Refleksi Kesia-siaan
Pengkhotbah 2:11
Uji Coba Hikmat dan Kesia-siaan
PerikopHikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 2:1-16 →“Kemudian, aku berpaling kepada semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh tanganku dan semua kerja keras yang telah kuusahakan. Lihatlah, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin. Tidak ada keuntungan di bawah matahari.”Pengkhotbah 2:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.”Pengkhotbah 2:11 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kemudian kuteliti segala karyaku, dan juga segala jerih payahku untuk menyelesaikan karya-karya itu, maka sadarlah aku bahwa semuanya itu tak ada artinya. Usahaku itu sia-sia seperti mengejar angin saja.”Pengkhotbah 2:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, ketika aku merenungkan semua hasil dari usaha-usaha yang aku lakukan itu, juga segala jerih lelahku untuk memperolehnya, aku menyimpulkan bahwa semua itu sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin! Di dunia ini segala usaha seperti itu tidak ada untungnya!”Pengkhotbah 2:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then I looked on all the works that my hands had wrought, and on the labour that I had laboured to do: and, behold, all was vanity and vexation of spirit, and there was no profit under the sun.”Pengkhotbah 2:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:11?
Salomo melihat semua yang dikerjakannya dan menyimpulkan semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin, karena tidak ada keuntungan abadi di bawah matahari.
Latar belakang
Melihat Semua Pekerjaan
Salomo menoleh kembali pada semua yang telah dia lakukan dengan tangannya sendiri. Dia menyimpulkan semuanya sia-sia, seperti mengejar angin, tidak ada keuntungan nyata di dunia ini.
Di mana
Yerusalem
Istana, refleksi pribadi
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, ~60 tahun, kaya raya
Kepada
Pembaca
Orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַעֲשֶׂה
ma'aseh · pekerjaan
Tindakan, karya, hasil kerja.
הֶבֶל
hevel · kesia-siaan
Uap, nafas, sesuatu yang sementara.
רוּחַ
ruach · angin
Angin, roh, nafas.
Hevel dan ruach menunjukkan bahwa semua kerja keras seperti uap yang lenyap, tidak ada substansi, dan usaha menangkap angin tidak mungkin berhasil.
Tahukah kamu
Frasa 'mengejar angin'
Frasa ini muncul 9 kali dalam Pengkhotbah, menjadi simbol usaha yang sia-sia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:11
Mazmur 39:6
Sia-sia harta
“Sungguh, manusia hanyalah seperti bayangan; ia hanya beribadah dengan sia-sia; ia menumpuk harta, tetapi tidak tahu siapa yang akan menerimanya.”
Matius 6:19
Harta tidak kekal
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di mana ngengat dan karat merusakkannya, dan pencuri membongkar serta mencurinya.”
Roma 8:20
Kesia-siaan
“Sebab makhluk hidup telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya, dalam pengharapan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:11
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa semua usaha sia-sia, jadi tidak usah bekerja.
✓ Yang sebenarnya
Ini mengkritik usaha tanpa Tuhan, bukan melarang bekerja.
✕ Sering dikira
Tidak ada keuntungan sama sekali dalam hidup.
✓ Yang sebenarnya
Keuntungan sejati hanya dari Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:11
Pekerjaan dan usaha kita di dunia ini tidak akan bertahan selamanya. Jangan hanya bekerja untuk diri sendiri, tetapi investasikan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang memiliki dampak kekal, seperti melayani Tuhan dan sesama.
Tuhan, beri aku hikmat untuk fokus pada apa yang berarti untuk kekekalan, bukan hanya yang sementara. Amin.