Proyek raksasa Salomo
Pengkhotbah 2:4
Hikmat vs Kesia-siaan
PerikopHikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 2:1-16 →“Aku memperbesar pekerjaan-pekerjaanku. Aku membangun rumah-rumah, dan menanami kebun-kebun anggur bagi diriku sendiri.”Pengkhotbah 2:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur;”Pengkhotbah 2:4 · TB
Terjemahan Baru
“Karya-karya besar telah kulaksanakan. Kubangun rumah-rumah bagiku. Kubuat taman-taman dan kebun-kebun yang kutanami dengan pohon anggur dan segala macam pohon buah-buahan.”Pengkhotbah 2:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dalam penyelidikanku, aku juga sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar: Aku membangun bagiku banyak rumah, membuat banyak kebun anggur, taman yang indah, dan kebun buah dengan segala jenis pohon buah-buahan di dalamnya, juga membuat banyak kolam untuk mengairi pohon-pohon supaya tumbuh menjadi hutan.”Pengkhotbah 2:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I made me great works; I builded me houses; I planted me vineyards:”Pengkhotbah 2:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:4?
Pengkhotbah menggambarkan usahanya membangun rumah dan kebun anggur untuk mencari kepuasan dan makna melalui prestasi dan kepemilikan. Namun, ini semua sia-sia karena tidak memberikan kepuasan sejati.
Latar belakang
Investasi besar
Salomo mencoba menemukan kebahagiaan melalui proyek-proyek besar: membangun rumah dan kebun anggur untuk dirinya sendiri. Ini adalah bagian dari eksperimennya untuk menguji apakah kesenangan duniawi memberi kepuasan sejati.
Di mana
Yerusalem
Refleksi pribadi di istana
Kapan
~935 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah (Salomo)
Raja tua, penuh hikmat
Kepada
Pembaca/pengikut
Orang-orang yang mencari makna
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
Mendirikan atau membangun sesuatu
בַּיִת
bayit · rumah
Tempat tinggal, bisa juga berarti keluarga
כֶּרֶם
kerem · kebun anggur
Kebun yang ditanami pohon anggur
Ketiga kata ini menunjukkan ambisi Salomo untuk membangun warisan fisik. Namun, kata 'bayit' bisa berarti keturunan, menyiratkan ia ingin meninggalkan sesuatu yang abadi, tetapi ternyata itu juga sia-sia.
Tahukah kamu
Arkeologi
Fondasi bangunan Salomo di Yerusalem, seperti Stepped Stone Structure, masih bisa dilihat sampai hari ini, menunjukkan skala proyeknya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:4
✕ Sering dikira
Anggap membangun itu dosa.
✓ Yang sebenarnya
Salomo tidak mengutuk pembangunan, tetapi mengejar hal itu sebagai tujuan akhir tanpa Tuhan.
✕ Sering dikira
Hanya untuk dirinya sendiri, berarti egois.
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'bagi diriku sendiri' menunjukkan usaha mencari makna pribadi, bukan sekadar kepentingan diri.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:4
Saat Anda sibuk mengejar prestasi atau materi, ingatlah bahwa hal-hal itu tidak bertahan lama. Investasikan waktu dan tenaga Anda untuk hal-hal yang bernilai kekal, seperti hubungan dan pelayanan.
Tuhan, jauhkan aku dari mengejar kepuasan melalui harta dan prestasi; ajar aku untuk menemukan kepuasan dalam melayani-Mu dan sesama. Amin.