Menyelidiki Hikmat

Pengkhotbah 2:12

Uji Coba Hikmat dan Kesia-siaan

Karena itu, aku berpaling untuk menyelidiki hikmat, kebodohan, dan kebebalan. Sebab, apakah yang dapat dilakukan manusia yang akan menjadi raja berikutnya, selain hanya apa yang sudah dikerjakan sebelumnya?

Pengkhotbah 2:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 2:12?

Salomo berpaling untuk menyelidiki hikmat, kebodohan, dan kebebalan, dan bertanya apa yang bisa dilakukan oleh raja berikutnya selain apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa manusia hanya memiliki keterbatasan.

Latar belakang

Beralih ke Hikmat

Setelah melihat kesia-siaan segala usaha, Salomo memutuskan untuk menyelidiki hikmat, kebodohan, dan kebebalan. Dia bertanya apa yang bisa dilakukan penggantinya selain dari yang sudah dilakukan.

Di mana

Yerusalem

Istana, refleksi pribadi

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Perpecahan Kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~60 tahun, kaya raya

P

Kepada

Pembaca

Orang yang mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָכְמָה

chokmah · hikmat

Kebijaksanaan, keterampilan.

סִכְלוּת

sikhlut · kebodohan

Kebodohan, kegilaan.

הוֹלֵלוּת

holelut · kebebalan

Kegilaan, kebodohan yang ekstrem.

Salomo membandingkan hikmat dengan dua tingkat kebodohan, menunjukkan bahwa hikmat lebih baik, tetapi tidak menyelesaikan masalah utama kematian.

Tahukah kamu

Kata 'hikmat'

Hikmat dalam Ibrani adalah 'chokmah', yang mencakup keterampilan dan kebijaksanaan praktis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:12

✕  Sering dikira

Salomo menyerah dan hanya pasrah pada nasib.

✓  Yang sebenarnya

Dia sedang mencari makna di tengah keterbatasan.

✕  Sering dikira

Hikmat dan kebodohan sama saja.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru mengakui hikmat lebih baik, tetapi tetap terbatas.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 2:12

Kita tidak dapat mengubah masa lalu atau mengendalikan masa depan. Terimalah keterbatasan Anda dan serahkan hidup Anda kepada Tuhan yang berdaulat atas segalanya.

Bapa, aku percaya bahwa Engkau berdaulat atas segala sesuatu. Bantu aku untuk hidup dengan rendah hati dan berserah pada rencana-Mu. Amin.