggap kolam itu hanya untuk hiasan.

✓  Yang sebenarnya

Kolam berfungsi untuk mengairi, menunjukkan pertanian terencana, bukan sekadar proyek estetika.

✕  Sering dikira

Ini menunjukkan kesuksesan Salomo.

✓  Yang sebenarnya

Semua itu justru dikatakan 'kesia-siaan', karena tidak membawa kebahagiaan abadi.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 2:6

Anda mungkin bekerja keras untuk masa depan, tetapi ingatlah bahwa kesuksesan duniawi tidak menjamin kepuasan. berhentilah sejenak dan periksa apakah Anda sudah menggantungkan hidup pada Tuhan.

Bapa, saat aku bekerja keras untuk kebutuhan hidup, ingatkan aku bahwa semuanya dari-Mu; ajar aku bergantung pada-Mu dan bukan pada hasil usahaku. Amin.