Mata yang Melihat
Pengkhotbah 2:14
Nasib yang Sama
PerikopHikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 2:1-16 →“Orang berhikmat memiliki mata di kepalanya, tetapi orang bodoh berjalan dalam kegelapan. Namun, aku pun tahu bahwa nasib yang sama menimpa mereka semua.”Pengkhotbah 2:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mata orang berhikmat ada di kepalanya, sedangkan orang yang bodoh berjalan dalam kegelapan, tetapi aku tahu juga bahwa nasib yang sama menimpa mereka semua. Pengkhotbah 2.15–19 6”Pengkhotbah 2:14 · TB
Terjemahan Baru
“Orang arif dapat melihat arah yang ditujunya; orang bodoh seperti berjalan meraba-raba." Tetapi aku tahu juga bahwa nasib yang sama akan menimpa mereka semua.”Pengkhotbah 2:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang yang bijak bisa memilih jalan yang benar, sedangkan orang bebal tidak. Tetapi akhirnya aku menyadari bahwa keduanya menerima nasib yang sama!”Pengkhotbah 2:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The wise man’s eyes are in his head; but the fool walketh in darkness: and I myself perceived also that one event happeneth to them all.”Pengkhotbah 2:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:14?
Orang berhikmat memiliki mata di kepalanya, artinya ia melihat dengan jelas dan tahu arah, sedangkan orang bodoh berjalan dalam kegelapan, tersesat. Namun, keduanya akan mati, nasib yang sama menimpa mereka. Ini menunjukkan bahwa hikmat tidak bisa menghindarkan dari kematian.
Latar belakang
Keuntungan dan Keterbatasan Hikmat
Orang berhikmat bisa melihat ke depan, sedangkan orang bodoh berjalan dalam kegelapan. Tapi keduanya akan mati, dan nasib akhirnya sama.
Di mana
Yerusalem
Di istana, merenung
Kapan
~935 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijak, ~50 tahun, penulis
Kepada
Pembaca
Orang yang merenungkan arti hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֵינַיִם
enayim · mata
mata, sebagai simbol pengertian
הָלַךְ
halakh · berjalan
berjalan, hidup, bertindak
חֹשֶׁךְ
khoshekh · kegelapan
kegelapan, ketidaktahuan, bahaya
Hikmat membantu Anda berjalan dengan terang, tapi tidak menghindarkan dari kematian. Semua orang pada akhirnya berjalan ke arah yang sama.
Tahukah kamu
Mata di Kepala
Metafora ini menunjukkan kemampuan untuk melihat, bukan sekadar fisik. Orang bijak punya perspektif yang jelas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:14
Amsal 17:24
mata bijak fokus
“Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal mengembara ke ujung bumi.”
Pengkhotbah 9:2
nasib sama
“Segala sesuatu sama bagi semua orang; nasib orang benar dan orang fasik sama.”
Roma 3:23
nasib sama universal
“Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:14
✕ Sering dikira
Karena nasib sama, hikmat tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Hikmat tetap berguna untuk hidup, meski tidak mengubah akhir.
✕ Sering dikira
Semua orang pasti masuk surga.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini bicara kematian fisik, bukan akhirat.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:14
Jadilah bijak dalam keputusan sehari-hari, tetapi jangan lupa bahwa hidup ini sementara. Pakailah hikmat untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama, karena itulah yang berarti kekal.
Ya Bapa, berilah aku mata yang tajam untuk melihat kebenaran-Mu, tetapi juga hati yang rendah hati, karena aku tahu aku tidak luput dari kematian. Amin.